Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 71


__ADS_3

"Cepat bangun! Lalu bersihkan tubuh mu, seharian pasti kau tidak mandi!" bentak mbok Sun sambil menatap tajam ke arah Silvia.


"I-iya, Nek!" ujar Silvia yang langsung bangun dari tempat tidur. Dia pun langsung keluar dari kamar, lalu mencari kamar mandi.


"Nek! Kamar mandinya dimana?" tanya Silvia yang tidak melihat adanya kamar kecil di dalam rumah.


"Kamar mandinya di luar," ujar Mbok Sun dengan ekspresi wajah menyeramkan.


Silvia pun membuka pintu nya, dan terkejut melihat hari sudah malam. Di rumah mbok Sun memang tidak di sediakan jam dinding.


"Nek! Sudah malam, sebaiknya aku cuci muka saja." Silvia memundurkan langkahnya untuk keluar dari rumah.


"Aku tidak suka, jika ada seseorang yang tinggal di rumah ku tetapi jorok!" ucap mbok Sun penuh penekanan.


"Tapi Nek, aku tidak mau tinggal di sini!" ucap Silvia dengan tatapan mengiba. "Ardi, dimana Ardi?" tanya Silvia yang berjalan menghampiri mbok Sun.


"Siapa Ardi?" tanya mbok Sun dengan ekspresi wajah yang datar.


"Ardi pasti yang membawaku kesini, 'kan?" tanya Silvia.


"Cih! Aku menemukanmu di pinggir kali, pasti kau sudah di buang oleh keluarga mu." Mbok kembali mengeluarkan aktingnya.


"Apa! Ardi membuangku di kali?" ucap Silvia emosi. "Awas kau Ardi! Aku akan menuntut balas padamu," gumam Silvia.

__ADS_1


"Heh! Ngapain gerutu sendirian. Lekas mandi, sana!" hardik Mbok Sun yang langsung mendorong tubuh Silvia.


"Tapi, Nek! Sudah malam, pasti airnya sangat dingin."


"Bukan alasan, kau tahu pasti banyak bakteri yang ada di tubuhmu. Kau harus segera membersihkan nya, agar tidak mengotori rumahku."


"Baik, Nek!" Silvia menurut, dia langsung berjalan menuju kamar mandi yang terletak di sebelah rumah.


"Nek, handuknya mana?" tanya Silvia.


"Ini!" Mbok Sun melempar handuk berwarna putih ke wajah Silvia.


"Nek, jangan kasar-kasar dong!" kesal Silvia.


"Cepat, mandi!"


Memang salah Ardi telah menyuruh Silvia untuk menikahi Rudi. Namun semua di luar dugaannya, kala hati Ardi terpaut oleh Karina.


"Nek, dingin sekali!" ucap Silvia dengan bibir yang gemetaran dan hampir membiru menahan hawa dingin.


"Iya sudah, cepat masuk!" Mbok Sun langsung mengikuti langkah Silvia.


"Pakai baju ini," ucap Mbok Sun memberikan daster pada Silvia.

__ADS_1


Silvia langsung memakai daster serta sweater yang di berikan oleh mbok Sun.


"Mbok, masih dingin. Apa ada selimut yang tebal?" tanya Silvia sambil melipat tangannya memeluk tubuhnya


Mbok Sun langsung mengambil selimut panas, untuk menghangatkan tubuh Silvia.


"Pakai ini," ujar mbok Sun yang melempar kan selimut panas berwarna abu-abu.


Silvia pun langsung tertidur di atas kasur, dengan selimut panas menutupi tubuhnya.


Usai mengurus Silvia, mbok Sun segera bergegas menuju kamarnya. Dia pun langsung berisitirahat, dan akan memikirkan rencana esok hari untuk mengerjai Silvia


Sementara Ardi telah sampai di rumah Karina. Dia melihat sang istri sedang terbaring di atas kasur.


"Sayang! Apa kamu masih lemas?" tanya Ardi yang sudah duduk di pinggiran tempat tidur.


"Iya, aku gak makan dari pagi. Dan gak bisa makan," ujar Karina mengadu pada Ardi. "Kenapa kehamilan keduaku ini sangat merepotkan?" tanya Karina.


"Eits, kamu jangan bilang gitu. Anak itu titipan, dan bukan merepotkan!" ucap Ardi seraya mengelus perut Karina


"Tapi sangat berbeda di kehamilan pertama ku, Bang!" ucap Karina.


"Iya sudah, kamu mau makan apa? Biar aku suapin." tanya Ardi.

__ADS_1


"Aku malas makan, sudah malam. Mau tidur aja," ucap Karina yang langsung memejamkan kedua matanya.


Jangan lupa like dan berikan komentarmu


__ADS_2