Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 75


__ADS_3

Para petugas rumah sakit pun berdatangan, menolong Karina.


Ambar di berikan suntikan obat bius, agar bisa menenangkan dirinya.


"Hey, kamu nona cantik. Aku akan menjadikan mu sebagai istri dari anakku," teriak Ambar yang langsung di tarik oleh petugas rumah sakit.


Karina langsung keluar dari kamar Ambar bersama Parjono.


"Maafkan ibu ya, Nak!" ucap Parjono sembari mengelus lengan Karina.


"Iya, Pak!" jawab Karina dengan senyum terpaksa dengan tangan yang mengelus lehernya.


"Nanti bapak akan datang ke acara tahlilan kakakmu. Berikan alamat rumahmu, sekalian mau nengokin Arjuna," ucap Parjono.


"Aku kirim lewat aplikasi ya, Pak! Nanti aku share lock alamatnya." Karina mengeluarkan ponselnya, "berapa nomor telepon bapak?" tanya Karina.


Parjono menyebutkan nomor ponsel miliknya. Setelah membicarakan masalah alamat, Karina pamit kepada Parjono.


"Pak, aku pulang dulu. Kasian kak Diana harus mengurus sendiri pemakaman kakakku." Karina mencium tangan Parjono. Lalu diapun berjalan meninggalkan Parjono yang masih menunggu Ambar.


"Aduh, leherku sakit banget!" gerutu Karina seraya memegang lehernya dengan kedua tangan nya


Karina pun menghampiri mobilnya, lalu segera bergegas pergi meninggalkan rumah sakit jiwa.


Karina langsung menghubungi Ardi, agar dia lekas pulang.

__ADS_1


'*Halo, Bang!'


'Halo, Karin. Ada apa?'


'Kak Bedah meninggal, jenazah nya sudah di bawa ke rumah. Karin harap, Abang lekas pulang.'


'Baik, Abang pulang sekarang*.'


Karina langsung memutuskan sambungan telepon seluler nya.


Dia tak menyangka jika hidup kakak pertama nya akan setragis ini. Di bunuh oleh orang gila, yang merupakan ibu mertuanya sendiri.


Sesampainya di rumah, Karina langsung berjalan menuju rumah Diana. Karena jenazah Bedah sudah selesai di mandikan.


"Kak, Arjuna mana?" tanya Karina.


Selang beberapa menit kemudian, Ardi datang bersama ibunya.


"Bu," ucap Karina yang langsung menghampiri Syahrini.


"Ibu turut berdukacita, atas meninggalnya kakakmu." Rini memeluk Karina sambil mengusap-usap punggung nya.


"Iya, Bu!" Karina membalas erat pelukannya.


"Ibu mau ketemu sama Arjuna," bisik Rini yang kemudian melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Dia di kamar," jawab Karina.


Kemudian Rini bersalaman dengan Diana dan juga suaminya. Setelah itu masuk ke dalam kamar Keyla dan Keysa.


Arjuna terbangun dari tidurnya, lalu di gendong oleh Rini. Mereka pun keluar rumah, menghampiri tamu-tamu yang sudah berdatangan.


Karina memperkenalkan Rini sebagai ibu mertua nya, pada tetangga yang datang melayat.


Selang beberapa menit kemudian, datang Parjono. Rini terlihat tersenyum canggung saat Parjono berada di hadapan nya.


"Dek, apa kabar?" tanya Parjono seraya tersenyum malu.


"Baik," jawab Rini dengan senyum terpaksa. Dia masih belum bisa melupakan kenangan masa lalunya.


Walaupun kini Ambar telah menerima semua ganjaran nya. Terapi masih ada luka di hati Rini, saat melihat Parjono.


Pertemuan mereka membuat suasana menjadi canggung. Kemudian Parjono mengambil alih Arjuna


"Arjuna sama kakek, yuk!" ajak Parjono sambil mengulurkan kedua tangannya.


Arjuna langsung menyambut uluran tangan Parjono. Karina seringkali memperkenalkan Parjono pada Arjuna, melalui foto-foto di galeri handphone miliknya.


Hal itu membuat Arjuna mengenal sosok Parjono, yang sudah akrab di ingatannya. Sehingga Arjuna langsung menurut saat Parjono akan menggendongnya.


Parjono begitu takjub, pada rumah milik Karina. Dia tak menyangka, jika Ardi akan memberikannya sebuah rumah minimalis dengan desain modern untuk Karina.

__ADS_1


Parjono belum tahu, jika Ardi memiliki banyak kekayaan hasil keringatnya sendiri. Apalagi Parjono tidak tahu, jika hotel yang di beli Ardi untuk dirinya dan juga Arjuna. Itu adalah hasil penjualan tanah bapaknya di kota.


Entah Parjono akan marah atau tidak? Yang pasti tanah itu dia kembalikan ke bentuk asal, menjadi sebuah bangunan hotel mewah.


__ADS_2