Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 32


__ADS_3

Pov Karina


' Rasain, bang! Jujur aku gak tahu jika kamu mau merayu aku dengan cara seperti ini. Tapi kini aku tidak bodoh, aku akan membuat perhitungan dengan kalian, " ucapku dalam hati.


" Tapi abang baru mulai bekerja, " ucap Rudi ingin berkilah dari janjinya padaku.


" Ya udah, kalau Abang gak mau, " ucapku merengek.


Rudi sempat berpikir lama, dia tidak ingin di repotkan dengan urusan biaya-biaya rumah tangga. Namun di lain sisi, sang ibu mendesaknya untuk merayu Karina.


" Baiklah, nanti abang cari kontrakan. " Rudi mengiyakan permintaan ku.


Selang beberapa menit perawat datang untuk memeriksa keadaan ku. Setelah mengecek semua kondisi badanku, akhirnya aku di perbolehkan untuk pulang.


Ardi membantuku untuk membawa perlengkapan ku. Sedangkan Rudi mendorong ku dengan kursi roda, dan aku menggendong anakku.


Aku naik ke mobil Ardi, karena Rudi naik motor ke rumah sakit.


Di dalam perjalanan pulang, aku dan Ardi terdiam. Karena memang tak ada bahan pembicaraan. Aku berpikir Ardi masih marah kepadaku.


" Karin, kenapa kamu tiba-tiba kembali pulang bersama Rudi? Bukankah tadi kamu kekeh ingin pulang ke rumah kakak mu? " Ardi membuka pembicaraan.


" Aku hanya ingin memberi pelajaran pada Rudi, " balasku.


" Pelajaran? " Ardi tercengang mendengar jawaban ku.


" Kau tidak perlu tahu apa yang akan aku lakukan, dan jangan lagi mengganggu ku. "


Ardi kembali terdiam, dan tak lagi berbicara. Sikapnya sangat misterius, aku tidak mengerti dengan Ardi. Apa yang sedang dia rencana kan untuk aku ataupun Rudi? Semua masih tanda tanya bagiku, dan aku harus mencari jawabannya.


Pov Ardi


Aku senang dengan keputusan Karina yang pulang ke rumah. Awalnya aku ingin marah, karena aku tidak akan bisa membalas dendam lagi pada Rudi.


Aku sengaja mendekati Karina, karena ingin membalas perbuatan ibunya Rudi. Karena Ambar telah merebut bapakku dari ibuku. Aku baru mengetahui jika Rudi tidak pernah mencintai Karina. Dan hal itu mungkin berat untuk ku membuat Rudi patah hati.


Tapi aku tidak akan kehabisan akal, untuk membuat mereka menderita.


Aku sengaja membuat mereka percaya kepadaku, untuk mengurus tanah bapakku yang ada di kota.


Aku menjadi anak yang penurut, karena aku mempunyai suatu rencana.


Setelah aku amati, ternyata kehidupan Karina terbilang miris. Dan aku mulai bersimpati padanya. Aku tak menyangka jika perubahan pada dirinya sangat drastis.

__ADS_1


Dulu memang wajahnya sangat tak menarik. Aku sangat terkejut, saat Karina menunjukkan foto lamanya. Namun kini aku akui, Karina terlihat sangat cantik.


Aku sedikit tergoda dan ingin membantunya, membalaskan dendam pada Rudi.


" Karin, kenapa kamu tiba-tiba kembali pulang bersama Rudi? Bukankah tadi kamu kekeh ingin pulang ke rumah kakak mu? " Aku membuka pembicaraan, karena ku lihat wajah Karina yang terlihat murung.


" Aku hanya ingin memberi pelajaran pada Rudi, " jawabnya sembari menoleh ke arahku.


Aku senang dengan jawabannya, pasti akan mempermudah aku untuk membalaskan dendam ibuku.


Aku akan terus perhatian pada Karina, dan membuat Rudi menjadi cemburu.


Sesampainya di rumah, aku membantu Karina untuk masuk ke dalam rumah.


Pov Author


Sudah ada Ambar dan bapakku yang berdiri di depan pintu. Menyambut kedatangan cucunya, yang ingin mereka rebut dari Karina.


" Ardi, dimana Rudi? " tanya Ambar yang terlihat bahagia.


" Tadi dia pulang bareng, tapi kok belum sampai? " ucap Ardi. " Mungkin dia pulang ke rumahnya, " sambungnya.


" Loh, 'kan ibu suruh urus istrinya! Kenapa dia malah ngurusin si Silvia? " Ambar terlihat berpura-pura cemas.


" Enggak tahu, " jawab Ardi malas, dia langsung menaruh tas Karina ke dalam kamar.


" Maaf Bu, sebaiknya jangan keseringan di gendong. Nanti jadi bau tangan, " ucap Karina dengan nada ketus.


Karina pun masuk ke dalam rumah, dan berjalan ke dalam kamar.


" Ish anak itu, semakin besar kepala! " gumam Ambar yang terlihat sinis melihat masuk ke dalam kamar.


Karina hanya tersenyum simpul, melihat sikap mertuanya. Dia tahu jika mertuanya saat ini sedang kesal, karena di acuhkan oleh Karina.


Setelah masuk ke dalam kamar, Karina merebahkan anaknya di atas tempat tidur.


" Karina, siapa nama cucu ibu? " tanya Ambar yang sudah berdiri di depan pintu.


" Arjuna Bagas, " jawab Karina yang sedang menidurkan anaknya.


" Arjuna? Siapa yang memberikan nama? " tanya Ambar.


" Aku, " jawab Ardi.

__ADS_1


" Loh kok, bukannya Rudi? " Ambar terkejut mendengar jawaban Ardi yang berdiri di belakangnya.


" Rudi, sedang bingung, " jawab Ardi.


" Bingung, kenapa? " Ambar semakin bingung.


" Dia bingung karena permintaan ku, " jawab Karina menyela pembicaraan mereka.


" Maksudnya, kamu mau minta apa? " Ambar di buat bingung dengan sikap Ardi dan Karina.


" Aku mau mengontrak, dan tinggal bersama bang Rudi. " Karina menatap ibu mertuanya.


" Apa? Kamu jangan konyol Karina, itu permintaan yang tidak masuk akal. " Ambar terlihat emosi, karena semua di luar rencananya.


" Kalau bang Rudi gak mau, aku akan langsung pergi ke rumah kakakku, " ujar Karina yang mengancam Ambar, dia langsung berdiri dari duduknya


Ambar terlihat ketakutan, jika Karina akan membawa anaknya.


" Ba-baiklah, nanti ibu carikan kontrakan. Tapi untuk saat ini Rudi baru saja bekerja, dia belum punya uang. " Ambar ingin mengecohkan Karina.


" Suruh saja Silvia tinggal di sini, aku maunya bersama bang Rudi, " desak Karina.


" Haduh, kenapa jadi merepotkan begini! " Ambar terlihat kesal dengan permintaan Karina.


" Bagaimana? " tanya Karina, " aku mau malam ini juga, " desak Karina.


" Ya udah, ibu mau ke rumah Rudi. " Ambar langsung bergegas ke rumah Rudi.


Ardi langsung pergi meninggalkan Karina, dan bergegas menuju rumah Rudi. Dia ingin tahu tentang keputusan Rudi, yang harus menuruti keinginan Karina.


Ardi telah sampai di depan rumah Rudi, melihat Ambar sedang berbicara pada Silvia.


" Silvia, sebaiknya kamu turuti keinginan ibu. Kalau kamu masih mau bersama Rudi. Karina akan tinggal bersama Rudi untuk sementara waktu, sampai ibu, bisa mengambil anaknya. "


" Tapi Bu, aku gak sudi jika bang Rudi harus berduaan dengan Karina, " rengek Silvia.


" Rudi akan mendapatkan harta warisan, jika dapat memberikan anak. Sedangkan kamu mandul, dan tidak bisa memberi keturunan. Ibu aja belum pernah liat sawah kamu yang katanya ada 5 hektar di kampung. Dan juga mana keluargamu? " Ambar mulai mempertanyakan status Silvia.


" Iya Bu, aku akan pindah ke rumah Ibu. " Silvia terlihat lesu, dan dia langsung masuk ke dalam kamar.


Ardi yang sempat mendengar pembicaraan mereka, akhirnya berjalan mendekati Ambar. Dia pura-pura tidak mendengar semua perbincangan antara menantu dan mertua.


" Bu, apakah Rudi sudah pulang? " tanya Ardi sambil melihat ke dalam rumah Rudi.

__ADS_1


" Belum, " jawab Ambar dengan nada ketus. " Sejak kapan kamu di situ? " tanya Ambar.


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2