
"Mas, aku ada pameran di mall," ucap Ajeng seraya mengisi obrolan di saat Ardi sedang fokus memilih motif yang terbaik.
"Lalu?" tanya Ardi seraya membolak-balik kertas di tangannya.
"Barangkali kamu bisa melihat langsung produk yang sedang hits dan trend saat ini." Ajeng memberikan usulan.
"Baiklah, aku akan melihat produk yang sedang di pajang di display pameran." Ardi langsung menutup map.
Ajeng dan Ardi bergegas menuju mobil masing-masing.
Sesampainya di mall, Ajeng menunjukkan pameran butiknya yang berada di lantai dua. Mereka berdua pun masuk ke dalam lift, yang sudah terisi beberapa orang. Termasuk salah satunya adalah Beby.
Bak gayung bersambut, ternyata Ardi muncul di hadapan nya.
Senyum licik terulas di sudut bibirnya, serata merencanakan sesuatu.
"Gak usah pake aku cari-cari, ternyata dia nongol sendiri." Beby berucap dalam hati seraya memperhatikan Ardi.
"Seperti nya dia datang sendiri, kok gak ada istrinya?" Beby memperhatikan sekelilingnya.
"Mas, nanti kamu langsung pulang atau ke kantor dulu?" tanya Ajeng
__ADS_1
"Sepertinya langsung pulang," jawab Ardi
"Iya sudah, nanti aku akan memberikan contoh kainnya."
Pintu lift terbuka, Ajeng dan Ardi pun keluar dari lift. Sementara Beby mengikuti langkah Ardi.
"Siapa wanita yang sedang bersama nya?" tanya Beby dalam hatinya seraya memperhatikan Ajeng. Beby terus mengikuti jejak Ardi, yang telah berhenti di sebuah outlet baju batik.
Ajeng mempersilahkan masuk Ardi, lalu mengenalkan pada karyawan. Semua terkesima dengan sosok Ardi yang begitu tampan dan maskulin.
"Bu, pacarnya ya?" tanya salah seorang pegawai yang sudah cukup akrab dengan Ajeng.
"Mantan," jawab Ajeng berterus terang dan terdengar oleh Ardi
"Udah punya istri, dan akan punya anak. Kalian jangan usil, ya!" Ajeng memperingatkan karyawan lainnya
Beby mendengar percakapan antara Ajeng dan anak buahnya.
"Oh, dia mantan pacarnya! Tapi kok kelihatan nya akrab banget?" Beby masih terus menyelidiki. Dia akan mengikuti Ardi pulang ke rumah nya. Apapun itu caranya, Beby harus bisa memiliki Ardi.
Beby terus menunggu Ardi yang sedang memilih koleksi batik.
__ADS_1
"Ada apa dia terus memilih batik, tapi tidak mengambilnya?" Beby terus memperhatikan Ardi dari jauh. "Apakah dia hanya seorang pegawai biasa?" gumam Beby.
Ardi telah memilih beberapa motif batik, laku menunjukkan pada Ajeng.
"Aku pilih yang ini semua," ucap Ardi yang membawa beberapa helai baju batik.
Kemudian Ajeng mencocokkan di file miliknya, lalu mengirimkan pada Ardi.
"Sudah aku kirimkan ke surelmu, kau tinggal mengirim pada customer mu." Ajeng berucap seraya menunjukkan ponsel nya pada Ardi.
"Baiklah, aku berharap dia menyukai pilihanku." Ardi pun pamit pada Ajeng. "Aku pulang dulu," ucap Ardi pamit.
"Salam untuk Karina, dan hati-hati di jalan." Ajeng pun menjabat tangan Ardi. "Terima kasih, semoga usahamu selalu lancar."
"Terima kasih," ucap Ardi membalas uluran tangan Ajeng.
Kemudian Ardi langsung pergi dari outlet butik Sindang Jaya.
"Apa! Cowok itu cuma megang-megang aja?" Beby tercengang kala Ardi keluar tak membawa belanjaan yang telah di pilihnya. "Apa dia kere?" gumam Beby
Tanpa memperdulikan pikiran nya, Beby mengikuti langkah Ardi. Dia pun langsung meminta ijin pada temannya, jika hari ini dia ijin bekerja.
__ADS_1
Silakan like dan komentar.