Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 65


__ADS_3

"Sudah?" tanya Ardi yang sedari tadi duduk di mobil.


"Sudah," jawab Karina.


"Mau kemana lagi?" tanya Ardi dengan nada menyindir.


"Apa kamu menyindir ku, Bang?" gerutu Karina seraya menyipit kan kedua matanya ke arah suaminya.


"Enggak, aku hanya menawarkan diri untuk mengantar mu." Ardi berkilah.


"Kita pulang, saja!" ucap Karina yang sudah duduk di sebelah Ardi.


"Oh, syukurlah." Ardi mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Kemudian Ardi melajukan mobilnya, meninggalkan butik.


Sesampainya di rumah, Karina langsung berjalan menuju rumah Diana. Karina ingin mengambil Arjuna, dan memberitahu jika dirinya sudah tak lagi kerja.


Sedangkan Ardi sudah jalan menuju tempat kerjanya.


"Kak!" panggil Karina yang sudah masuk ke dalam rumah Diana.


"Loh Karin, kok kamu udah pulang?" tanya Diana yang sedang menggendong Arjuna.


"Aku udah resign, Kak!" ucap Karina yang sudah duduk di sofa.

__ADS_1


"Resign?" tanya Diana yang terkejut mendengar kabar dari Karina.


"Bang Ardi, menyuruh aku berhenti."


"Oh," jawab Diana yang sudah duduk di depan Karina.


Diana sedang memberi makan Arjuna, lalu menurunkan Arjuna dari gendongannya.


"Apa kamu sudah memikirkan masak-masak?" tanya Diana.


"Sudah, Kak. Aku ingin menjadi ibu rumah tangga seutuhnya. Mungkin sifat Bang Ardi berbeda dengan bang Rudi. Aku perhatikan, dia sangat sayang kepadaku dan juga Arjuna," ucap Karina.


"Oh, ya sudah kalau begitu. Kakak akan cari kerja lagi," ucap Diana.


"Kamu sudah berhenti kerja. dan fokus menjaga Arjuna. Lalu kakak harus mengurus siapa? Sedangkan kakak butuh uang, untuk membantu Bang Farhan," ujar Diana.


" Kalau soal itu, aku masih bisa membayarmu untuk menjaga Arjuna." Karina berucap, "Gak menjaga Arjuna pun, aku mau kasih uang jajan untuk Keyla dan Keysa."


"Tapi kalau kamu kasih cuma-cuma, kayaknya gak enak. Sedangkan kamu harus membayar dia pembantu di rumah ini," kata Diana yang sedang memikirkan nasib keuangan ketika mendengar Karina berhenti bekerja.


"Aku istri CEO, dan uangku tak terhingga nolnya." Karina menggoda kakak nya. "Kamu tetap jaga Arjuna, karena dia lebih suka sama kamu," ujar Karina.


"Kak, aku mau ke rumah. Kayaknya badanku sangat lelah, karena tadi abis muntah-muntah." Karina lupa memberitahu kakaknya jika dirinya sedang hamil.


"Kamu masuk angin? Siji kakak kerokin," ucap Diana.

__ADS_1


"Aku hamil, Kak! Di kerok juga gak mempan," Tutur Karina.


"Apa? Kamu hamil?" tanya Diana yang terkejut mendengar kabar tentang kehamilan Karina.


"Iya," jawab Karina seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Syukurlah, kalau begitu biar Arjuna di sini aja. Kamu lekas istirahat, jangan terlalu lelah." Diana langsung mengambil Arjuna dari gendongan Karina.


"Kak, aku masih kangen sama Arjuna. Mau peluk dia, dan mau tidur di samping dia," rengek Karina sambil mencium pipi Arjuna yang cubby.


"Iya udah, nanti kalau Arjuna rewel langsung bawa ke sini," kata Diana.


" Iya," jawab Karina yang langsung membawa Arjuna menuju rumahnya.


"Da, da, da, Mama Nana!" Arjuna melambaikan tangannya ke arah Diana.


"Da, da, ganteng." Diana membalas lambaian tangan Arjuna.


Karina telah masuk ke dalam rumah, lalu dia berjalan menuju kamarnya.


"Arjuna, duduk dulu, ya!" ucap Karina yang menaruh Arjuna di atas tempat tidur.


"Iya, Mama." Arjuna menurut.


Kemudian Karina mengganti baju kerjanya dengan daster kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2