Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 45


__ADS_3

Ketika Aira keluar dari toilet dia melihat mahkota bunga dan kalung bunga yang di buatkan Leon dan Rajendra untuk Anindira tergeletak di meja ruang tamu.


Dia mengambilnya lalu membawanya ke luar dan membuang rangkaian bunga itu ke tong sampah yang ada di luar.


Kemudian Aira kembali ke dalam.


"Huh, Lendla benal-benal tidak suka dengan tante itu!" kata Rendra dalam hati.


Tiba-tiba timbul ide nakal Rajendra untuk mengerjai Aira.


Dia berlari dan bersembunyi di bawah tangga lalu mengambil kelereng yang dia bawa di saku celananya dan melemparnya ke lantai.


Gedebuk, Aira terjatuh karna kelereng-kelereng itu, semua orang terperanjat mendengar ada suara seperti benda terjatuh, kemudian mereka semua pergi untuk memeriksanya.


"Aira, apa yang terjadi?! kenapa ada kelereng berserakan di sini?" kata mamanya Leon, "Ana!"


"Iya Nyonya,"


"Bereskan kelereng-kelereng ini!"


Mamanya Leon membantu Aira berdiri.


Rajendra tertawa cekikikan di bawah tangga sambil menutup mulutnya.


Anindira melihat itu, dan diam-diam menghampiri Rajendra dia membawa Rajendra ke dapur.


Ternyata Leon juga melihatnya dan mengikuti mereka.


"Rendra, kamu yang menaruh kelereng itu di lantai ya?"


Rajendra diam saja dan menundukan kepalanya.


"Jadi benar, kamu yang melakukannya? kamu jangan seperti itu Rendra! gimana kalau tante Aira sampai terluka?"


"Maafin Lendla ma, Lendla cuma gak suka waktu lihat tante Aila menumpahkan ail ke wajah mama, jadi Lendla membalasnya."


"Tapi kan tante Aira gak sengaja, dia juga udah minta maaf sama mama ayo sekarang kamu minta maaf sama Tante Aira!"


"Tapi ma, tadi Tante Aila sengaja numpahin ail minumnya. Kata Paman Dean sebagai anak laki-laki Lendla halus bisa jagain mama, Paman Dean juga bilang kalau ada yang jahat sama kita sekali-kali kita boleh membalasnya bial dia jela."


"Ya ampun Rendra, kamu sekarang sudah semakin pintar bicara ya."


"Tapi memang benel kan ma?"


"Ya iya sih, yang di katakan Paman Dean itu ada benarnya juga tapi Memangnya Tante Aira punya alasan untuk sengaja melakukan itu sama mama?"


Leon hanya diam saja memperhatikan mereka di pintu dapur sambil menyandarkan punggungnya ke pintu dan melipatkan kedua tangan di dadanya.

__ADS_1


"Alasannya karna Tante Aila gak suka liat mama dekat-dekat papa."


Leon melongo mendengar Rajendra berkata seperti itu.


"Kata siapa?"


"Lendla bisa lihat dali gelak-geliknya ma."


Anindira mencubit pelan pipi Rajendra dan berkata, "Memangnya kamu itu detektif bisa mengetahui gerak gerik seseorang hmm!"


"Lendla gak bohong ma, tante itu jelas-jelas tidak menyukai mama."


"Rendra, dengar mama ya! Tante Aira tidak sengaja menumpahkan air itu, tangannya licin dan posisi mama waktu itu ada di sebelahnya tante Aira jadi wajar saja airnya tumpah mengenai wajah mama."


Rajendra kembali menundukan kepalanya.


"Sayang, kamu gak boleh seperti ini! ayo kita minta maaf sama Tante Aira."


Rajendra mengangguk.


"Anak pintar! sekarang berikan mama senyuman termanismu."


Rajendra menurut dan tersenyum.


"Terimakasih sayang." Anindira mencium kening anaknya itu, "Ayo!"


"Maaf bang, mungkin barusan abang sudah mendengarnya, Rajendra yang sudah membuat Aira terjatuh."


Leon menatap putranya dan berkata, "Anak nakal! meskipun Rendra gak suka sama Tante Aira harusnya Rendra gak berbuat seperti itu! gimana kalau itu berbalik padamu, bagaimana perasaan kamu?"


"Maafin Lendla pa, Lendla akan minta maaf pada Tante Aila."


"Oke, ayo kita temui Tante Aira sama-sama."


Rajendra mengangguk, mereka menghampiri Aira yang sedang duduk di sofa dan memijat-mijat pinggang dan kakinya.


"Tante Aila, maafin Lendla ya! sebenalnya Lendla yang melempal keleleng itu ke lantai dan membuat Tante Aila teljatuh."


Semua orang yang ada di sana tercengang mendengar pengakuan anak kecil itu.


"Maafkan Rendra ya Aira, dia masih anak-anak dia hanya tau caranya bermain saja." Ucap Anindira.


"Tapi anak-anak juga tidak akan melakukan hal seperti itu jika orang tuanya mengajari mereka dengan baik?"


Semua orang terkejut dengan perkataan Aira, mereka semua tidak menyangka dengan apa yang Aira ucapkan.


Aira menyadari itu dan berkata, "Maksudku dari awal sepertinya Rendra memang tidak suka padaku, padahal aku selalu berusaha untuk membuat dia menyukaiku, aku menyayanginya seperti anakku sendiri aku ingin mencoba untuk dekat dengannya." Kata Aira mengucapkan kata-kata yang membuat semua orang simpati padanya.

__ADS_1


"Aira, sudahlah! dia hanya anak kecil kalau kamu benar-benar ingin mengambil hati Rendra, kamu harus bisa lebih sabar lagi."


"Iya, Mas Leon benar, maafkan aku mas! padahal hanya masalah kelereng saja tapi aku sudah mengeluh."


"Rendra sayang, kenapa kamu melakukan itu Nak?" tanya mamanya Leon.


"Kata mama Lendla halus jadi olang yang jujul, Lendla juga halus belani mempeltanggungjawabkan pelbuatan Lendla, Lendla melakukannya kalna Lendla tidak suka sama Tante Aila, Tante Aila menumpahkan ail minum ke wajahnya mama."


"Tapi sayang, tante gak sengaja tadi tangan tante licin, tante gak bermaksud seperti itu."


"Tadi mama juga bilang sepelti itu, makanya Lendla minta maaf sama tante."


"Dia sudah mengakuinya dan meminta maaf padamu Aira, maafkanlah dia!"


"Iya mas, aku sudah memaafkannya kok, aku hanya tidak ingin Rendra salah paham padaku dan membenciku, aku adalah calon istrimu dan nantinya aku juga akan menjadi ibu dari Rajendra aku ingin dia menerimaku."


"Tante bicala apa? Lendla gak mau punya mama lagi, mama Lendla itu Mama Dila dia tidak akan telgantikan."


"Sayang, ikut mama sebentar ya!" kata Anindira.


Anindira menggendong putranya dan membawa dia ke luar rumah.


"Mama, apa benal papa akan menikah sama tante itu?"


"Emh, Rendra kamu tau kan mama sama papa udah gak tinggal bersama lagi, kalau papa kamu mau menikah lagi itu hak papa kamu."


"tapi Lendla gak mau punya mama sepelti tante itu! kenapa papa gak nikah sama mama aja."


"Sayang, mama gak bisa nikah lagi sama papa."


"Kenapa?"


"Ini masalah orang dewasa, suatu saat nanti Rendra juga pasti akan mengerti."


"Lendla gak boleh lewel, Lendla gak boleh bikin mama sedih! Lendla gapapa kok, memangnya kenapa kalau papa menikah sama tante itu? yang penting kan papa sayangnya sama Lendla. Yang penting mama selalu belsama Lendla." Rendra mengoceh dalam hati.


"Rendra sayang, sebaiknya kita pulang sekarang aja ya!"


"Iya ma, Lendla juga mau pulang."


"Oke, kita pamit dulu pada yang lainnya."


Mereka pun pamit pada keluarga Leon.


"Sekali lagi aku minta maaf mewakili Rajendra, kami akan pulang sekarang, jika kamu perlu ke rumah sakit biar aku yang akan mengantarmu dan membayar semua biayanya."


"Tidak perlu Dira, aku gapapa cuma terasa ngilu di pinggang dan kaki aja gak ada yang luka kok, nanti aku akan meminta Mas Leon untuk membantu memijat kakiku."

__ADS_1


__ADS_2