
Ardi langsung melajukan mobilnya menuju mall yang paling megah di kota. Karena sejak pertama mereka menikah, Ardi belum pernah mengajaknya jalan-jalan.
Karena tak lama mereka menikah, Karina langsung hamil. Dan di masa kehamilannya, Karina benar-benar tak bisa bangun. Masa kehamilan trimester pertama sangat lemah untuk tubuh nya.
Kini saatnya Ardi mengajaknya jalan-jalan, menikmati suasana hiruk-pikuk kota.
Sesampainya di mall, Ardi langsung memarkirkan mobilnya tak jauh dari pintu masuk. Agar mudah mencarinya saat mereka akan keluar dari gedung.
"Ayo!" ajak Ardi pada Arjuna.
"Mama, ayo..." Arjuna membuka pintu belakang, lalu menarik tangan Karina. "Mama jangan cemberut terus dong!" ucap Arjuna protes saat melihat wajah mamanya terlihat datar.
"Arjuna, kamu sekarang sudah banyak bicara ya!" Karina langsung memeluk Arjuna lalu mencium pipinya yang chubby. Arjuna nampak kegelian saat di cium oleh Karina.
Karina sangat gemas pada anaknya yang sudah pandai berbicara.
"Ayo, Mama sayang!" ajak Ardi sambil menadahkan tangan nya.
Karina memasang wajah jutek saat Ardi ingin menggapai tangannya. Namun tangan Karina di pegang oleh Arjuna, lalu di berikan kepada Ardi.
"Mama sama papa jangan berantem," ucapnya sambil memegang tangan Ardi dan Karina.
__ADS_1
Karina langsung tersenyum tipis, saat sang anak mencoba merayunya.
Kemudian Karina pun menurut, dia langsung menghampiri Ardi.
"Jangan cemberut gitu, dong! Jadi tambah cantik, tahu dan bikin aku gemas." Ardi mencubit pelan pipi Karina.
"Gombal," ucap Karina seraya memutar kedua bola matanya malas.
Mereka langsung berjalan menuju ke dalam gedung. Ardi menuntun tangan Karina dan juga Arjuna. Sepanjang perjalanan, Arjuna selalu menunjukkan tangan nya ke arah area bermain.
"Karina, sepertinya Arjuna ingin bermain di sana." Ardi langsung menunjukkan jarinya ke area permainan Timzone.
"Iya sudah, kita ke sana," ucap Karina yang langsung berjalan terlebih dahulu.
"Aku akan membelikan tiket," ucap Ardi sambil menyerahkan Arjuna pada Karina. Karena Ardi melihat antrian yang panjang di loket.
"Arjuna sama mama dulu, ya!" ucap Karina seraya memangku Arjuna.
Arjuna pun menganggukkan kepalanya, lalu duduk di paha Karina.
Ardi berjalan menuju ke arah loket, karena proses pembayaran melalui kartu.
__ADS_1
Selang beberapa menit, Ardi pun sampai di depan loket. Dia menyerahkan uang seratus ribu dua lembar untuk mengisi limit di kartu bermain.
"Mas, mau isi berapa?" tanya kasir wanita yang berjaga.
"Dua ratus ribu aja," jawab Ardi seraya menyerahkan dua lembar uang seratus ribu.
"Mas, isi kartu buat main anaknya ya?" goda kasir sambil melirik ke arah Ardi lalu tersenyum.
"Iya," jawab Ardi membalas dengan senyum.
"Mas, anaknya pasti tampan ya?" Lagi-lagi kasir cantik itu menggoda Ardi.
"Belum kelihatan, karena masih di dalam perut " Ardi menjawab
"Hah! Lantas kartu ini buat siapa?" jawab kasir itu seraya menaikkan kedua alisnya. Sementara tangan yang lain sibuk mengisi saldo.
"Mbak, istri saya galak. Kalau kamu ketahuan sedang menggoda saya, pasti kamu akan di jambak-jambak rambutnya." Ardi berucap sembari tersenyum tipis.
Kemudian Ardi langsung mengambil kartu yang telah di isi saldo.
"Terima kasih," ucap Ardi seraya mengedipkan satu matanya.
__ADS_1
Kasir wanita itu langsung memalingkan wajahnya, karena takut di jambak oleh istri lelaki yang baru saja di godanya.
Silakan like dan berikan komentar mu.