Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 85


__ADS_3

Sementara Ardi sedang sibuk menemani kliennya, yang akan memesan baju dengan partai besar.


Mereka akan melihat koleksi yang di tawarkan oleh butik Christina, yaitu mantan bos Karina.


Walaupun Karina sudah berhenti bekerja, namun dia masih sering berkomunikasi dengan sang bos. Karena usaha Ardi berhubungan dengan butik milik Christina.


Karina yang memberikan masukkan pada Ardi, perihal kerjasama dengan sang bos.


Kemudian Ardi melajukan mobilnya menuju butik milik Christina. Dia akan menemui Ajeng, yang merupakan orang kepercayaan Christina.


Mobilnya telah terparkir di halaman kantor butik Sindang jaya. Kemudian Ardi langsung berjalan menuju ke arah kantor. Banyak pegawai baru yang menempati posisi sesuai jabatan nya. Karena pegawai yang lama di sebar di beberapa outlet.


Ardi berjalan menuju ke arah ruang resepsionis. Tiada yang menyangka dengan penampilan Ardi. Masih terlihat seperti bujangan yang berumur dua puluh lima tahun. Padahal umur Ardi sudah di atas kepala tiga.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya salah seorang karyawati yang berjaga.


"Mau ketemu Ajeng," jawab Ardi seraya mengulas senyum. Sikap Ardi yang ramah dan supel, terkadang membuat para wanita kepincut dan jatuh hati. Tetapi tidak untuk Karina. Ardi sangat sulit untuk mendapatkan cinta Karina. Mungkin bayang-bayang cinta Rudi, membuat Karina merasa trauma dengan laki-laki.


"Sebentar, akan saya hubungi Bu Ajeng." Resepsionis langsung mengambil telepon lalu menghubungi Ajeng.


Selang beberapa menit, Ajeng muncul dari arah gudang. Ajeng sedang memeriksa bagian gudang, untuk barang yang sudah di pesan oleh langganan butik Sindang Jaya.

__ADS_1


"Mas!" panggil Ajeng berjalan menghampiri Ardi. "Silakan duduk," ucap Ajeng yang mempersilakan Ardi untuk duduk di sofa.


Ardi pun berjalan menuju sofa, lalu duduk di hadapan Ajeng.


"Ada perlu apa, Mas?" tanya Ajeng.


"Klienku, ingin melihat rancangan batik. Aku sudah merekomendasikan butik ini, hanya saja dia tidak ingin repot bolak-balik." Ardi menjelaskan.


"Oh, baiklah. Aku akan ambilkan rancangan terbaru," ucap Ajeng yang langsung berdiri, lalu menghampiri pak Supri.


"Pak, tolong buatkan teh untuk tamuku." Ajeng berpesan pada pak Supri yang berada di depan pantri.


"Baik, Bu!" sahut pak Supri yang langsung menuju pantry untuk membuatkan minuman.


"Kamu jangan sembarang lirik orang," ucap Pak Supri sembari mengambil gelas di kitchen set.


"Loh, emang pak Supri tahu siapa dia?" tanya gadis yang bernama Junita.


"Dia itu istri dari Karina, mantan pegawai di sini." Pak Supri menjelaskan.


"Apa! Pemuda itu sudah menikah?" Junita terkejut dengan pernyataan pak Supri.

__ADS_1


"Iya, kamu gak usah genit sama dia. Karena Karina itu galaknya minta ampun," ucap pak Supri kala mengingat pertengkaran Karina dan Silvia.


"Oh!" Junita hanya ber-oh saja mendengar jawaban dari pak Supri. Kemudian dia bergegas menuju ruangannya.


Pak Supri telah menyelesaikan tugasnya, kemudian dia membawa secangkir teh ke tempat Ardi.


"Silakan diminum," sapa pak Supri seraya menaruh secangkir teh hangat.


"Terima kasih," balas Ardi.


"Bagaimana kabar Bu Karina?" tanya pak Supri.


"Dia baik," jawab Ardi.


"Tolong sampaikan salam saya, dari pak Supri untuk Bu Karina," ucap Supri


"Baik, nanti saya sampaikan." Ardi pun mengambil cangkir yang berisi teh manis.


Kemudian pak Supri langsung kembali ke pantry.


"Mas, ini desain terbaru. Coba kamu pilih yang menurutmu terbaik," ucap Ajeng seraya memberikan beberapa map yang berisi desain batik.

__ADS_1


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2