
Karina telah merapikan dirinya, dia langsung berjalan menuju pintu keluar. Dia sudah sangat merindukan anaknya, dan ingin segera bermain dengan Arjuna.
" Arjuna ..." Karina memanggil Arjuna sambil membuka pintu.
Betapa terkejutnya Karina saat melihat Ardi, sedang menggendong Arjuna.
" Bang Ardi," ucap Karina pelan, seraya membulatkan kedua bola matanya.
Ardi tersenyum ke arah Karina, dia merasa bahagia saat pandangan mata mereka bertemu.
" Lepaskan, Arjuna!" ucap Karina yang berjalan mendekati Ardi.
" Dia masih ingin di gendong sama aku," ucap Ardi sambil menggoyangkan pelan gendongannya. Nampak Arjuna terlihat tersenyum lalu tertawa.
Karina melihat pemandangan yang tak biasa. Kenapa Arjuna tiba-tiba terlihat akrab dengan orang asing yang menggendongnya? Padahal selama ini, dia selalu menangis jika bertemu dengan orang yang tidak di kenalnya.
" Mungkin, dia melihat sosok papanya di wajah kakak iparmu!" ucap Diana pelan.
Karina langsung menoleh ke arah Diana, dia terkejut mendengar penuturannya.
" Bang, darimana kau tahu rumahku?" tanya Karina menatap tajam ke arah Ardi.
" Tak perlu kau tahu, yang pasti aku sudah ada di hadapan mu." Ardi langsung mencium pipi Arjuna.
Karina langsung menghampiri Arjuna, yang sedang di gendong oleh Ardi.
" Arjuna, ayo sama mama!" Karina merentangkan kedua tangannya, bermaksud ingin mengambil Arjuna dari Ardi.
Namun sungguh tidak terduga, Arjuna menolak. Dia semakin mengeratkan pelukannya pada Aedi, lalu berucap, " Papa ..." Kedua mata Arjuna menatap ke arah Ardi.
Karina dan Diana pun terkejut, saat mendengar suara Arjuna yang memanggil papa pada Ardi.
" Iya, Sayang!" jawab Ardi yang kembali mencium pipi Arjuna.
" Bang, aku mohon. Sebaiknya kamu pergi dari sini, dan jangan lagi mengganggu aku juga anakku!" ucap Karina memperingatkan.
" Karina, aku sangat mencintaimu. Kenapa kamu masih belum juga mengerti?" tanya Ardi yang menatap iba ke arah Karina.
" Bang, aku sudah memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan keluarga suamiku." Karina berucap lantang.
Diana membawa masuk kedua anak-anaknya. Dia tidak ingin anak-anaknya melihat, pertengkaran orang dewasa di hadapannya.
" Maaf, aku juga harus membawa Arjuna!" Diana langsung mengambil Arjuna dari gendongan Ardi.
__ADS_1
" Arjuna, sama mama Diana dulu, ya!" Diana langsung menggendong Arjuna.
Ardi mendekati Karina, lalu memegang erat lengannya.
" Karina, apa kamu masih belum jelas tentang perasaan ku?" tanya Ardi dengan menatap Karina.
Karina memalingkan wajahnya, dan enggan melihat ke arah Ardi.
" Aku bilang, jangan pernah menemuiku lagi. Aku sudah membuang masa laluku, dan ingin hidup bahagia bersama anakku."
" Kamu juga pasti mencintai ku," ucap Ardi penuh percaya diri.
" Tidak ..." ucap Karina tegas.
" Kamu jangan berbohong, bukankah dulu kamu juga bilang suka padaku?" tanya Ardi meminta penjelasan pada Karina.
" Aku bilang tidak, ya tidak!" ucap Karina yang langsung mendorong tubuh Ardi.
" Aku tahu, kamu masih trauma dengan hubungan mu dengan Rudi. Tapi saat ini, aku benar-benar tulus mencintaimu. Jangan kau samakan aku, dengan Rudi." Ardi menegaskan pada Karina.
" Sebaiknya kamu pergi, dan jangan dekati aku!" Karina langsung berjalan menuju rumah Diana. Lalu membanting pintu dengan kencang. " Brak ..."
Ardi pun kembali dengan wajah lesu, dia berjalan menuju ke arah mobil nya.
Langkah nya terasa berat, saat meninggalkan rumah Karina.
" Aku memang mencintainya, tapi aku trauma. Dulu sikap bang Rudi juga baik seperti bang Ardi, tetapi setelah menikah, sifatnya langsung berubah." Karina menatap nanar kepergian Ardi.
" Kakak rasa, sikap Ardi sangat berbeda dengan Rudi. Buktinya, dia rela menginap di rumah sakit demi menjagamu saat melahirkan Arjuna."
Karina teringat lagi kenangan, saat Ardi begitu perduli kepadanya.
" Jika kamu mencintai nya, jangan buat dia menderita. Sekarang kamu kejar Ardi!" Diana mendesak Karina.
Karina pun membuka pintu rumah, lalu berlari untuk mengejar Ardi. Dia membuka pintu gerbang, dan berlari mencari sosok Ardi.
Karina mengikuti arah Ardi, tetapi dia tidak ketemukan sosoknya.
" Bang, maafkan aku. Bukan aku egois, hanya saja aku masih trauma dengan cinta dari seorang laki-laki."
Karina terduduk lemas di depan pintu gerbang. Dia pun berjongkok, sambil mencium kedua lututnya.
" Bang, maafkan aku!" ucap Karina dengan isak tangis. Dia menyesal karena telah mengecewakan seseorang, yang begitu mencintainya.
__ADS_1
Tiba-tiba ada suara mobil, yang berhenti dari arah belakang Karina. Karena mobil mahal, maka suara mesinnya terdengar sangat halus.
Hingga membuat Karina tak menyadari, jika ada mobil yang berhenti di belakangnya.
" Karina ..."
Suara khas milik Ardi, yang begitu Karina kenali. Karina mengangkat kepalanya, dan menoleh ke arah belakang seraya mengusap air matanya.
Ardi menghampiri Karina, lalu berjongkok.
" Kamu, menangis?" tanyanya seraya mengusap air mata Karina, yang sudah membasahi pipinya.
Karina langsung berbalik menghadap Ardi, lalu memeluknya.
" Bang, maafkan aku!" Karina memeluk erat Ardi.
Ardi membalas pelukan Karina, sambil tersenyum.
" Apakah kamu menerimaku?" tanya Ardi berbisik di telinga Karina.
Karina menganggukkan kepalanya, menandakan dia menerima cinta Ardi.
Ardi semakin mengeratkan pelukannya, karena merasa bahagia.
Mereka pun bangun, dan berdiri untuk masuk ke dalam rumah Karina.
" Bang, kenapa kamu balik lagi?" tanya Karina seraya menuntun tangan Ardi.
" Niatku hanya ingin memutar, untuk kembali pulang. Tetapi saat aku melihat kau sedang duduk di depan rumah, jadi aku menghentikan mobil ku. Dan menghampiri kamu yang sedang memeluk kaki," ucap Ardi.
" Oh, aku pikir karena kau ingin memperjuangkan cintamu?" Karina langsung melepaskan tangan Ardi dan menghentikan langkahnya.
" Aku hanya bercanda," ungkap Ardi seraya memeluk Karina dari balik punggungnya.
" Saat aku melihat mu duduk di depan teras, aku langsung turun. Aku tahu, pasti kamu akan mencariku. Makanya aku memutar mobil ku," ucap Ardi berbisik.
Padahal kenyataannya memang Ardi harus memutar mobil nya, jika ingin kembali pulang.
Tapi karena hal sepele itu, membuat Karina mencarinya. Dan membuat dia mempunyai kesempatan, untuk mengetahui isi hati Karina.
Ardi bersyukur, jika perjuangan cinta nya tidak sia-sia. Dia yakin, jika Karina tidak akan meninggalkan nya seperti Ajeng. Ardi kini sudah punya segalanya, setiap wanita pasti akan tunduk kepadanya.
Tetapi hal itu berbeda pada Karina, dia hanya trauma bukan mata duitan. Karina butuh keyakinan, pada siapa hatinya harus berlabuh. Makanya sulit untuk Ardi, untuk menembus dinding pertahanan cinta Karina.
__ADS_1
" Karina, aku ingin secepatnya melamarmu." Ardi sudah duduk di sofa berhadapan dengan Karina. Arjuna berada di pangkuan Ardi, dan kini telah tertidur lelap.
" Bang, biar Arjuna aku bawa ke kamar." Karina langsung mengambil Arjuna dan membawanya ke dalam kamar.