
Selang beberapa menit, suhu tubuh Arjuna kembali normal. Setelah bidan memberikan obat kepada Arjuna, dengan menyuntikkan ke dalam cairan infus.
" Denyut nadinya kembali normal, dan anak ibu tidak lagi kejang. " Bidan memberikan penjelasan pada Karina.
Kini Karina merasa lebih tenang, karena keadaan anaknya sudah membaik.
" Untuk lebih jelasnya, kita harus menanyakan pada ibu mertua Anda. Apa yang telah dia lakukan pada anak ibu? " tanya kepala bidan.
" Seperti nya tidak mungkin, karena dia mengalami gangguan jiwa. Tadi dia berhalusinasi untuk menyusul anaknya yang telah meninggal, " ujar Karina.
" Ya sudah, kami sudah mengumpulkan bukti yang cukup. Kami bersedia menjadi saksi, jika ibu berniat mempolisikan ibu mertuanya. " Penjelasan dari bidan.
" Iya, nanti aku akan pikirkan lagi. Sebaiknya aku melihat keadaan anakku dulu, " ucap Karina yang langsung berdiri dan menghampiri Arjuna.
Karina berdiri di sisi ranjang, melihat keadaan sang anak yang masih tertidur pulas dengan selang infus dan oksigen berada di bagian tubuhnya. Sangat miris hati kecil nya, melihat anak sekecil Arjuna harus merasakan jarum yang menempel di tubuhnya.
" Maafin mama, Nak! " lirih Karina sambil mengusap air matanya.
" Terima kasih, Bu! Berkat bantuan kalian, anakku kembali sadar. " Karina memegang jemari kecil tangan Arjuna
" Iya sama-sama, semoga anak ibu cepat pulih. Sebisa mungkin kami membantu, pasien. " Bidan di sebelah Karina pun mengulas senyum.
" Kita hanya perlu mencari tahu, apa penyebab anak ibu bisa seperti ini. " Bidan mencoba berdiskusi dengan Karina.
" Kring ... kring ... "
Terdengar bunyi telepon milik Karina.
" Bu, sebaiknya jawab dulu panggilan telepon nya, " kata bidan
Karina langsung mengambil ponselnya di dalam tas yang di taruh di atas meja.
" Halo, "
Karina menjawab panggilan masuk.
" Halo, Karin. Kamu dimana? "
Tanya Ardi
" Perkelahian kalian sudah berakhir? "
Tanya Karina
" Sudah, sekarang kamu ada di mana? "
Jawab Ardi.
" Aku di bidan, aku mau kamu tanyakan pada ibu tirimu, apa yang telah di perbuat nya sampai-sampai anakku akan meregang nyawa? "
Karina mendesak Ardi.
" Baiklah, nanti akan aku tanyakan. Sekarang kamu di bidan mana? "
__ADS_1
tanya Ardi mengulang pertanyaan nya
" Nanti akan aku beritahu, sekarang Abang tanyakan saja pada ibu Ambar. Apa yang telah dia lakukan? "
Karina langsung menutup sambungan telepon seluler nya.
Dalam benak Karina, kejadian yang dia alami hari ini sungguh misteri. Apa yang sedang mereka rencanakan? Dan rahasia apa yang sebenarnya Karina tidak mengetahuinya?
" Sebaiknya, aku memikirkan keadaan anakku. Setelah itu, aku akan mencari tahu tentang semua kejadian ini. " Karina bertekad, akan mencari pembenaran.
Malam ini, Karina menginap di bidan dekat rumahnya. Karena kondisi Arjuna, masih dalam tahap observasi.
Jika mengalami sesak nafas, maka akan di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Seharusnya Karina langsung membawanya ke rumah sakit. Hanya saja, jarak rumah sakit cukup jauh. Sedangkan keadaan Arjuna sudah sangat lemas. Karina harus mengutamakan keselamatan sang anak.
" Bu, apakah Anda sudah makan? " tanya salah seorang bidan jaga bernama Elin yang tertulis di name tag nya
" Belum, " Karina menggelengkan kepalanya. Dia tidak merasakan lapar, karena cemas melihat kondisi Arjuna.
" Mie goreng, mau? " tanyanya seraya menyodorkan sepiring mie goreng.
" Boleh, buat pengganjal perut. Karena sudah sangat lapar sekali, " ujar Karina yang mengambil piring berisi mie goreng.
Hari menjelang pagi, dering telepon Karina terus berbunyi.
" Bu, " panggil Elin yang datang menghampiri Karina sambil menepuk pundaknya.
" Iya, Sus? " tanya Karina sambil mengerjapkan kedua matanya. Sepertinya Karina sangat kelelahan karena kejadian kemarin.
" Handphone nya terus berbunyi, barangkali penting? " tanya Elin memberitahu Karina. " Saya mau pamit pulang, karena waktu jaga akan berakhir, " imbuhnya.
" Oh iya, terima kasih. " Karina langsung mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.
" Bang Ardi? " gumam Karina yang langsung menekan tombol hijau
" Halo, ada apa Bang? "
" Kamu dimana? Abang akan jemput, "
" Tidak perlu, aku bawa motor sendiri. "
" Abang mau lihat Arjuna, apakah dia baik-baik saja? "
" Dia sedang tidur, "
" Sekarang beritahu abang, kamu ada dimana? "
" Bang, aku sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga mu. Aku harap jangan ganggu aku dan anakku lagi, "
" Karina, abang cinta sama kamu. Kenapa kamu gak bisa buka hati untuk abang? "
" Maaf Bang, aku mau sendiri dulu. Jangan ganggu aku dan anakku. "
__ADS_1
Karina langsung menutup sambungan telepon seluler nya. Dia memutuskan untuk tinggal di rumah Diana. Karena Ardi sebelumnya tidak pernah ke rumah Diana.
Usai pemeriksaan Arjuna, Karina langsung membayar semua biaya perawatannya. Karina hanya membawa peralatan makeup, dan juga dompet yang berisi ATM. Baju-baju Arjuna di bawa sebagian, untuk selanjutnya Karina akan memberikan nya lagi.
Uang tabungan Karina kini sudah banyak, sehingga dia bisa mempersiapkan hidup bersama Arjuna.
Segera dia melajukan motornya menuju rumah Diana. Jarak nya cukup jauh, namun Arjuna sangat di percayakan di asuh oleh Diana.
Sebelumnya Karina meminta ijin kepada atasannya, jika satu hari ini dia tidak masuk. Dan dia menjelaskan tentang keadaan dirinya yang sebenarnya pada bu bos. Dan Christina pun mengijinkan Karina menyelesaikan masalahnya selama satu hari.
Satu jam perjalanan, Karina lalui bersama Arjuna. Mereka pun sampai di rumah Diana.
Karina memarkirkan motornya, di halaman rumah Diana.
" Tok, tok, tok ... "
Karina mengetuk pintu rumah Diana, kemudian terdengar suara orang dari arah dalam
" Iya, sebentar! " Suara Farhan suaminya Diana menjawab.
Pintu pun terbuka, terlihat Farhan terkejut melihat Karina sudah berdiri di depan pintu bersama anaknya.
" Karina? " panggilnya.
" Mas, ada kak Diana? " tanya Karina.
" Dia lagi pergi ke sekolah, karena ada rapat orang tua murid. " Farhan menjawab.
" Mas, aku boleh masuk? " tanya Karina dengan raut wajahnya yang terlihat lelah.
" Tante ... " keponakan yang kecil pun menghampiri Karina.
" Keysa, " panggil Karina.
" Ayo masuk! " Farhan menyuruh Karina masuk ke dalam rumah.
" Terima kasih, " jawab Karina yang telah masuk ke dalam rumah bersama Keysa.
" Tante, aku kangen sama Tante. " Keysa langsung memeluk Karina.
" Tante juga, " jawab Karina sambil mengulas sendiri.
" Karina, sini Arjuna biar Mas yang gendong. Kamu makan aja dulu, " ucap Farhan.
" Mas, aku mau cuci tangan dulu. " Karina memberikan Arjuna pada Farhan.
" Keysa, kamu temani Tante makan, ya! " Karina menuntun tangan Keysa
Mereka menuju dapur, untuk mengambil hidangan yang telah di masak oleh Diana.
" Tan, besok aku mau sekolah TK. " Keysa laporan pada Karina.
" Wah, keponakan Tante sudah besar. Besok mau sekolah, " ucap Karina memuji Keysa. Mereka pun makan sepiring berdua di ruang tamu.
__ADS_1