Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 90


__ADS_3

Karina menunjukkan letak makam sang ayah, ternyata berada tidak jauh dari rumah Mbok Sun.


"Semoga saja Karina tidak bertemu dengan Silvia," batin Ardi yang cemas saat melewati rumah mbok Sun


"Bang, itu makamnya!" Unjuk Karina yang telah melihat komplek pemakaman.


Kemudian Ardi memarkirkan mobilnya tepat di depan pagar area pemakaman.


Sementara di rumah mbok Sun, terlihat Silvia sedang merencanakan sesuatu. Dia akan melarikan diri, di saat mbok Sun lengah.


Karena dia sudah tidak tahan, hidup di bawah penekanan. Mbok Sun terlalu menekannya untuk terus bekerja, mengolah lahan dan juga pekerjaan rumah tangga.


"Secepatnya, aku harus pergi. Karena aku sudah tidak tahan dengan perlakuan mbok Sun kepada ku," ucap Silvia sambil melihat ke arah pintu.


Sepertinya mbok Sun sedang keluar rumah, lalu Silvia pun membuka pintu kamarnya.


"Mbok!" Silvia memanggil secara pelan, memastikan jika mbok Sun tidak ada di rumah.


Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat dengan jeli keberadaan mbok Sun.

__ADS_1


'Rupanya mbok Sun tidak ada di rumah, sebaiknya aku segera pergi!' ucap Silvia dalam hatinya.


Segera dia melangkahkan kaki menuju keluar rumah, dan memperhatikan sekelilingnya. Ternyata mbok Sun memang tidak ada di rumah. Silvia mengambil kesempatan untuk segera kabur dari rumah mbok Sun.


Sebenarnya mbok Sun sedang di dalam kamar mandi, karena dia sedang buang air besar. Silvia benar-benar menggunakan kesempatan itu untuk segera melarikan diri.


Silvia mencari jalan yang menurutnya aman, dan tak terlihat oleh mbok Sun. Berjalan melewati halaman belakang, dan mempercepat langkah kakinya.


Silvia melewati pematang sawah yang padinya sudah mulai menguning. Terlihat ada lahan yang sangat luas, yang setiap sudutnya terdapat batu nisan. Ternyata area pemakaman, yang berada di kaki bukit. Sungguh amat sepi tak ada orang satupun yang terlihat. Namun Silvia melihat ada sebuah kendaraan berroda empat yang sedang terparkir di depan pagar area pemakaman.


“Wah,ada mobil. Sebaiknya aku masuk ke dalam bagasinya,” gumam Silvia seraya jalan mengendap-endap. Silvia sudah mendekati sebuah mobil sedan berwarna hitam. Suatu kebetulan untuk dirinya, karena bagasinya bisa dibuka. Silvia langsung membuka bagasi dan masuk kedalamnya.


“Apa perasaanmu sudah tenang?” tanya Ardi yang sudah masuk ke dalam mobilnya.


“Iya, rasanya aku sudah lega melihat makam ayahku,” ucap Karina yang sudah duduk di sebelah Ardi.


“Iya sudah, sekarang kita langsung pergi ke hotel.” Ardi langsung menyalakan mesin mobil, dan pergi meninggalkan area pemakaman.


Arjuna duduk dibangku belakang, karena dia sudah tertidur pulas sejak tadi. Sepanjang jalan, Karina melihat pemandangan yang indah. Gunung berjajar di hadapannya, dan juga sawah yang padinya sudah menguning. Dengan kali kecil yang airnya sangat jernih mengalir di pinggir sawah.

__ADS_1


Tiba-tiba handphone milik Ardi berbunyi, segera Ardi mengambil ponselnya. Dia melihat tulisan di layar ponselnya bernama mbok Sun.


“Mbok Sun!” Ardi mengernyitkan keningnya, saat membaca tulisan di layar ponselnya.


“Siapa Bang?” tanya Karina yang melihat raut wajah Ardi yang tiba-tiba berubah.


“Oh, bukan siapa-siapa.” Ardi segera memasukkan ponselnya kedalam kemejanya.


“Kalau penting sebaiknya kamu angkat saja, Bang!” ucap Karina memberi saran pada Ardi.


“Enggak, gak apa-apa. Nanti saja aku jawab setelah sampai dihotel.” Ardi menjawab seraya mengalihkan perhatian agar Karina tidak curiga kepadanya.


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2