Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
93


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?" tanya Ardi


"Karena sejak tadi aku perhatikan, sikap kamu seperti sedang menutupi sesuatu." Karina menatap serius ke arah Ardi 


"Mmmm, aku hanya mencemaskan mu. Karena kini kehamilan mu sudah besar. Tidak baik jika terlalu banyak beraktivitas." Ardi kembali beralasan.


"Bukankah kita ke hotel ini untuk bersenang-senang?" tanya Karina 


"Iya, tapi lagi-lagi aku sangat mencemaskan mu. Karena daerah sini banyak sekali jalanan terjal," ucap Ardi


"Ya sudah, kalau kamu melarang aku untuk keluar dari hotel ini. Sebaiknya kita pulang saja," ucap Karina yang langsung berdiri.


Ardi kembali berpikir, jika dia pulang hari ini maka Silvia pasti akan melihat Karina. Ardi harus mencari alasan yang tepat agar Karina tetap di kamar.


"Sayang, aku mohon. Untuk saat ini kita di kamar dulu. Karena badanku sangat lelah sekali, ingin istirahat sebentar saja." Ardi menarik tangan 


"Kamu istirahat, aku dan Juna akan lihat pemandangan di hotel ini. Jadi aku tidak akan mengganggumu untuk istirahat." Karina melepaskan tangan Ardi


Kali ini Ardi kehabisan akal, dia tidak bisa lagi mencegah istrinya yang sangat keras kepala.


"Baiklah, aku akan menemanimu jalan-jalan. Tapi aku mau mandi dulu, kau dan Juna tunggu di kamar." Ardi langsung bangkit dari duduknya lalu bergegas menuju ke kamar mandi.


Wajah Karina berubah gembira, saat Ardi akan mengajaknya jalan-jalan.


"Juna, kita akan siap-siap untuk jalan-jalan sama papa." Karina langsung menuntun Arjuna menuju ke arah lemari baju


Dia memilihkan baju untuk Arjuna, karena suhu udara di sekitar hotel mulai dingin.


Sementara Ardi sedang kebingungan di kamar mandi. Dia belum juga membuka bajunya. Tetapi melihat handphonenya, untuk menghubungi para karyawan.


Ardi mengingatkan para karyawannya agar mencegah Silvia masuk ke dalam area hotel. Ardi hanya akan mengajak Karina mengelilingi hotel saja. Sedangkan jika keadaan sudah aman, Ardi akan mengajak Karina keluar dari lingkungan hotel.


Usai menghubungi seluruh karyawan, Ardi langsung membuka bajunya. Kemudian dia langsung menyiram badannya dengan air hangat. Karena suhu udara semakin dingin, maka Ardi menyalakan pemanas air.


Karina terlihat gelisah saat melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah hampir setengah jam suaminya belum juga keluar dari kamar mandi.


"Bang..." Karina memanggil Ardi seraya mengetuk pintu kamar mandi.


"Iya..." jawab Ardi yang sedang menggosok tubuhnya dengan sabun.


"Kamu mandi kok lama banget?" tanya Karina sambil berteriak.


"Oh, itu... aku sedang buang air besar, karena perutku sangat sakit sekali." Ardi menjawab.

__ADS_1


"Ya, udah cepat! Karena hari sudah semakin sore, nanti Juna akan kedinginan jika keluar malam." Karina mengingatkan Ardi 


"Oke..." jawab Ardi


Ardi telah menyelesaikan ritual mandinya, kemudian dia langsung keluar hanya dengan menggunakan handuk.


"Kenapa mandinya lama sekali sih, Bang?" tanya Karina yang sudah tidak sabar ingin segera menikmati pemandangan hotel.


"Perutku sakit, jadi agak lama nongkrong nya di WC," ujar Ardi


"Iya, sudah. Lekas pakai baju!" perintah Karina 


Ardi segera berjalan menuju lemari pakaian, lalu mencari baju yang akan di pakainya.


Setelah rapi, Ardi langsung menggendong Arjuna. Mereka pun keluar dari kamar bersama-sama.


"Bang, apa benar hotel ini milikmu?" tanya Karina yang takjub melihat setiap sudut ruangan di hotel.


"Iya," jawab Ardi seraya berjalan perlahan mengikuti langkah Karina. "Memangnya ada apa?" tanya Ardi


"Hotel ini sepertinya sangat mahal, apakah tanah bapak yang kau jual itu harganya sebanding?" tanya Karina 


"Iya," jawab Ardi. "Sebenarnya tanah itu milik ibuku, hanya saja Bu Tina merubah kepemilikannya menjadi nama bapak." Ardi menjelaskan.


Mereka telah sampai di pelataran hotel, "kamu mau kemana?" tanya Ardi


"Bagaimana kalau Arjuna naik kuda?" pinta Karina yang melihat seekor kuda di area taman di depan area hotel.


"Juna, apa kamu berani naik kuda?" tanya Ardi


Arjuna menganggukkan kepalanya, menandakan kalau dirinya ingin naik kuda.


"Baiklah, kita akan ke sana." Ardi pun berjalan menuju ke arah taman


"Bang, aku duduk di sini." Karina menempati bangku taman.


"Iya, aku akan menemani Arjuna." Ardi langsung menghampiri tukang kuda yang sedang memberi makan kudanya.


Karina menunggu Arjuna di pinggir taman, yang di sediakan bangku kecil untuk duduk para pengunjung hotel.


Karina terus mengamati bangunan yang terlihat begitu mewah. Dalam hatinya masih bertanya, tentang kehidupan Ardi.


'Apakah bang Ardi sekaya ini?' batin Karina memperhatikan sekeliling hotel. Dia tidak menyangka jika akan mempunyai suami seorang miliarder.

__ADS_1


Karina tak pernah menyangka dengan kehidupannya yang kini telah berubah drastis. Mempunyai banyak uang, dan juga suami yang sangat sayang kepadanya.


Padahal Karina tak pernah bermimpi sejauh ini tentang kehidupannya. Dia yang dulu jelek dan terhina, kini menjadi wanita cantik dan kaya raya.


Arjuna terlihat bahagia naik ke atas punggung kuda. Ardi mengikuti kuda yang sedang membawa Arjuna.


Sesekali Arjuna melambaikan tangannya ke arah Karina, sebagai bentuk kegembiraannya.


Lalu memanggil Karina, "mama..." Terdengar suara Arjuna.


Karina membalas dengan melambaikan tangannya. Dia begitu sangat bahagia, karena Arjuna tak kurang kasih sayang dari Ardi yang notabenenya bukan ayah dari Arjuna.


Setelah dua kali mengelilingi area taman, Ardi menyudahinya. Lalu meminta Arjuna agar turun dari kuda.


"Sayang, papa sudah lelah. Kita istirahat dulu ya!" pinta Ardi seraya mengulurkan tangannya.


Arjuna anak yang tidak suka membantah, kemudian dia menuruti permintaan Ardi.


Ardi menggendong Arjuna, lalu berjalan menghampiri Karina 


Seketika perasaan takut Ardi soal Silvia seakan lenyap, saat melihat senyum dan canda di wajah Karina dan juga Arjuna.


"Sudah hampir gelap, kita kembali ke kamar." Ardi sudah berada di hadapan Karina


"Sepertinya akan hujan," ucap Karina yang langsung bangkit dari tempat duduknya.


Ardi dan Karina pun berjalan menuju hotel, karena sudah mulai gerimis.


"Wah, pas banget ini untuk honeymoon." Ardi terlihat menggoda Karina 


"Bang, kamu jangan menggodaku di saat ada Juna." Karina mengingatkan Ardi


"Juna juga belum mengerti," sahut Ardi


"Iya, tapi kamu ngomong itu di depan umum." Karina berjalan di sebelah Ardi. Dia merasa sangat malu, karena suara Ardi hampir saja terdengar oleh para karyawan hotel.


Ardi hanya tersenyum tipis, mendengar penuturan sang istri.


"Ah, mereka juga pasti sudah mengerti," ujar Ardi.


Hujan semakin deras, Ardi dan Karina sudah memasuki kamarnya.


"Arjuna sudah tidur, sepertinya dia sangat kelelahan saat berkuda tadi." Ardi telah menaruh Arjuna di atas tempat tidur.

__ADS_1


__ADS_2