
Pov Author
Karina telah sampai di kantornya, dia meminta surat jalan kepada HRD. Karena siang nanti akan mengadakan pertemuan dengan Ardi, pemilik PT Arini Sentosa.
" Bu, sendiri aja? " tanya Ratna, bagian HRD
" Iya, " jawab Karina
Sebenarnya dia ingin mengajak Ajeng, karena ingin menyatukan kembali Ajeng dan Ardi.
Karina berpikir, jika Ajeng dan Ardi merupakan pasangan yang serasi.
" Ini suratnya, " ucap Ratna seraya mengulurkan amplop berisi surat jalan.
" Terima kasih, " jawab Karina
Karina langsung berjalan meninggalkan ruangan HRD. Saat akan memasuki ruangannya, Karina berpapasan dengan Ajeng. Tujuan Ajeng, memang ingin menanyakan tentang Ardi.
" Karin, kamu abis darimana? " tanya Ajeng
" Dari HRD, Mbak! " jawab Karina sambil tersenyum.
" Kemarin aku ke kantor Ardi, dia sudah memiliki wanita lain. " Suara Ajeng terdengar bersedih.
Karina terdiam, dia bingung harus bersikap bagaimana dengan Ajeng.
" Apa Mbak sudah tahu, siapa wanita itu? " tabya Karina dengan tatapan menyelidik.
" Aku belum tahu, siapa wanita yang kini telah mengisi relung hatinya. " Ajeng berucap lemah. " Bisakah kamu membantuku, mencari tahu siapa wanita yang di sukai Ardi? "
" Baik, Mbak. Aku usahakan mencari tahu, siapa wanita yang di sukai oleh bang Ardi. "
Karina dan Ajeng kembali ke ruangannya masing-masing.
" Ulfa, aku ada meeting diluar. Kalau ada berkas masuk, kamu pelajari. Nanti kamu coba bikin laporan, setelah selesai taruh di meja. Usai meeting akan aku periksa, " ujar Karina yang memberi tugas pada Ulfa.
" Iya, Bu! " jawab Ulfa seraya menganggukkan kepalanya.
Handphone milik Karina pun berbunyi, dia langsung menjawab.
" Halo, " jawab Karina yang melihat nomor tidak dikenal. .
" Aku Ardi, " jawab Ardi
" Eh Ba- , eh maaf, Pak! " Karina mengubah nama panggilan untuk Ardi.
" Panggil abang, juga gak apa-apa! "
__ADS_1
" Maaf, apakah Anda sudah sampai? " tanya Karina.
"*Sudah di depan kantor kamu, "
" Baiklah, aku akan segera kesana*! "
Karina telah memutuskan sambungan telepon selularnya. Dia bergegas menuju pintu luar, untuk menghampiri Ardi yang telah menunggunya.
Terlihat Ardi sudah memarkirkan mobilnya di halaman butik. Karina pun segera memasuki mobil milik Ardi.
" Kita mau kemana? " tanya Karina yang telah duduk di sebelah Ardi.
" Apa kamu sudah mempersiapkan berkas-berkasnya? " tanya Ardi dengan mata yang fokus menatap ke arah depan jalanan.
" Sudah, Pak! " jawab Karina.
" Kita sudah di luar area kantor, kamu gak usah formal gitu memanggil aku, Pak! " kata Ardi tanpa menoleh ke arah Karina.
" Entahlah, aku merasa tidak pernah akrab dengan Anda. Karena banyak rahasia Anda, yang tidak aku ketahui. " Karina terdengar ketus menanggapi ucapan Ardi.
" Maafkan aku, tidak seharusnya aku pergi tanpa pamit. Tapi keadaan yang membuat aku harus pergi meninggalkan rumah itu, " ucap Ardi penuh penegasan
" Maksud Abang? " Karina menoleh ke arah Ardi.
" Perlahan kamu akan tahu, " ucap Ardi penuh misteri.
" Untuk apa? Toh gak ada gunanya untuk kamu, " ucap Ardi seraya menoleh ke arah Karina.
" Iya, memang gak ada gunanya. Untuk apa aku mengetahui tentang asal-usulmu, memang gak ada gunanya buatku. " Karina langsung memalingkan wajahnya ke arah jalanan.
" Bang, kita mau kemana? " tanya Karina yang melihat plang menuju ke arah jalan tol.
" Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu, " ucap Ardi.
Mereka pun sampai, di sebuah hotel di daerah kaki gunung. Ardi telah memarkirkan mobilnya, di area parkir.
" Bang, kenapa kita ke hotel? " tanya Karina dengan tatapan curiga ke arah Ardi.
" Bukankah, kau ingin mengetahui asal-usulku? " tanya Ardi sambil menoleh ke arah Karina. " Aku hanya ingin berterus terang sama kamu. Dan gak ada sedikitpun niat, untuk menyentuhmu, " ujar Ardi.
" Baklah, aku percaya sama kamu! " ucap Karina.
Mobil telah terparkir di halaman hotel, Karina dan Ardi pun turun dari mobil.
" Bang, kita mau kemana? " tanya Karina.
Sebelumnya
__ADS_1
Ardi telah memesan sebuah kamar hotel, dan meminta ibunya untuk datang.
" Bu, aku ingin mengenalkan seseorang. Ibu tunggu aku di hotel Cimelati.
Ardi menghubunginya via telepon. Ardi berencana ingin memperkenalkan sang ibu pada Karina.
Ardi ingin menjelaskan semuanya pada Karina? tentang asal usulnya. Dan juga ingin membuat kejutan untul Karina.
Pagi ini, jantungnya berdegup kencang. Karena ini kali kedua, dia akan membuat kejutan untuk wanita yang dia cintai.
Di depan cermin, Ardi terlihat merapikan jas senada dengan celana yang berwarna biru dongker. Memakai dasi berwarna merah marun dengan kemeja berwarna putih.
Penampilannya sungguh memukau, terlihat maskulin dan nampak berwibawa. Ardi seorang pengusaha garmen yang tersohor dan memiliki banyak anak cabang.
" Pak, apakah Anda sudah membawa semua yang di butuhkan? " tanya Junita yang sudah berdiri di belakang Ardi.
Junita adalah sekertaris sekaligus sahabat Ardi. Junita teman satu aspal Ardi sewaktu mengojek.
Junita sudah berkeluarga, namun dia pintar dan cerdas. Banyak perusahaan yang menolaknya karena wajahnya tak cantik. Hal itu berbeda dengan Ardi.
Ardi lebih mengandalkan otak, daripada kecantikan. Junita bekerja sangat baik, dan menjadi tempat curhatnya.
" Sudah, " jawab Ardi yang terlihat cemas.
" Jangan tegang gitu, mau ketemu cewek aja kok tegang banget! " Junita menyindir sahabatnya sekaligus bosnya.
" Lebih tegang daripada ketemu klien, " ucap Ardi seraya merapikan rambutnya.
" Aku doakan, semoga rencanamu sukses. " Junita memberikan semangat untuk Ardi.
" Terima kasih, " jawab Ardi.
" Karina cantik, sepertinya dia akan langsung menerima kamu, Ar! " kata Junita sambil merapikan buket bunga yang baru saja di antar oleh penjual bunga.
" Tidak Jun, dia berbeda. Dia pernah sakit hati, karena memiliki suami yang kasar dan tukang selingkuh. " Ardi menceritakan Karina pada Junita.
" Wanita mana, yang tidak luluh dengan pesonamu? " Junita melipat tangannya di dada.
" Sekarang, semua wanita luluh dengan ku. Karena aku sudah kaya dan banyak uang, tidak dengan dulu! " Ardi kembali mengenang masa lalunya
" Iya aku tahu, Ajeng bukan wanita yang baik. Dia pantas sakit hati, sama seperti dia telah mencampakkan kamu, " ucap Junita. Dia sangat tahu hubungan Ajeng dengan Ardi.
Karena Ardi sering menceritakan Ajeng saat mereka sedang ketemu di basecamp. Semua teman ojekers di undang oleh Ardi, untuk menghadiri acara pernikahan. Namun gagal, karena Ajeng tidak kunjung datang bahkan melarikan diri dari rumah.
Semua teman satu basecamp Ardi, membantu mencari keberadaan Ajeng. Namun nihil, Ajeng bak di telan bumi. Keluarganya pun tak tahu dimana keberadaan Ajeng.
Karena insiden kaburnya Ajeng, Ardi menjadi patah hati dan trauma dengan cinta.
__ADS_1