
Kemudian Ardi langsung menghalangi Karina, agar tidak membuat keributan di rumah sakit.
"Mbak, sebaiknya Anda jaga mulut, ya! Masih muda kok mulutnya jail banget," ucap Karina yang langsung di tuntun oleh Ardi.
"Sudah, jangan kamu ladenin lagi gadis itu." Karina langsung berjalan sambil memeluk pinggang Karina.
"Dia itu mau godain kamu, Bang!" ucap Karina masih dengan nafas terengah-engah, karena menahan amarah.
"Iya sudah, yang penting aku cintanya sama kamu." Ardi mencoba menenangkan Karina.
"Bang, aku ingin ke makam ibu." Karina meminta Ardi untuk mengantarkan nya.
"Makam?" tanya Ardi dengan wajah terkejut. Karena sebelumnya Karina belum bilang kepadanya, jika ingin mengunjungi makam ibunya.
Kebetulan makam sang ibu berada di sebelah makam Bedah.
"Ah iya, tadi aku lupa bilang sama kamu," ucap Karina sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan nya.
"Ya sudah, tapi kamu gak usah turun. Biar aku dan Arjuna saja yang melihat makam ibu. Aku takut jika nanti kamu kenapa-kenapa saat pulang dari kuburan," pesan Ardi.
"Maksudnya, gimana Bang?" tanya Karina seraya mengerutkan keningnya.
"Kata orang tua dulu, wanita hamil tidak boleh ke kuburan nanti anaknya jadi sawan." Ardi menjelaskan.
__ADS_1
"Iya tapi--" Karina mencoba menjawab namun di potong oleh Ardi.
"Sudah, kamu gak usah bantah. Biar aku sama Arjuna saja yang membersihkan makam ibu," ucap Ardi yang sudah menyalakan mesin mobil nya. Kemudian dia langsung melajukan mobilnya menuju makam.
Sepanjang perjalanan wajah Karina terlihat kesal, karena Ardi telah melarangnya untuk melihat makam sang ibu.
"Karina, kamu marah ya?" tanya Ardi menggoda istrinya sembari melihat ke arah kaca spion.
Karina hanya mengerucutkan bibirnya, kemudian dia memalingkan wajahnya.
"Makam ayahmu dimana?" tanya Ardi yang ingin mencairkan suasana.
"Makam ayah ada dibawah kaki gunung," jawabannya dengan nada kesal.
"Loh, kok jauh?" tanya Ardi.
"Oh," jawab Ardi. Kemudian dia kembali fokus menjalankan mobilnya.
Sesampainya di area makam, Ardi langsung turun dari mobil bersama Arjuna.
" Kamu, tunggu disini." Ardi membungkukkan badannya untuk berbicara dengan Karina.
Karina hanya terdiam dengan wajah yang cemberut.
__ADS_1
Ardi dan Arjuna pun berjalan mendekati makam. Ardi mencari makam ibu mertuanya.
Sebelumnya memang Ardi tidak pernah bertemu dengan ibu mertuanya. Namun di ingatan nya, sekilas Ardi pernah berjumpa dengan mertuanya saat masih kecil. Dan itu juga beberapa belas tahun silam.
"Arjun, mari doakan nenek agar tenang di alam sana." Ardi berjongkok sambil menengadahkan kedua tangannya.
Arjuna pun mengikuti Ardi yang menegadahkan kedua tangannya. Ardi membaca doa, sedangkan Arjuna mengaminkannya.
"Baiklah, kita pulang!" ajak Ardi yang telah menyelesaikan kunjungan ke makam.
Selanjutnya dia menuju musholla terdekat, untuk mencuci tangan dan mukanya. Karena menurut kepercayaan Ardi, jika dia masuk ke area kuburan maka di sedang membawa setan-setan. Dan hal itu harus di bersihkan dengan mencuci muka dan tangan.
Sebenarnya itu hanyalah mitos, agar Ardi kecil selalu menjaga kebersihan saat pulang dari manapun.
Usai mencuci muka dan tangan, Ardi dan Arjuna berjalan mendekati mobil.
"Kamu mau kemana lagi?" tanya Ardi yang sudah masuk ke dalam mobilnya.
"Kita pulang saja," sahut Karina.
"Bukannya mau beli baju, Ma!" celetuk Arjuna.
Karina langsung melirik ke arah Arjuna, dia terkejut sang anak sudah pandai berbicara.
__ADS_1
"Ah iya, kita langsung ke mall!" ucap Ardi bersemangat, dia langsung memakaikan Arjuna sabuk pengaman.
Silakan like dan berikan komentar mu.