
"Bagaimana kunjunganmu?" tanya Ardi yang kini sudah berbaring di atas tempat tidur.
"Aku ketemu sama suaminya kak Bedah," jawab Karina yang berada di sebelah Ardi.
"Apa kamu tahu kenapa dia bisa menjadi tidak waras?" tanya Ardi yang tidak ingin berucap kasar karena takut menyinggung sang istri.
"Dia gila karena harta," jawab Karina kesal.
"Maksudnya?" tanya Ardi seraya mengerutkan keningnya.
"Tertipu karena sudah menipu kami," ucap Karina.
"Lalu apa kakakmu bisa di sembuhkan?" tanya Ardi.
"Entahlah, apa orang gila bisa sembuh!" Karina menjawab malas.
"Iya sudah, kita gak usah bahas hal itu. Aku percaya pada istriku, bisa mengatasi semua masalahnya." Ardi mencapit dagu Karina. "Sebaiknya, kamu urusi adik kecilku yang minta rumahnya." Ardi menggoda sang istri.
"Adik kecil!" Karina tidak paham dengan maksud Ardi.
Tanpa banyak kata, Ardi langsung mencumbu Karina.
****
"Sayang, liburan besok aku ingin kita menginap di rumah ibu." Ardi sedang memakai kemejanya.
__ADS_1
Kemudian Karina pun mendekati Ardi, untuk memakaikan dasi.
"Aku ingin jalan-jalan, kita ajak ibu jalan ya!" ucap Karina yang sedang melipat dasi di leher Ardi.
"Baiklah, nanti akan aku telpon ibu. Dia mau pergi kemana!" ucap Ardi sambil mengusap pipi Karina.
Ardi dan Karina pun menuju ruang makan.
"Mana Arjun?" tanya Ardi yang tidak melihat keberadaan Arjuna.
"Tadi aku sudah rapikan dan aku suruh tunggu di sini," ucap Karina yang bingung.
"Coba kamu lihat di rumah kak Diana," saran Ardi.
Saat Karina ingin berjalan menuju ruang tamu, muncul Diana yang menggendong Arjuna.
"Mau cama mama Nana!" ucap Arjuna yang masih tidak jelas dalam pengucapan kata.
Karina menatap malas ke arah Diana, dia masih kesal soal kejadian kemarin.
"Mama nangan malahin mama Nana!" ucap Arjuna. Kemarin Arjuna sempat melihat perdebatan antara Karina dan Diana.
Sepertinya Arjuna tidak tega, saat Diana di marahi oleh Karina.
"Karin, apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Ardi yang melihat keanehan pada sikap istrinya dan juga kakak iparnya.
__ADS_1
"Semua salahku, kenapa aku harus marah di depan Arjuna." Karina langsung berlari menuju kamarnya. Dia menyesal telah bersikap kasar di depan anaknya. Seharusnya dia tidak boleh menunjukkan sifat kebencian di depan anaknya. Hingga Arjuna salah mengartikan sikapnya.
Karina menelungkupkan badannya di atas kasur. Dia menangis, karena mencontohkan perbuatan yang tidak baik di depan Arjuna.
Ardi memghampiri Karina di dalam kamarnya.
"Sayang, ada apa sebenarnya? Ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa membantumu." Ardi duduk di pinggiran tempat tidur. Dia membelai lembut kepala sang istri, mencoba menenangkan.
"Aku memang memarahi kak Diana, tanpa aku sadari sedang menggendong Arjuna. Hingga dia merekam semua perkataanku. Aku memang salah, tak seharusnya marah di depan Arjuna. Aku bukan ibu yang baik," ucap Karina menangis.
Ardi bingung, kenapa sikap istrinya menjadi sensitif? Padahal hanya masalah Arjuna menghampiri Diana, dan membelanya.
"Baiklah, sekarang kamu minta maaf sama Arjuna dan kak Diana. Barangkali Arjuna bisa mengerti," ucap Ardi yang langsung membangunkan Karina.
"Ayo minta maaf sama Arjuna!" Ardi langsung mengajak Karina keluar kamar.
Karina mendekati Diana yang sedang menggendong Arjuna.
"Arjun, mama minta maaf ya, Sayang!" ucap Karina yang membuka kedua tangannya bermaksud ingin menggendong Arjuna.
"Mama, maapin mama Nana!" ucap Arjuna sambil melihat ke arah Diana.
"Iya, Sayang. Mama maafin mama Diana." Karina langsung mendekati Arjuna.
Lalu Arjuna pun mau di gendong oleh Karina.
__ADS_1
"Kak, maafin aku karena telah memarahimu." Karina langsung memeluk Diana
"Kakak juga minta maaf," ucap Diana yang membalas pelukkan Karina.