Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang

Berbagi Cinta : Aku Dipaksa Menikah Demi Uang
Bab 51


__ADS_3

Orang misterius itu tiba-tiba menutup telponnya.


"Siapa orang ini? kenapa dia bisa tau tentangku dan orang itu?" gumam Aira, "Aku harus menemuinya dan bertanya langsung padanya."


Aira mengirim pesan pada orang misterius itu, dan memintanya untuk bertemu.


Aira mengambil tasnya dan langsung pergi untuk menemuinya.


Tanpa basa-basi Aira langsung bertanya pada orang itu, "Apa maumu sebenarnya?"


Orang itu berbalik dan menyambut Aira, "Halo Nona Aira, apa yang membuat anda bersikeras ingin menemuiku?"


"Siapa kamu, dan apa maumu?"


"Perkenalkan namaku gena."


"Gena?! kok namanya berasa familiar ya!" Aira berusaha mengingat-ingat, "Ah, jangan-jangan kamu gena bibi jahatnya wanita itu ya?"


Gena hanya tersenyum menanggapi Aira.


"Kenapa kamu cuma senyum-senyum aja?"


"Enggak, aku cuma merasa lucu aja."


"Apanya yang lucu."


"Kamu mau menikahi kakak iparmu sendiri, itu membuatku merasa geli."


"Itu bukan urusanmu! aku mau menikahi siapa itu tidak ada hubungannya denganmu."


"Lalu bagaimana dengan orang itu? apa kamu mau mengabaikannya demi menikah dengan kakak iparmu?"


"Masa bodo! sekarang aku minta kamu hapus foto-foto itu!"


"Aku sudah mengirimkan semua fotonya padamu, sekarang aku tidak memiliki foto-foto itu lagi."


"Kamu pikir aku bodoh! aku yakin selain di handphone, kamu juga punya salinan foto itu iya kan?!"


"Ternyata kamu itu lebih pintar dari keponakanku Anindira ya, kamu itu lebih ke.. licik sepertiku, hahaha."


"Jangan banyak bertele-tele, aku menginginkan foto itu! berikan ponselmu! aku akan menghapus semua foto itu dari ponsel kamu berikut salinannya!"

__ADS_1


"Oh, sepertinya kamu sangat perduli dengan foto-foto ini bukankah itu berarti kamu dan orang yang ada di foto benar-benar mempunyai hubungan yang spesial?"


"Dasar wanita tua kurangajar! kamu sudah tua masih saja mencari masalah, aku tau apa yang di inginkan oleh orang-orang seperti kamu, kamu ingin uang kan? kamu mencoba memerasku dengan foto-foto itu! baiklah berapa yang kamu mau untuk semua foto-foto itu?"


"Wow, menakjubkan! aku belum bicara apa-apa tapi kamu sudah mengerti semuanya, memang orang-orang licik seperti kita ini bisa langsung saling memahami satu sama lain ya."


"Diam, aku tidak selicik dan sejahat kamu! aku minta sekarang juga hapus semua foto itu! aku akan memberikan berapapun yang kamu mau."


"Kamu yakin sanggup memberikan berapapun yang aku minta?"


"Berapapun aku sanggup."


"Baiklah, kalau begitu aku minta 1M untuk semua foto."


"Apa?! gila kamu ya! kamu mau membuatku bangkrut? uang 1M itu bukan uang yang sedikit."


"Itu bukan urusanku, aku hanya berurusan dengan uang."


"Kamu kira cari uang itu gampang? aku sanggup memberimu uang berapapun, tapi kalau 1M.. dari mana aku punya uang sebanyak itu?!"


"Aku tidak mau tau! wajarlah aku meminta uang segitu, karna bukan untuk harga foto saja aku juga punya beberapa video loh jadi seimbanglah dengan harga segitu, aku sebut ini adalah sebuah bisnis bukan pemerasan."


"video?! vi, video apa yang kamu maksud?!"


Wajah Aira tampak pucat dia semakin panik mendengar gena mengatakan itu.


"Tenanglah, video itu masih aman bersamaku. Tapi kalau kamu tidak sanggup memberiku 1M, maka maafkan aku jika foto dan video itu akan tersebar dan sampai ke rumahnya Pradana, oh bukan hanya itu saja aku juga akan membawa dia untuk menemuimu dan memperkenalkannya pada calon suamimu itu."


"Kamu, kamu jangan coba-coba melakukan itu! atau aku akan.."


"Akan apa? memangnya apa yang bisa dilakukan gadis kecil sepertimu? lagi pula aku sedang berbaik hati hari ini dia bilang dia sangat merindukanmu loh, kalau aku membawanya bertemu denganmu dia pasti akan sangat senang."


"Jangan bawa dia ke hadapanku, katakan padanya aku tidak ingin bertemu lagi dengannya! sekarang aku adalah calon istri dari Leon Pradana seorang CEO terkenal di kota ini, dan pernikahan kami akan berlangsung sebentar lagi tidak ada yang boleh merusak kebahagiaanku saat ini!"


"Baiklah, baiklah tenang! berikan uangnya dan semuanya akan aman bersamaku."


"Aku akan menyiapkan uangnya, beri aku waktu sampai pernikahanku dengan Leon selesai."


"Berapa lama?"


"Satu minggu setelah acara pernikahanku."

__ADS_1


"Tidak mau! itu terlalu lama."


"Lima hari!"


"Besok, aku mau kamu menyiapkan uangnya besok kalau tidak.."


"Sialan, dasar licik! kamu benar-benar berniat untuk memerasku?"


"Stt.. aku bilang ini adalah sebuah bisnis bukan pemerasan kalau aku memberimu waktu selama itu, bukan bisnis namanya, dalam bisnis tidak ada tawar menawar atau hutang pihutang."


"Oke, aku akan menyiapkan uangnya besok! tapi kamu harus berjanji untuk menghapus semua foto dan salinannya, berikut videonya juga!"


"Deal."


"Awas saja, jika kamu mencoba untuk menipuku kamu tidak akan selamat." Kata Aira sambil pergi meninggalkan gena.


Aira merasa marah, jengkel, dan juga panik.


"Aku yakin orang licik dan sebusuk dia pasti masih punya banyak akal untuk melancarkan aksinya, bukan hanya salinan foto dia juga pasti sudah mencetak foto-foto itu, aku harus melakukan sesuatu." Kata Aira sambil menggerutu.


Tiba-tiba di tengah perjalanan ada seseorang yang menghadang mobilnya Aira.


Aira terkejut saat melihat orang yang ada si depan mobilnya.


"Aira?" kata orang itu.


Mata Aira melotot dia seolah-olah masih tidak percaya kalau orang yang sedang berdiri di depan mobilnya adalah orang yang pernah terlibat dalam kehidupannya waktu di luar negri.


Dia bergegas keluar dari mobilnya dan bicara pada orang itu dengan perasaan panik.


"Kamu, kamu mau apa ke sini? kenapa kamu ada di sini?" bentak Aira.


"Aira, Aira dengarkan aku dulu! aku ke sini untuk menemuimu aku sangat merindukanmu."


"Apa kamu sudah kehilangan akal? hubungan kita sudah berakhir, kita tidak punya hubungan apa pun lagi."


"Tidak Aira, ini salah! aku sangat mencintaimu kamu memutuskan untuk pulang dan tidak pernah memberi kabar lagi padaku, aku selalu menunggumu Aira, aku tidak pernah sekalipun melupakanmu."


"Tidak! aku sudah tidak ingin bersamamu lagi, aku akan menikah dengan orang lain kenapa kamu harus datang di saat seperti ini, di saat aku akan menjalani hari bahagiaku bersama orang yang aku cintai!"


"Itu tidak benar, bukankah waktu itu kamu mengatakan kalau kamu sangat mencintaiku? aku, aku juga mencintaimu kita saling mencintai Aira bahkan kita sudah melakukan.."

__ADS_1


"Tidak!" Aira berteriak sambil mengepalkan tangannya, "Itu adalah cerita lama, hubungan kita sudah berakhir semenjak kepulanganku waktu itu."


"Tapi, kita tidak pernah mempunyai masalah apa pun kita begitu bahagia kan waktu itu? dan ketika kamu memutuskan untuk pulang kamu juga masih sempat mengatakan kamu akan selalu mencintaiku dan tidak akan pernah melupakanku."


__ADS_2