
"Kamu mau bikin teh?" tanya Ardi
"Boleh, Bang!" sahut Karina
Sementara Silvia sedang berteduh di pos kamling. Karena dia ketahuan bersembunyi di dalam mobil pickup pengangkut sayuran.
Silvia terlihat sedang kedinginan sambil memeluk kedua lengannya.
"Huft, sengsara amat sih!" gerutu Silvia yang masih berteduh di dalam pos kamling.
Hujan semakin deras, suhu udara mulai terasa dingin. Tak ada seorang pun yang singgah melewati pos kamling. Karena hari sudah menjelang malam. Akhirnya Silvia mencoba memejamkan kedua matanya, sambil memeluk tubuh nya.
**
Pagi pun tiba, suhu udara semakin dingin. Wajah Silvia terlihat sangat pucat, karena dia merasakan dingin sampai ke tulang.
"Hatcim..." suara Silvia bersin. Kemudian dia langsung bangkit dari tidurnya, untuk melihat keadaan di depan pos kamling. Silvia melihat dari kaca jendela, hanya terlihat embun sisa air hujan.
Karina terlihat kelelahan karena semalam melakukan honeymoon bersama Ardi. Suhu udara yang dingin membuat Ardi semakin bernafsu untuk mengeluarkan hasrat nya.
"Sayang, aku akan memesankan sarapan. Kamu mau makan apa?" tanya Ardi yang telah membersihkan dirinya.
"Aku mau makan bubur ayam." Karina meminta pada Ardi.
"Baiklah, aku akan ke restoran. Kamu segera bersihkan diri," ucap Ardi yang telah memakai bajunya.
"Oke," jawab Karina.
Karina langsung berjalan menuju ke kamar mandi. Dia akan membersihkan dirinya, setelah itu akan mengurus Arjuna yang masih tertidur pulas.
Ardi berjalan menuju ke arah restoran untuk memesan sarapan pagi. Sembari menunggu pesanannya, Ardi berjalan menuju ke arah kantor. Dia ingin memastikan keberadaan Silvia yang tidak akan mengganggu dirinya.
"Apakah ada orang yang mencurigakan?" tanya Ardi pada salah seorang pegawainya yang merupakan manajer hotel.
"Tidak, dan semuanya aman." Manager hotel menjawab.
"Terima kasih, kau telah bekerja keras untuk ku." Ardi terlihat tersenyum puas.
Rencananya Ardi akan mengajak Karina untuk keliling kampung. Karena memang ada wisata air terjun di dekat hotel miliknya.
"Siapkan mobil beserta sopir, aku akan mengajak istriku untuk ke Curug dekat hotel." Ardi berpesan pada manager hotel.
"Baik, Pak! Akan segera kami siapkan," ujar manager hotel.
Kemudian Ardi langsung keluar dari kantor lalu berjalan menuju ke arah pantry.
__ADS_1
"Kalau sudah selesai, langsung antar ke kamarku." Ardi berpesan pada koki yang bertugas.
"Baik, Pak!" jawab sang koki seraya menganggukkan kepalanya.
Setelah memberi perintah, Ardi langsung bergegas menuju ke arah kamarnya.
"Tok, tok, tok..." suara ketukan pintu terdengar dari arah luar.
Karina langsung bergegas menuju ke arah pintu untuk membukanya.
"Ceklek..." Pintu terbuka, terlihat seseorang yang sedang membawa buket bunga mawar merah menutupi wajahnya.
"Selamat pagi," sapa Ardi yang langsung memperlihatkan wajahnya kepada Karina.
"Duh, kamu romantis banget Bang!" ledek Karina.
Ardi nampak kecewa, karena Karina tidak terlihat terkejut dengan kehadirannya membawa sebuket mawar merah.
"Apa kamu tidak suka?" tanya Ardi.
"Suka sekali," jawab Karina seraya mengambil buket bunga di tangan Ardi. "Terima kasih, karena kamu sudah membuat aku spesial hari ini."
Kemudian Ardi langsung memeluk Karina, lalu membisikkan kata, "i love you!"
Lalu Ardi dan Karina masuk ke dalam kamar hotel.
"Kamu terlihat cantik pagi ini!" Ardi memuji sang istri.
"Bukankah aku selalu cantik setiap pagi?" tanya Karina seraya merajuk.
Kemesraan mereka pun berakhir kala terdengar suara ketukan pintu.
"Tok, tok, tok..."
Ardi segera berjalan menuju pintu untuk membukanya. "Silakan masuk!"
Pelayan hotel pun masuk membawakan pesanan, lalu menaruhnya ke atas meja makan.
"Terima kasih!" ucap Karina
Kemudian mereka pun menikmati sarapan yang sudah dibawakan oleh pelayan.
Usai menghabiskan sarapan pagi, Karina segera mencari tas dan juga ponselnya. Karena dia ingin berswafoto di daerah sekitar hotel.
"Ayo, Bang!" ajak Karina
__ADS_1
Ardi pun menggendong Arjuna, lalu berjalan menghampiri Karina yang sudah berdiri di depan pintu.
Mereka pun berjalan beriringan keluar dari kamar hotel. Tak lupa Ardi mengunci pintu kamarnya.
Ardi meminta guide hotel untuk mengantarkannya mengelilingi daerah sekitaran hotel. Ardi belum mengenal daerah sekitaran hotel, yang dia tahu jika ada beberapa objek wisata di dekat hotelnya.
Mobil pun berjalan menuju ke arah pintu gerbang. Karina sengaja tak menutup kaca jendela mobil, karena dia ingin menikmati udara yang masih sejuk.
Hotel milik Ardi berada tidak jauh dari kaki bukit, hingga masih merasakan udara yang masih terasa sejuk. Banyak perkebunan dan juga ladang milik warga sekitar yang ditumbuhi berbagai jenis aneka tanaman khas dataran tinggi.
Mobil berhenti di sekitar area persawahan, karena Arjuna ingin sekali melihat sawah dari jarak dekat. Ardi pun keluar dari mobil, lalu menggendong Arjuna.
Arjuna pun turun dari gendongan Ardi, "Pa, aku mau kesitu!" unjuk Arjuna ke arah kali kecil yang melintas di hadapannya.
"Juna, nanti baju kamu basah." Ardi memperingatkan Arjuna.
Arjuna terlihat mencebikkan bibirnya, lalu merengek menghampiri Karina yang sedang berdiri di sebelah mobilnya.
"Mama..." rengek Arjuna seraya memeluk kaki Karina
"Ada apa,Sayang?" tanya Karina seraya membungkukkan badannya.
"Aku mau turun ke situ," rengek Arjuna seraya menunjukkan jarinya ke arah kali.
"Arjun, mama gak bawa baju ganti untukmu. Nanti kalau bajumu basah bagaimana?" tanya Karina yang mencoba menenangkan putranya.
"Tapi aku mau kesitu," ucap Arjuna kekeh seraya menarik tangan Karina
Karina pun menuruti keinginan Arjuna dan menghampiri Ardi yang sedang berdiri di sebelah kali kecil.
Silvia pun keluar dari pos kamling, untuk mencari mobil pickup yang akan membawanya ke kota. Dia menyusuri area perkampungan warga yang masih terbuat dari bilik bambu. Usai melewati area perkampungan warga, Silvia melihat ada hamparan sawah yang mulai menguning. Dia pun berjalan mendekati area sawah untuk berteduh di sebuah saung kecil.
Silvia berjalan perlahan melewati jalan setapak yang menuju ke arah saung kecil di tengah sawah.
Sesampainya di saung, Silvia langsung duduk untuk menikmati pemandangan di sekitar area persawahan. Kemudian dia memutar badannya ke arah belakang.
Samar-samar Silvia melihat laki-laki yang sedang menuntun anak kecil di kali kecil persis di seberang sawah.
"Ardi!" Silvia mengusap kedua matanya, memastikan jika dia tidak salah mengenali orang.
Kemudian Silvia melihat wanita hamil di belakang Ardi, "Karina! Apakah benar yang sedang aku lihat?" Silvia ingin memastikan jika laki-laki dan wanita hamil itu adalah Ardi dan juga Karina.
Dia pun segera berjalan menuju ke arah seberang sawah. Silvia mempercepat langkah kakinya, agar dia tidak lagi tertinggal oleh jejak Ardi. Saat akan mendekati kali kecil, tiba-tiba langkahnya terpeleset dan akhirnya jatuh sawah yang masih berbentuk kubangan lumpur basah. "Ah....." Silvia berteriak kesakitan.
Jangan lupa untuk like dan komentar ya.
__ADS_1