Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 78


__ADS_3

"Eh, enggak. Gitu aja kok emosi sih!" ucapnya menyindir.


"Karin, ada apa?" tanya Ardi yang telah berdiri di hadapan Karina.


Karina hanya mendengus kesal, melihat ke arah gadis yang terlihat masih berusia 19 tahun.


"Enggak ada apa-apa, cuma mendengar ada suara-suara calon pelakor," ucapnya menyindir.


"Eh, Mbaknya nyindir saya!" Gadis di sebelahnya nampak geram saat mendengar sindiran Karina.


"Sudah, sudah. Jangan bikin keributan di rumah sakit," ucap Ardi yang melerai pertengkaran antara istrinya dan gadis di sebelahnya Karina.


Kemudian Ardi langsung menuntun Karina menuju dokter kandungan. Karena Ardi sudah sangat mengenal dokter yang akan di temuinya.


"Ada apa sama kamu? Gak biasa nya kamu emosi seperti ini?" tanya Ardi sambil menuntun tangan Karina


"Entahlah, mendengar omongan gadis tadi membuatku naik darah." Karina terdengar emosi mengadu pada Ardi.


"Ya sudah, tenangkan dirimu. Agar bayi kita gak stres," ucap Ardi menenangkan.


Kemudian mereka pun sampai di ruangan dokter kandungan.


"Tok, tok, tok..." Ardi mengetuk pintu.


"Masuklah," sahut suara dokter wanita dari arah dalam


Ardi dan Karina pun masuk ke dalam, lalu duduk di hadapan dokter wanita muda dan juga cantik.

__ADS_1


"Mas Ardi..." sapa dokter wanita cantik yang duduk di hadapan mereka.


"Mega, perkenalkan istriku." Ardi memperkenalkan istrinya pada Mega.


"Karina," ucap Karina seraya mengulurkan tangannya.


Kemudian Mega menyambut uluran tangan Karina.


"Anak kamu sudah dua?" tanya Mega seraya melihat ke arah Arjuna yang berada di pangkuan Ardi.


"Baru satu dan masih di dalam perut istriku," jawab Ardi. "Kalau Arjuna anak istriku dari suami yang pertama," ujar Ardi sembari melirik ke arah Karina.


"Oh, baiklah kita mulai pemeriksaan nya." Mega langsung menggunakan stetoskopnya.


Kemudian Mega langsung berdiri dan berjalan mendekati kasur pasien.


Karina pun berdiri dari duduknya, lalu menghampiri Mega. Mega menyingkap baju yang di kenakan oleh Karina.


Kemudian dia langsung memeriksa perut Karina dengan stetoskop.


"Mau di USG?" tanya Mega.


"Sebaiknya gak usah, karena jenis kelamin laki-laki dan perempuan itu sama saja." Karina menolak.


"Sebenarnya USG itu bukan hanya ingin mengetahui tentang jenis kelamin. Tetapi untuk mengetahui posisi bayi, dan juga aktivitas bayi di dalam kandungan. Apakah bayinya di dalam perut aktif?" ujar Mega menjelaskan.


"Boleh, silakan di periksa saja." Ardi menyahut.

__ADS_1


"Baiklah, aku persiapkan alat USG nya." Mega langsung mengambil alat untuk memeriksa kandungan Karina. Mega mengoleskan gel cair ke atas perut Karina. Lalu menempelkan alat USG secara perlahan.


"Anaknya aktif, apakah ingin mengetahui jenis kelamin nya?" tanya Mega.


"Biar menjadi rahasia kami," jawab Karina.


"Baiklah, jaga pola makan dan olahraga secara teratur di pagi hari." Mega menyarankan. "Jangan terlalu banyak pikiran, agar perkembangan anakmu selalu sehat."


"Baik, Bu dokter." Karina menganggukkan kepalanya.


Usai memeriksa kandungan, Karina langsung turun dari tempat tidur.


Ardi dan Karina pun pamit kepada Mega, setelah mendapatkan resep vitamin.


"Kamu tunggu di sini, aku mau mengambil vitamin." Ardi langsung berjalan menuju apotek di rumah sakit.


"Dia lagi, dia lagi..." ujar gadis yang tadi bertemu Karina saat di ruang pendaftaran.


Karina tidak menanggapi celotehan gadis itu, dia langsung memalingkan wajahnya. Lalu membetulkan pangkuan Arjuna di kedua pahanya.


"Sudah, ayo pulang." Ardi telah mengambil vitamin untuk Karina.


"Mas, semoga anaknya tampan kayak bapaknya. Lalu gak judes kayak mamanya," sindir gadis itu.


"Heh, kamu benar-benar mau cari masalah sama saya!" Karina mulai tersulut emosi, lalu ingin menjambak rambut gadis itu.


Silakan like dan berikan komentar mu ya guys!

__ADS_1


__ADS_2