Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 102


__ADS_3

Susi semakin gemetaran mendengar Anindira berbicara, dia buru-buru pergi dari tempat itu.


"Oh, rupanya kamu sengaja merencanakan ini semua," Kata seorang desainer yang merupakan investor di perusahaan Anindira


"Ada apa ini, sepertinya senior mengetahui sesuatu?" Kata Anindira.


Semua mata tertuju pada desainer itu, mereka semua membicarakannya.


"Mana ada, aku hanya asal bicara,"


"Benarkah?" Kata Anindira seraya tersenyum.


"Hei, bukan kah gaun yang satunya itu punya dia?"


"Iya, jangan-jangan gaun itu benar-benar desain curian,"


Semua berbicara tentang asumsi mereka masing-masing.


"Luar biasa, wanita ini membuat semua orang menyerang desainer itu hanya dengan beberapa kalimat saja, dia juga membiarkan semua orang berasumsi buruk padanya, dia benar-benar membuat desainer itu kewalahan," Kata seseorang yang duduk di sebelah Dokter Jo,


"Aku bukan pencuri, dia lah yang menjiplak desain ku," Katanya menunjuk ke arah Anindira.


Anindira hanya menanggapinya dengan senyuman, sikapnya terlihat tenang.


"Bisa-bisanya dia tersenyum dan bersikap tenang di saat orang itu menuduhnya." Kata orang itu lagi dalam hati."


"Senior, bagaimana saya mempunyai keberanian itu, saya tidak punya waktu untuk mencuri karya orang lain, kalau senior mau saya bisa memberitahu senior siapa yang mencuri karya siapa,"


"Kamu.. apa maksudmu bicara seperti itu?"


"Semua yang hadir di sini sangat penasaran dengan desain gaun ini senior, menurut mu sebaik nya aku katakan yang sebenarnya atau tidak?"


"Yang sebenarnya apa, kamu jangan sembarangan ya,"


"Kenapa kamu terlihat ketakutan, Tuan Desainer?" Kata seseorang yang duduk di sebelah Dokter Jo.


Semua orang berdiri dan menatap desainer itu dengan tajam.


"Apa yang kalian lihat, kalian pikir aku mencuri hasil rancangan wanita ini,"


"Bisa saja, kamu semakin terlihat mencurigakan." Kata salah satu desainer.


Tiba-tiba ada yang memutarkan sebuah video di layar panggung.


"Bos,"


"Bagaimana Susi?"


"Ternyata desain yang saya bawa waktu itu adalah desain yang belum jadi,"


"Apa maksudmu?"


"Bos, saya dengar dan melihatnya sendiri kalau gambar desain yang sudah 100% jadi ada di tangan Bu Anindira."


"Kamu ini gimana, bukannya kamu sendiri yang membawa desain itu padaku, dasar, kerja gitu aja gak becus."


"Bos tenang dulu, saya belum selesai bicara."


"Apa lagi?"


"Untungnya saya punya kesempatan mengambilnya lagi."

__ADS_1


"Yang benar kamu,"


"Iya bos, ini,"


"Untung kamu pintar, kalau enggak, udah aku buang kamu jauh-jauh."


"Maafkan saya bos,"


"Ini, simpan ini di meja kerjanya si Dira itu,"


"Kenapa bos mengembalikan yang ini?"


"Aku punya rencana lain,"


"Apa itu bos?"


"Aku akan mempermalukannya di panggung nanti, aku akan membuat nya seolah-olah dia sudah meniru rancanganku dengan begitu karir nya akan hancur, perlahan-lahan aku juga akan merebut bisnis nya, dan bisnis ku akan melambung tinggi."


"Emm, menurut saya lebih baik bos lakukan itu secara diam-diam, begitu terlalu beresiko bos."


"Kurangajar, beraninya kamu bicara seperti itu, aku bosnya, kamu babu diam saja, brengsek, cepat pergi."


"Dari mana kamu mendapatkan video murahan itu?" Kata desainer itu sambil berteriak, "Kamu sudah memfitnahku dengan video editan seperti itu, padahal kamu sendiri yang mau menghancurkan bisnisku."


Anindira turun dari panggung, dan menghampiri desainer yang sudah lama menjadi investor nya itu, dia mengambil selembar HVS dari tangan desainer itu.


"Hei, apa yang kamu lakukan?"


"Senior, seperti nya aku kenal dengan desain gambar ini, apa senior yakin ini di buat oleh senior sendiri?" Katanya sambil tersenyum, "Aku juga punya satu loh," Anindira memperlihatkan gambar desain yang satunya, "Untungnya aku tidak lupa, dan menggambar ulang desainnya, lalu aku usahakan secepat mungkin untuk pembuatannya."


"Sampah,"


"Prilaku seperti itu, bukanlah cerminan seorang desainer,"


"Kamu.. kamu, awas saja ya, aku akan melaporkan mu atas pencemaran nama baik." Kata desainer itu lalu pergi.


"Ck, ck," Anindira Membungkuk dan meminta maaf pada semua orang, "Maafkan saya atas kekacauan ini, adapun tentang gaun itu, seperti yang sudah kalian semua lihat keduanya memang sama, yang berarti saya yang membuatnya, terimakasih atas pengertian semua yang hadir disini."


"Lalu bagaimana dengan sang desainer itu, apa kamu tidak akan menuntutnya?" Kata Orang yang dari tadi duduk di sebelah Dokter Jo.


"Siapa pria ini? dari tadi dia terus memperhatikan Dira." Ucap Dokter Jo dalam hati.


"Maafkan saya, biarkan itu menjadi urusan saya sendiri." Kata Anindira lalu duduk di sebelah Jo dan Claira, Rajendra juga turut hadir di sana menyaksikan kehebatan mamanya.


Akhirnya acara di lanjutkan kembali.


Setelah selesai acara,


"Selamat sayang, kamu mendapat penggemar baru." Kata Dean.


"Apa maksudmu?"


"Pria yang duduk di sebelah Jo,"


Ternyata dari tadi Dean juga memperhatikan pria yang di sebelah Dokter Jo.


"Kenapa, kamu cemburu padanya? memangnya apa yang dia lakukan padaku sampai membuatmu cemburu?"


"Bagaimana aku tidak cemburu, ada pria yang seolah-olah membantumu dan membelamu sedangkan aku tidak melakukan apapun."


"Dean, aku tidak mengenalnya bahkan aku juga tidak tahu dia siapa."

__ADS_1


"Iya, tapi dari tadi dia terus memperhatikanmu, aku merasa jengkel."


"Kenapa kamu malah marah padaku, harusnya kamu marahi saja pria itu."


"Aku tidak mau terlihat buruk karna memarahinya."


"Karna itu kamu lampiaskan padaku?"


Dean tersenyum, "Aku bercanda, kamu sangat hebat Dira, orang itu sampai ngacir karna merasa malu."


"Dasar,"


"Uh, Dira.." Claira histeris dan memeluk temannya itu.


"Ada apa Clair?"


"Uh, aku sangat tegang waktu di panggung tadi, di tambah menyaksikan kamu yang sangat berani melawan om-om desainer itu, aku merinding, bulu kudukku berdiri."


"Kamu ada-ada aja deh Clair."


"Kita pulang yuk, udah malam, aku ngantuk banget."


"Kamu pulang bareng aku aja, biar Clair sama Jo." Kata Dean.


"Terus mobilku gimana?" Kata Claira.


"Aku juga bawa mobil loh Dean," Kata Dira.


"Biar Rendra aja yang bawa mobil mama, sebagian karyawan yang ikut tadi, biar Rendra yang bawa dan sebagiannya lagi pakai mobil Tan.."


"No no no, ganti, panggil aku kakak oke," Kata Claira.


"Oke oke, sebagiannya lagi pakai mobilnya Kak Claira, diantara kalian ada yang bisa nyetir mobil kan?"


"Saya bisa," Kata salah satu karyawan.


"Oke semuanya, ayo masuk ke mobil." Kata Dean.


Keesokan harinya,


Di kantor, tok tok tok,


"Masuk,"


"Pagi Dira,"


"Pagi Clair,"


"Coba tebak siapa yang aku bawa?"


"Siapa?"


"Tara.."


"Momy, Dady,"


"Hai Dira," Kata Dadynya Claira.


"Hai sayang," Kata Momy Claira sambil memeluknya.


"Momy, apakabar?"

__ADS_1


"Momy baik Nak,"


"Aku senang Momy sama Dady datang kesini."


__ADS_2