
Karyawan yang tadinya membicarakan anindira terdiam menunduk.
"Dira, kalau ada apa-apa kamu bisa langsung hubungi aku ya jangan menanggungnya sendiri."
"Iya mba aku mengerti."
"Semoga kamu kerasan kerja di sini."
"Tapi kenapa mba menempatkan ku di kantor mba? ini kan tempat mba, hak mba. Mba bisa menempatkan ku di mana saja."
"Skill mu bagus, sayang kalau tidak di manfaatkan. ayo aku temani kamu untuk melihat-lihat butik."
...
Mereka pun pergi bersama, karyawan di sana lebih ramah daripada karyawan di kantor.
"Bagaimana menurutmu?"
"Sepertinya di sini lebih nyaman."
"Iya.. mulai sekarang kantor dan butik ini menjadi tanggung jawab mu juga."
"Apa aku bisa bekerja di sini saja, sepertinya aku lebih cocok di sini."
"Jangan merendahkan dirimu seperti itu."
"Tapi aku lebih suka di sini."
"Apa kamu tega membiarkan aku mengurus pekerjaan di kantor sendirian? ayolah bantu aku ya. sebagai gantinya aku akan melakukan apapun yang kamu mau."
"Aku tidak membutuhkan apapun lagi mba, orang tuaku sekarang sudah punya tempat tinggal sendiri berkat mba, aku sangat berterimakasih."
"Jadi ...??"
"Baiklah, aku akan tetap bekerja di kantor."
"Terimakasih.." Ucap aluna sambil memeluk anindira.
"Tapi ko aku berasa familiar ya sama butik ini."
"Ini kan butik tempat kamu fitting baju waktu itu."
"Oohh.. pantas saja, lalu apa yang akan kita lakukan di sini sekarang?"
"Ngecek pemasukan dan pengeluaran di butik ini."
"Ohh.. ok"
Setelah itu, mereka ngecek baju-baju yang sudah di rancang dan baju pesanan pelanggan.
Setelah selesai mereka kembali ke kantor.
"Bu aluna, sekarang adalah waktunya jadwal anda.. seperti biasa." Ucap asistennya aluna mengingatkan dia untuk cek up ke rumah sakit.
Aluna langsung mengerti dengan ucapan asistennya, "Baiklah.. dira maaf ya, aku ada urusan sebentar, aku harus pergi."
"Iya mba... mba gak perlu hawatir, aku bisa mengatasi semuanya."
Dari kantor, Aluna langsung berangkat ke rumah sakit.
...
Sore hari, di rumah pradana.
"Aluna.. di mana dira?" tanya mamanya leon.
__ADS_1
"Dira hari ini bekerja di kantor untuk membantu pekerjaanku ma." jawab aluna
"Baguslah, mama ingin lihat apa dia mampu memikul beban pekerjaan di kantor?"
"Dia pasti bisa ko ma dia itu cerdas."
"Ya kita lihat saja nanti, kamu harus memberi laporan hasil kerja dia pada mama, dan satu lagi akhir bulan nanti dia harus ikut mama ke dokter kandungan"
"Baik mah."
Mama nya leon masuk ke kamarnya.
Aluna menghubungi anindira untuk menanyai keadaannya di kantor dan anindira memberitau aluna kalau dia akan pulang telat.
Hari sudah semakin gelap tapi anindira belum pulang juga, makan malampun sudah terlewat.
Aluna mondar mandir karna menghawatirkannya, dia mencoba untuk menghubunginya lagi tapi telponnya tidak di angkat.
"Sayang kamu sedang apa? kenapa kamu terlihat cemas begitu?" tanya leon yang sejak tadi memperhatikan tingkah istrinya.
"Mas, anindira belum pulang juga ini sudah lewat jam 8 malam, telponnya juga gak diangkat."
"Mungkin dia pulang ke rumah ibunya."
"Gak mungkin, tadi dia bilang akan pulang telat."
"Mungkin karna ini sudah terlalu malam makanya dia nginep di rumah ibunya."
Lalu aluna menelpon ibunya anindira untuk memastikan dia ada di sana atau tidak.
Tapi ibunya anindira bilang dia tidak ada di sana.
Itu membuat ibu anindira hawatir, "lalu kemana dia pergi?"
"Aahh.. mungkin anindira sedang dalam perjalanan pulang, karna hari ini dia mulai bekerja di kantor, dan dia bilang akan pulang telat. Kalau begitu aku akan menghubungi nya lagi, bibi tidak perlu hawatir."
"Kalau begitu aku tutup dulu telponnya ya bi."
aluna menutup telpon.
Leon memeluk aluna dari belakang, " Sudahlah by nanti juga dia pulang sendiri."
"Tapi aku hawatir mas, apa boleh aku minta tolong sama kamu?"
"Apa ..?"
"Tolong jemput anindira ke kantor, aku mohon.. demi aku ya🙏"
Leon malah memanggil asisten pribadinya untuk menjemput anindira, " Bram.."
"Iya tuan." Bram segera datang menghampiri leon.
"Pergi dan jemput gadis itu di kantornya nyonya muda."
"Gadis itu?" bram kebingungan.
"Ciiih.. maksudnya anindira."
"Oh.. baik tuan."
"Kenapa mas malah nyuruh bram untuk menjemputnya."
"Sama saja kan."
"Ya gak sama lah mas, kamu itu kan suaminya."
__ADS_1
"Kamu sudah terlalu sering mengatakan kalimat itu."
"Ya kan memang kenyataannya kamu sudah menikahi dia."
"Itu bukan atas kehendakku, jadi dia bukan tanggung jawab ku."
Leon selalu bersikap dingin kalau menyangkut tentang anindira.
Beberapa saat kemudian bram kembali masuk ke dalam rumah.
"Bram.. kenapa kamu balik lagi?"
"Nona muda sudah kembali nyonya."
"Selamat malam semuanya."
"Anindira, kenapa kamu pulang malam? dan kenapa kamu tidak mengangkat telpon dari ku? aku sangat hawatir."
"Maaf mba, tadi tiba-tiba asisten di kantor mba memberitau ku kalau ada klien yang ingin bertemu untuk meeting, jadi aku tidak sempat mengabari mba, dan langsung buru-buru pulang."
"Kamu pulang sama siapa?"
"Aku pulang naik grab, oh ya mba ini laporan hasil meeting dengan klien, tinggal menunggu persetujuan dari mba."
"Baiklah, nanti aku akan memeriksanya. Sekarang ayo kamu ganti baju, aku akan menemanimu untuk makan malam."
"By.. kamu jangan terlalu memanjakannya nanti jadi kebiasaan dan dia jadi ngelunjak." Ucap leon dengan sinis.
"Gak papa mba, mba istirahat saja. Nanti aku akan makan malam sendiri." Ucap anindira kemudian pergi ke kamar untuk berganti pakaian.
Leon pun masuk ke kamar aluna, Aluna menghela nafas melihat perilaku suaminya terhadap madunya itu.
"Bi sri, nona anindira akan makan malam, tolong temani dia ya." Titah aluna kepada bi sri.
"Baik nyoya muda."
Setelah anindira berganti pakaian, dia pergi ke ruang makan untuk makan malam.
"Selamat malam nona muda."
"Malam bi.."
Anindira makan malam dengan di temani bi sri, ana dan bram asisten pribadinya leon.
Setiap hari anindira menjalani hari-harinya dengan bekerja di kantor, dan di akhir pekan dia selalu rutin mengunjungi ibunya, kadang-kadang dia bertemu dan mengobrol dengan teman masa kecilnya, di rumah ibunya.
Hampir setiap hari dean menemui orang tuanya anindira untuk melihat keadaan mereka.
Dia di beritau ayahnya anindira kalau mereka sekarang pindah rumah ke rumah pemberian dari aluna.
Setiap akhir bulan mamanya leon selalu mengajak anindira untuk pergi ke dokter kandungan, tapi anindira selalu menolak dengan berbagai alasan.
...
Pagi hari di rumahnya pradana.
Setelah sarapan pagi, anindira pamit duluan untuk berangkat kerja, tapi mamanya leon melarangnya.
"Hari ini kamu tidak perlu pergi ke kantor! kamu ikut mama ke dokter kandungan."
"Maaf ma, tapi hari ini dira ada janji dengan klien." Sambil menunduk.
"kenapa kamu selalu menolak setiap kali mama mengajak kamu ke dokter kandungan?"
"Maaf ma, dira gak mau membuang buang waktu mama karna sebenarnya dira belum pernah sekalipun bermalam dengan anak mamah."
__ADS_1
"Apa?! kamu ini istri macam apa sih? bis- bisanya kamu tidak mau melayani suami mu! kalau kamu seperti ini terus kapan kamu mau punya anak?"
"Apa kamu tidak ingat dengan perjanjiannya? kami sudah membayarmu dengan mahal, dan kamu sudah berjanji akan memberikan kami seorang pewaris."