
Pov Author
Pagi hari Ajeng telah sampai di butik, dia melihat Ardi yang sedang duduk di pos satpam.
Setelah memarkirkan motornya, Ajeng pun menghampiri Ardi.
" Mas, apa kamu gak lelah setiap hari menunggu Karina?" tanya Ajeng dengan wajah sinis.
" Aku akan tetap menunggunya," ucap Ardi tanpa menatap Ajeng.
" Percuma Mas, kamu gak akan menemukan Karina di sini!" tegas Ajeng yang sudah mulai iba melihat kehadiran Ardi setiap pagi di depan kantornya.
" Aku hanya ingin mengejar cintaku, apakah tidak boleh?" ucap Ardi lirih yang membuat Ajeng semakin bersalah. Karena dirinya tak memberitahu Ardi tentang keberadaan Karina.
" Seberapa jauh kamu cinta sama Karina?" tanya Ajeng.
" Lebih dari aku mencintaimu," sahut Ardi. " Dia hanya mendapatkan cinta yang salah dari suaminya. Dan aku yang akan mendatangkan cinta yang sebenarnya untuknya," ucap Ardi yang meyakinkan Ajeng.
" Baiklah, Mas. Sekarang kamu ikut aku," ucap Ajeng yang langsung berbalik meninggalkan Ardi.
" Ajeng, kamu tahu Karina?" teriak Ardi seraya mengikuti langkah Ajeng menuju kantornya.
" Kamu tunggu di sini, aku mau ijin dulu!" Ajeng menyuruh Ardi menunggunya di depan kantor.
Selang beberapa menit, Ajeng pun keluar. Dia langsung menuju parkiran motor.
" Ikuti, aku!" perintah Ajeng yang sudah sampai di motornya.
" Aku naik mobil," kata Ardi.
__ADS_1
" Kamu datang ke alamat ini, aku tunggu di sana." Ajeng memberikan alamat kantor Karina.
Kemudian Ajeng pun naik ke motornya, dan pergi meninggalkan Ardi.
Ardi bergegas menuju mobilnya, wajahnya terlihat bersemangat saat memasuki mobil.
Sesampainya di alamat yang Ajeng berikan, Ardi menunggu di depan kantor. Dia melihat Ajeng sudah keluar dari kantor.
Ajeng melihat Ardi sedang berdiri di depan pos satpam. Segera dia menghampiri Ardi.
" Kamu tunggu di sini, perhatikan Karina lalu ikuti kemana dia pulang. Kamu jangan buat keributan di kantor, nanti Karina akan kena tegur bos!" ujar Ajeng.
" Baik, aku ikuti saranmu." Ardi menganggukkan kepalanya.
" Bagus, aku balik dulu ke kantor." Ajeng berbalik menuju motornya.
" Semoga berhasil," ucap Ajeng saat sudah melajukan motornya dan meninggalkan Ardi.
Selang lima jam, Ardi menunggu Karina di pos satpam.
Akhirnya Karina pun keluar dari kantornya, segera Ardi menghampiri mobilnya yang terparkir di sebelah gedung.
Melihat Karina keluar dengan motor yang sangat Ardi kenali, segera dia bergegas mengikuti Karina.
Sesampainya di dekat rumah Karina. Ardi pun memarkirkan mobilnya, tak jauh dari rumah Karina.
Rumah Diana memang di pinggir jalan besar, yang bisa di lalui oleh dua mobil.
Ardi terus mengamati Karina dari jauh, terlihat raut kebahagiaan di wajahnya saat melihat Arjuna.
__ADS_1
Ardi melihat Arjuna yang sudah tumbuh besar. Kemudian Ardi menghampiri Arjuna, saat Karina sudah masuk ke dalam rumahnya.
" Arjun ..." panggil Ardi dari depan pintu gerbang. Ardi menamai anak Karina dengan Arjuna, dengan arti Ardi juga Karina. Hanya saja, Karina tidak ambil pusing saat Ardi menamainya Arjuna.
Ardi memang salah, telah mencintai adik iparnya. Tetapi setelah adik tirinya meninggal, Ardi dapat dengan mudah memiliki Karina.
Tetapi Ardi harus berjuang lagi, untuk mendapatkan hati Karina. Yang sudah terlanjur terluka dengan sikap suaminya.
" Kamu?" Diana datang menghampiri Ardi.
" Masih ingat sama aku?" tanya Ardi yang telah masuk ke dalam halaman rumah Karina.
" Iya, aku masih ingat. Kamu kakaknya Rudi, bukan?!" tanya Diana memastikan.
" Iya, aku mencari Karina. Ternyata dia ada di sini," ucap Ardi sambil menggendong Arjuna.
" Arjun, ingat gak sama Om?" tanya Ardi seraya mencium pipi Arjuna.
Arjuna tak memberontak, dia justru mengusap pipi Ardi. Seolah-olah melihat Ardi sebagai papanya yang telah meninggal. Memang wajah Ardi dan Rudi hampir sama, dengan ketampanannya.
*****
Izin promosi
Kakak-kakak, yang berminat mampir di karya baruku yang berjudul KISAH KASIH UNTUK SATRIA
Karya terbaruku sedang mengikuti kontes Yang Muda Yang Bercinta.
Aku harapkan kalian dukung karyaku dengan tap like dan berikan komentar nya. Terima kasih.
__ADS_1