Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 67


__ADS_3

Ardi terus mencari keberadaan Silvia, dia memarkirkan mobilnya ketepian jalan.


Kemudian langkah kakinya mulai menyusuri area trotoar. Kedua netranya masih fokus mengamati para tuna wisma, yang bersandar di bahu jalan.


"Dimana wanita itu?" gumam Ardi sembari menoleh ke kanan dan ke kiri. Memastikan Silvia masih berada di area lampu merah.


Terik matahari membuatnya kepanasan, hingga keringat sudah mengucur di dahinya.


Ardi tak juga menemukan Silvia, akhirnya dia kembali ke mobilnya. Saat Ardi akan menyalakan mesin mobilnya, tiba-tiba ada yang menghadangnya dari arah depan.


"Ardi!" Terdengar suara dari arah depan kap mobilnya. Berdiri seorang wanita lusuh dengan rambut panjang hitam mengembang.


"Silvia," ucap Ardi seraya menyipitkan kedua matanya.


Kemudian Ardi langsung mematikan mesin mobilnya.


Silvia berjalan menghampiri Ardi, lalu dia menunduk ke arah jendela mobil. Silvia mengetuk kaca mobil, yang masih tertutup rapat.


Ardi membuka kaca mobil dengan perlahan, lalu berucap, "Akhirnya yang aku cari muncul juga,"


"Hey, apa kau sedang mencariku?" tanya Silvia sambil tersenyum miring.

__ADS_1


"Iya, aku sedang mencarimu." Ardi langsung membuka pintu mobilnya.


"Kau harus bertanggung jawab!" ucap Silvia penuh penekanan.


"Aku akan bertanggung jawab, dan ingin memulangkan mu ke kampung," ujar Ardi.


"Terlambat!" ucap Silvia seraya menatap tajam ke arah Ardi. "Aku di usir dari kampungku, karena aku punya penyakit yang di tularkan oleh Rudi!" Silvia menaikan suaranya sambil tangannya mencengkram kerah kemeja Ardi.


"Apa maksudmu?" tanya Ardi yang merasa ketakutan sekaligus jijik melihat penampilan Silvia.


Jarak antara dirinya dan Silvia begitu dekat, hingga Ardi merasakan bau tak sedap dari aroma badan Silvia.


"Kamu yang sudah membuat hidupku seperti ini! Dan kini, kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya," cecar Silvia.


"Baiklah, aku akan bertanggung jawab," ujar Ardi. Lalu dia memikirkan jalan lain, untuk menghindari Karina dari Silvia. "Sekarang, kau ikut aku!" ajak Ardi seraya melepaskan cengkraman tangan Silvia.


"Mau kemana?" tanya Silvia menatap curiga ke arah Ardi.


"Aku akan membawamu ke tempat yang lebih baik, agar hidupmu tidak terlunta-lunta seperti ini." Ardi langsung berjalan menuju mobilnya.


Ardi telah masuk ke dalam mobil, lalu memanggil Silvia dengan melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Cepat! Kamu mau ikut apa enggak?" perintah Ardi


Silvia pun menurut, kemudian dia masuk ke dalam mobil Ardi.


"Mau kemana, kita?" tanya Silvia yang sudah duduk di bangku depan bersama Ardi.


Tanpa ada jawaban, Ardi langsung melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan, Ardi hanya terdiam saat Silvia terus mengajaknya berbicara.


Sepertinya, Ardi benar-benar ingin menghilangkan jejak Silvia dari hadapan Karina.


"Aku lihat Karina! Apakah, dia kini menjadi istrimu?" tanya Silvia sambil meremas ujung bajunya.


Ardi tak menjawab, dia takut jika mengakui Karina sebagai istrinya, maka Silvia akan melakukan hal buruk pada Karina.


"Hey, aku dari tadi ajak kamu berbicara, kenapa kamu gak menjawab satu pertanyaan pun dariku?" bentak Silvia sambil memukul dashboard mobil.


"Aku sedang fokus menyetir," jawab Ardi. "Sebaiknya kamu mandi dan ganti baju," ucap Ardi yang langsung membawa Silvia menuju pom bensin.


"Tapi aku gak bawa baju," ucap Silvia.


"Kita mampir di toko," jawab Ardi yang langsung memarkir mobilnya di toko baju.

__ADS_1


__ADS_2