Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
95


__ADS_3

Teriakan Silvia membuat Ardi dan Karina menoleh ke arah sumber suara.


"Bang, sepertinya ada yang terjatuh," ucap Karina yang memberitahu Ardi


Karina dan Ardi menoleh ke arah sumber suara. Lalu terkejut saat melihat ada seseorang yang tercebur di kubangan lumpur.


"Ardi..." Silvia pun bangun lalu berdiri.


Tubuhnya sudah penuh dengan lumpur, begitu juga wajahnya yang juga tertutup oleh lumpur.


Ardi terkejut saat mendengar namanya di panggil oleh seorang perempuan yang tubuhnya penuh lumpur.


"Bang, siapa dia? Kenapa bisa memanggil namamu?" tanya Karina yang langsung menoleh ke arah Ardi.


Ardi hanya menggelengkan kepalanya, tanpa menyadari jika wanita itu adalah Silvia.


Wanita berbalut lumpur itu pun berjalan menghampiri Karina dan juga Ardi. Karina memundurkan langkahnya, lalu mengambil Arjuna dari tangan Ardi.


"Bang, apakah dia  istrimu?" tanya Karina dengan tatapan curiga.


Ardi bingung dengan tuduhan Karina, walaupun sebelumnya Karina memang sudah curiga kepadanya. Namun bagi Ardi itu hanyalah tuduhan candaan, tetapi mengapa ada seorang wanita yang kini mengenalinya?


Ardi baru saja mengingat jika Silvia berada di sekitaran hotel. Segera Ardi menghampiri Karina yang kini sudah berada di dalam mobil.


"Karin, dengarkan aku. Aku tak pernah punya istri selain kamu," ucap  Ardi yang sudah berdiri di sebelah mobil lalu menundukkan kepalanya ke arah kaca jendela.


Silvia semakin mempercepat langkah kakinya, lalu memanggil nama Karina.


"Karina...."


Karina terkejut saat wanita itu memanggil namanya, "Bang, wanita itu memanggil namaku!"


Karina segera masuk ke dalam mobil, agar bisa terlepas dari Silvia.


"Ardi, pengecut!" teriak Silvia saat melihat Ardi yang terburu-buru masuk kedalam mobil.


"Bang, siapa sebenarnya wanita itu?" tanya Ardi.


"Pak, cepat jalan!" Ardi memerintahkan sang sopir untuk segera menjalankan mobilnya.


"Bang, bisa kau jelaskan!" desak Ardi


"Nanti saja aku jelaskan, sebaiknya kita kembali ke hotel dan langsung pulang," ucap Ardi panik.

__ADS_1


Sementara Silvia terlambat mengejar Ardi karena langkahnya terhambat oleh kubangan lumpur.


"Dasar pengecut," umpat Silvia seraya menceburkan dirinya ke dalam kali kecil.


Kemudian Silvia membersihkan tubuhnya dari sisa lumpur yang masih menempel dibajunya. Sementara baru terlihat penduduk sekitar, yang melihat Silvia sedang menceburkan dirinya di dalam kali.


"Neng! Lagi ngapain?" tanya seorang ibu bersama suaminya yang melintas melihat Silvia sedang membersihkan dirinya.


"Lagi bersihin lumpur, emangnya lagi main waterboom?" Silvia menjawab dengan kesal.


"Waterboom, apa Neng?" tanya suami dari ibu tersebut.


"Pak, saya abis kecebur di sawah. Dan badan saya banyak lumpur, bisa tolongin saya gak?" tanya Safira


Kedua pasangan suami istri itu saling melempar pandangan.


"Bagaimana Pak, apa kita bantu dia?" tanya sang istri.


"Terserah ibu," jawab sang suami sembari menaruh cangkulnya ke tanah.


Sepasang suami istri itu ingin mengolah ladang yang berada di seberang sawah. Kebetulan ladangnya melewati kali kecil, dimana terlihat Silvia sedang membersihkan dirinya.


"Iya, udah kayaknya kasihan melihat wanita itu basah kuyup." Sang istri langsung menaruh rantang dan juga ceret ke tanah.


"Nama kamu siapa?" tanya wanita yang membantu Silvia keluar dari kali.


"Via," jawab Silvia seraya memeras sudut bajunya.


"Sepertinya kamu bukan orang sini?" tanya suami dari ibu tersebut.


"Iya, aku bukan orang sini. Asalku dari kota." Silvia menjelaskan. "Bisa pinjamkan baju untukku? Badanku sudah terasa dingin," ucap Silvia yang tidak ingin berlama-lama menjelaskan tentang jati dirinya.


"Baiklah, kamu ikut ibu pulang ke rumah." Wanita itu mengajak Silvia untuk ke rumahnya. "Bapak ke ladang saja dulu, nanti ibu susul."


"Baik," jawab suami dari ibu tersebut.


Kemudian Silvia mengikuti ibu-ibu tersebut berjalan ke rumahnya.


Sepanjang jalan, para warga melihat penampilan Safira yang basah kuyup. Dan mereka melihat Silvia dengan tatapan kasihan.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah ibu yang menolong Silvia. Dia langsung membersihkan diri, lalu memakai baju yang di berikan oleh ibu tadi.


"Terima kasih atas bantuannya," ucap Silvia yang langsung bergegas pergi. Kemudian dia pun berjalan menyusuri deretan rumah-rumah penduduk. Mencoba mencari petunjuk tentang keberadaan Ardi.

__ADS_1


Sementara Ardi sedang berkemas untuk kembali ke kota. Karena acara honeymoonnya terganggu dengan kehadiran Silvia.


"Bang, kamu belum jelaskan siapa orang yang tadi mengenali kita?" tanya Karina yang terus mendesak  Ardi.


"Karin, sebaiknya kita kembali pulang. Hal itu akan kita bahas dirumah." Ardi akan mencoba menjelaskan semuanya kepada Karina. Karena cepat atau lambat semua rahasianya akan terbongkar.


"Kita berkemas, dan aku berjanji jika sudah sampai di rumah, semua akan aku jelaskan." Ardi telah merapikan semua baju-baju miliknya dan juga Karina ke dalam koper.


Karina akhirnya terdiam, kemudian dia mengemas baju Arjuna. Setelah merapikan seluruh pakaiannya, Ardi langsung menggendong Arjuna. Lalu menghubungi karyawannya untuk membawakan semua koper-kopernya.


"Kamu sudah selesai?" tanya Ardi saat melihat Karina telah merapikan baju Arjuna.


"Sudah," jawab Karina.


Kemudian Ardi dan Karina segera bergegas keluar dari kamar hotel, diikuti karyawan yang membawa koper mereka.


Mobil Ardi telah terparkir di halaman depan lobby hotel, kemudian Karina dan Arjuna pun masuk ke dalam mobil.


Semua koper telah rapi masuk ke dalam bagasi mobil. Lalu Ardi kembali mengecek mobilnya, agar tidak ada Silvia yang kembali menyusup ke dalam bagasi mobilnya.


Usai memeriksa seluruh sisi mobil, Ardi langsung masuk ke dalam mobil. Lalu melajukan mobilnya pergi meninggalkan hotel.


Sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan antara Karina dan juga Ardi. Karena Karina masih penasaran dengan wanita yang memanggil Ardi dan juga dirinya.


Mobil mereka telah menjauh dari kawasan hotel, lalu melewati perkampungan yang jumlah penduduknya masih terbilang sedikit. Jarak antara rumah para penduduk sekitar lima puluh meter. Dan masih banyak pohon besar di setiap pinggir jalan. Jika malam tiba, maka suasana semakin sepi dan tidak ada penduduk yang berani keluar rumah.


Arjuna pun sudah tertidur lelap di pangkuan Karina. Karena Karina memilih duduk di bangku belakang.


"Karin, apa perutmu tidak pegal?" tanya Ardi cemas seraya melihat Karina dari arah kaca spion mobilnya.


"Tidak, aku baik-baik saja!" jawab Karina.


Ardi merasa tak sanggup jika harus menjelaskan tentang kebenaran pada Karina. Dia tidak ingin kehilangan wanita yang sangat dia cintai untuk kedua kalinya.


Saat akan melewati area persawahan, tiba-tiba kedua mata Karina melihat Silvia yang sedang duduk di pinggir jembatan kecil.


"Silvia..." ucap Karina sembari mengamati dari kaca jendela mobilnya.


"Ada apa, Karina?" tanya Ardi


"Bang, itu Silvia!" ucap Karina seraya menolehkan kepalanya ke arah belakang. "Berhenti, Bang!" Pinta Karina seraya menepuk pundak Ardi.


Ardi tak menghiraukan permintaan Karina, dia terus melajukan mobilnya tanpa menoleh ke arah belakang.

__ADS_1


__ADS_2