Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 60


__ADS_3

Rajendra menghela nafas lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.


Setelah selesai, dia merebahkan dirinya di ranjang dan tertidur, Anindira menghampirinya lalu duduk di samping Rajendra dan mengusap lembut kepala rajendra.


"Mama gak tau harus berbuat apa Rendra, dulu sebelum mama menikah dengan papamu mama juga sangat menyukai Dean, mama jatuh cinta padanya."


"Tapi setelah mama mengalami kehidupan yang pahit, setiap saat yang mama dapat hanya siksaan dan cacian dari keluarga Bibi, sampai akhirnya mama di paksa menikah dengan papamu, lalu menjalani kehidupan bersamanya. "


"Sejak saat itu mama tidak bisa merasakan apapun lagi, mama lupa bagaimana rasanya jatuh cinta, mama lupa bagaimana caranya mencintai dan bagaimana rasanya di cintai."


"Mama tidak pernah memperdulikan hal itu, sampai sekarang mama tidak tau bagaimana dengan perasaan mama yang sebenarnya."


"Maafkan mama Rendra!" kata Anindira lalu pergi dari kamarnya Rajendra.


Rajendra terbangun, "Apa sebagai anak aku terlalu banyak menuntut?" ucapnya dalam hati.


Rajendra bangun dari tempat tidurnya dan berpamitan pada Anindira untuk keluar sebentar mencari angin di luar, "Ma, aku mau keluar sebentar ya!"


"Mau kemana?"


"Cuma jalan-jalan di sekitar sini aja kok ma."


"Ya udah, tapi pulangnya jangan terlalu malam ya! jangan sampai melewatkan makan malam di rumah."


"Iya ma, aku gak lama kok."


"Oke, hati-hati."


"Iya,"


Waktu itu Dean pergi untuk menemui Leon, ketika dia mau menelpon Leon HP nya terjatuh, dia berusaha mengambil HP nya sambil menyetir dan brak.. ckiit.. Dean mengerem mobilnya, dia hampir menabrak seseorang sampai orang itu terjatuh.


Dean keluar dari mobil dan memeriksanya.


"Mba, mba gak papa kan? apa ada yang terluka?" ucap Dean.


"Gak kok, gapapa aku baik-baik saja! kakiku cuma kebentur dikit."


"Loh, Claira?"


"Dean!"


"Beneran kamu gapapa? biar aku bantu kamu berdiri." Dean membantu Claira berdiri.


"Gapapa Dean"


"Tapi kamu bilang tadi kaki kamu kena benturan mobilku! gimana kalau aku antar kamu ke rumah sakit supaya kakimu di periksa takutnya kenapa-kenapa."


"Ih apaan sih Dean orang kebenturnya juga pelan kok gak berasa, tadi aku jatuh cuma karna kaget aja."


"Tapi kayaknya lutut kamu memar deh."


"Gapapa, ini cuma memar di kompres sama air dingin juga nanti sembuh."


Kebetulan Rajendra melewati tempat itu dan melihat Dean bersama Claira.


"Paman Dean? Tante Clair?"

__ADS_1


"Rendra!" ucap Dean dan Clair serempak.


"Jadi yang paman maksud tadi siang itu Tante Clair?"


Clair menatap Dean dengan penuh tanda tanya.


"Ah, itu.. iya paman baru saja mau pergi untuk membawa Tante Claira ke rumah sakit." Kata Dean gelagapan.


"Ke rumah sakit?! memangnya Tante Clair sakit apa?"


"Gak kok, tante gak sakit ren! ini tadi tante kebentur mobilnya Dean cuma memar aja kok, tapi Dean maksa tante buat di periksa ke rumah sakit."


"Oh, Paman Dean bener loh tante lebih baik tante pergi ke rumah sakit takutnya kenapa- kenapa nanti."


"Gak usah, tante minta Dean anterin tante pulang ke rumah aja deh."


"Beneran mau pulang aja?"


"Iya, aku udah bilang berkali-kali kan kalau aku baik-baik aja."


"Oke, Rendra paman pergi dulu ya."


"Iya paman, hati-hati di jalan."


"Kamu juga jangan pulang terlalu malam nanti mama kamu hawatir, dia pasti akan menunggu kamu seperti biasanya."


"Iya, aku tau! aku cuma cari angin sebentar."


"Oke, habis ini kamu harus cepat pulang ya!"


"Siap pak bos!" kata Rendra, "Selama ini aku mendapatkan perhatian dari Paman Dean yang tidak bisa aku dapatkan dari papa, jika Paman Dean menikah dengan wanita lain apa aku akan bisa menerimanya?" ucap Rajendra dalam hati.


"Hhahh, ini sangat rumit! apa aku coba bicara saja sama papa? sebenarnya aku juga tidak benar-benar membencinya aku hanya merasa kesal." Gumam Rendra.


"Dari pada aku bingung sendiri, mending aku pulang deh, mama pasti sudah menunggu."


Rajendra pun pulang ke rumahnya.


"Kamu begitu dekat dengan Rendra ya."


"Iya, karna dari kecil dia selalu menghabiskan waktu bersamaku."


"Dia pasti sangat bergantung padamu, iya kan?"


"Iya, kami sangat dekat."


"Sedekat kamu dengan mamanya?"


"Kalau itu jangan di tanyakan lagi." Kata Dean sambil tersenyum.


Clair membalas dengan senyuman juga.


"Jadinya anterin ke rumah kamu aja nih?"


"Iya, anterin ke rumahku aja."


"Kalau gitu kita berhenti sebentar di apotek depan sana ya."

__ADS_1


"Mau ngapain?"


"Udah kamu tunggu aja di sini! aku cuma sebentar kok."


"Oh, oke!"


Dean turun dari mobil untuk membeli pembalut luka, dan anti septik lalu memberikannya pada Claira.


"Ini untukku?"


"Iya, sebagai ganti karna aku gak berhasil bujuk kamu ke rumah sakit."


"Kamu ada-ada aja."


"Sudah sampai!"


"Terimakasih sudah mengantarku pulang."


"Tidak perlu sungkan."


"Apa kamu mau mampir dulu?"


"Tidak usah, sebenarnya aku ada janji dengan seseorang."


"Baiklah, sampai jumpa lagi Dean!" kata Claira lalu turun dari mobilnya Dean.


"Maaf ya Claira aku tadi tidak sengaja menabrakmu, HP ku terjatuh,aku berusaha mengambilnya dan tidak memperhatikan jalan."


"Iya, gapapa kok aku kan baik-baik aja."


Dean bergegas pergi untuk menemui Leon.


"Rendra, kamu udah pulang?"


"Iya ma,"


"Ayo duduk! kita makan malam bareng, mama udah masakin makanan kesukaan kamu loh."


"Wah, pasti enak banget nih."


Sementara itu, Dean sampai di tempat Leon.


"Hei Dean, kamu yang benar aja dong! kamu membuatku menunggu selama ini? kamu pikir aku ini gak sibuk apa!"


"Sabarlah! kamu tuh bisanya cuma ngomel-ngomel aja, heran deh."


"Ya terus kamu ngapain ngajakin aku ketemu? awas aja ya kalau bukan tentang hal yang penting! aku gak mau buang-buang waktu."


"Oke, oke, pesen minum dululah haus banget nih."


"Ni orang banyak tingkah ya!"


Leon dan Dean ketemu di sebuah kafe, setelah dia pesen minum dia pun menceritakan maksudnya menemui Leon, "Leon, setelah kamu tau aku dan Dira sebenarnya tidak menikah apa yang kamu pikirkan?"


"Tidak memikirkan apapun!"


"Masa?! apa kamu gak kepikiran buat balik lagi sama Dira? kamu tau bertahun-tahun Rajendra sangat menginginkan keluarga yang utuh, kelihatannya aja dia baik-baik saja, seperti anak remaja pada umumnya dia kelihatan tegar dan berpikiran bebas tapi sebenarnya dia merasa kesepian tanpa seorang ayah."

__ADS_1


"Selama ini aku selalu berada di sampingnya, menemani dia, menjadi teman untuknya dan berusaha membuat dia merasa tidak kehilangan seorang ayah, tetapi aku yakin dia tetap saja menginginkan ayah yang sebenarnya."


__ADS_2