
Malam telah berlalu, perlahan pepohonan terlihat menghijau, hitam pergi tergeser mentari, terlihat merah menantang menerangi, burung-burung berkicau riang bersaut-sautan, menyongsong datangnya sinar mentari di ufuk timur, tapi entah kenapa hati ini terus saja merasa gelisah.
Tok, tok, tok, suara ketukan pintu.
"Ya, sebentar," Rajendra membuka pintu.
"Apakabar Rendra?"
"Papa?!"
Merekapun duduk di kursi depan rumah.
"Kenapa papa baru datang lagi?"
"Maaf, papa sibuk, bukankah papa selalu mengirim pesan padamu, kenapa kamu tidak membalas pesan dari papa?"
"Aku juga sibuk dengan kuliahku."
"Oh ya, bagaimana dengan kuliahmu?"
"Baik-baik saja, aku betah di sana."
"Baguslah kalau begitu, mau pergi jalan-jalan?"
"Jalan-jalan?!"
"Iya, ini hari libur, kamu pasti lelah belajar ketat selama enam hari berturut-turut dalam satu minggu, di tambah dengan kegiatan lainnya, bukankah kita perlu melakukan sesuatu untuk menghilangkan rasa penat, ayo kita buat sesuatu yang menyenangkan!"
"Baiklah, papa mau melakukan apa?"
"Bagaimana kalau kita cari jajanan, pergi ke tempat permainan, memancing, lalu bersepeda bersama."
"Oke,"
"Leon, mau apa dia kesini?" gumam Anindira di balik pintu rumah.
"Tapi aku harus minta izin mama dulu, emm.. pa, apa kita tidak bisa pergi bertiga?"
"Tidak," Ucap Anindira seraya tersenyum, "Mama ada kerjaan, kalau kamu mau pergi bersama papa pergi saja, bersenang-senanglah."
"Oke ma,"
"Mama masuk dulu ya, masih ada kerjaan."
"Iya,"
"Rendra, ayo kita pergi."
Rendra mengangguk.
"Kamu mau melakukan apa dulu?"
"Kita cari jajanan saja dulu sambil bersepeda, habis itu kita pergi ke Timezone, lalu memancing."
"Oke bos kecil," Sambil mengacak-acak rambutnya.
"Jangan perlakukan aku seperti anak kecil, aku sudah dewasa." Kata Rajendra seraya tersenyum kecil.
Leon tersenyum mendengar perkataan putranya, "Ya, anak papa memang sudah dewasa sekarang, hmm, tadi kamu bilang apa, pergi ke Timezone?"
"Iya,"
"Papa kan belum menentukan kita akan pergi ke tempat permainan apa, kenapa kamu bilang ke Timezone?"
"Papa yang mengajakku pergi, berarti aku boleh melakukan apapun dan pergi kemanapun yang aku mau, seharusnya papa setuju saja dengan apa yang aku katakan."
"Oke, oke, sesuai permintaan, kita turun di sini, cari jajanan dulu." Kata Leon turun dari mobil.
"Kamu mau beli jajanan dimana, di tempat yang ramai itu, atau di supermarket?"
"Namanya pasar pa."
"Iya, papa tau, jadinya dimana?"
"Di sini aja, di sini kita bisa dapat banyak jajanan dengan harga yang murah." Pilihan Rajendra jatuh pada jajanan pasar.
__ADS_1
"Oke, come on boy,"
Mereka memilih beberapa jajanan untuk bekal ngemil mereka.
Sementara itu Anindira merasa sakit kepala, setiap kali melihat Leon hatinya selalu merasa kesal.
"Haah, aku sudah melakukan hal yang benar dengan menolak pergi bersama Leon, biarkan saja Rendra pergi bersamanya, tapi awas saja kalau sampai dia merebut rendra juga dariku tak akan ku maafkan."
Tok, tok, tok,
"Siapa?!"
"Ini aku Dira, Clair,"
Anindira membuka pintu, "Oh, kamu Clair, ayo masuk."
"Kamu lagi apa?"
"Aku gak lagi ngapa-ngapain kok, gak ada kerjaan juga di rumah."
"Kamu gak jalan-jalan sama Rendra, kemana gitu? ini kan hari libur, Rendra juga pasti pengen banget liburan sama mamanya."
"Rendra lagi gak ada di rumah, makanya aku gak tau mau ngapain."
"Loh, emang Rendra kemana?"
"Jalan sama papanya."
"Leon maksud kamu?"
"Iya, siapa lagi, Rendra kan cuma punya satu papa."
"Kalau nambah satu papa lagi kayaknya asik tuh." Goda Claira.
"Haah, gak minat aku."
"Mmm, kacian sahabatku ini lagi galau ternyata," Ucap Claira sambil memeluknya, "Eh, daripada kamu galau mending jalan-jalan sama aku."
"Kemana?"
"Ngapain shopping aku kan punya Butik..." Ucapan Anindira tiba-tiba terhenti ketika menyebut kata Butik.
Claira merasa serba salah, "Ayolah Dira, ini kan hari libur harusnya kita happy-happy dong?"
"Iya deh iya, aku siap-siap dulu ya,"
"Sip,"
Sepuluh menit kemudian, "Aku udah siap, yuk, berangkat!"
"Ayo," Claira menggandeng tangan Anindira.
"Tapi jangan Shopping di Toko atau Butik ya,"
"Terus dimana dong?"
"Gimana kalau Shoppingnya di pasar, berburu diskon, sambil beli jajanan pasar."
"Emm, kayaknya seru juga, ayo kita berburu diskon." Claira sangat bersemangat.
"Malah jadi dia yang bersemangat." Anindira geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil.
"Kamu yang nyetir ya, tanganku pegel." Ucap Claira sambil melempar kunci mobilnya pada Anindira.
Anindira menangkap kunci mobil itu, "Ya ampun, iya, iya,"
"Ayo, berangkaat."
...
Leon memarkir mobilnya agak jauh dari pasar.
"Pa, ayo kita sewa sepedanya dulu!"
"Kamu mau pakai sepeda ke sana? gimana caranya?"
__ADS_1
"Ya dinaikin lah pa, terus di kayuh, masa gitu aja papa gak tau."
"Hahaha, sejak kapan kamu punya selera humor seperti itu?"
Mereka berdua pergi ke tempat sewa sepeda, setelah mendapatkan sepeda yang cocok, mereka pun memasuki pasar dengan menaikinya.
Mereka memarkir sepedanya di tempat parkir yang ada di pasar itu, lalu mereka membeli beberapa camilan dan minuman.
Sementara itu Claira, dan Anindira baru saja sampai di sana.
Ketika mereka memasuki pasar, dan melihat-lihat pakaian berdiskon, Anindira melihat dua orang berjalan melewati mereka.
Dia merasa familiar dengan kedua orang tersebut.
"Itu Rendra sama Bang Leon bukan ya?! ah, mungkin cuma mirip saja, gak mungkin kan dia membawa Rendra ke sini untuk membeli jajanan pasar, dia kan selalu so keren." Katanya bergumam.
"Dira, Dira,"
"Ah iya,"
"Kok bengong sih,"
"Enggak, aku kira tadi aku melihat seseorang yang ku kenal."
"Siapa?"
"Ah, bukan siapa-siapa seertinya aku salah lihat."
"Oh, ya udah ayo, katanya mau berburu diskon."
"Iya, iya, Ayo,"
Mereka memborong pakaian, tak lupa Anindira membelikan beberapa baju juga untuk anaknya.
"Dira kita beli jajanan yuk, aku laper nih."
"Iya, terserah kamu mau kemana, yuk jalan."
Claira tersenyum puas.
Ketika mereka baru saja membeli beberapa jajanan mereka bertemu dengan Leon dan Rajendra di sana.
Anindira dan Leon saling tatap.
"Jadi yang aku lihat tadi itu beneran dia? kok tumben dia mau membeli jajanan pasar." Ucap Anindira dalam hati
"Mama?! mama di sini?"
Anindira mengalihkan pandangannya, "Iya, mama sama Tante Clair ke sini untuk membeli camilan."
"Hai Rendra,"
"Hai Tan,"
"Apa kamu bersenang-senang hari ini?" Tanya Anindira.
"Entahlah, kami belum melakukan apapun."
"Jadi kamu mau pergi kemana sekarang?"
"Bersepeda, dan pergi ke Timezone."
"Kami juga berencana untuk memancing, mungkin Rendra akan pulang malam hari ini." Sambung Leon.
"Mama ajak Tante Clair dan Paman Dean saja untuk makan malam, tidak usah menungguku."
"Ckk, ternyata anakku sudah dewasa ya sekarang, baiklah tidak masalah, nanti malam aku akan makan malam tanpa putraku."
"Ma, jangan bicara begitu, Rendra jadi gak tega membiarkan mama makan malam sendiri."
"Sesuai ucapanmu pangeran, Mama akan mengajak Tante Clair dan Paman Dean untuk makan malam bersama mama, kamu pikir mama bisa makan malam sendiri apa."
"Syukurlah,"
"Oke, Mama, dan Tante Clair pulang dulu, sampai jumpa pangeranku." Seraya mengusap pipi Rajendra.
__ADS_1
"Sampai jumpa ma,"