
Pov Author
" Muka kamu kenapa, Sil? " Karina memperhatikan wajah Silvia yang menatap tidak suka ke arah baju-bajunya.
" Enggak, apa-apa. " Silvia menjawab dengan nada ketus.
" Sil, tapi muka kamu kok cemberut aja? Memang bang Rudi belum kasih jatah ke kamu? " Karina meledek Silvia.
" Maksud kamu apa, sih? " Silvia terlihat geram dengan ledekan Karina.
" Sudah, kalian kerjaannya ribut aja! " Rudi mencoba melerai Karina dan Silvia.
" Makanya Bang, kalau gak sanggup punya istri dua jangan sok mau nyari lagi. " Karina menyindir Rudi.
Rudi menjadi salah tingkah, saat di sindir oleh Karina.
Karina di beri kabar oleh Nanik, jika Abel sedang menunggu Rudi. Diam-diam Nanik mengikuti Abel menuju warung bakso. Nanik tidak tega, jika Karina akan di selingkuhi lagi.
Karina memang meminta tolong pada Nanik, agar mengawasi setiap gerak-gerik Abel.
Dan Nanik pun mau membantu Karina, agar dia bisa mendapatkan bukti perselingkuhan Rudi dan Abel.
" Maksud kamu apa, Karin? " Rudi terdengar gelagapan.
" Bang, aku bisa membantumu untuk mendapatkan harta warisan, " ucap Karina sambil melirik ke arah Silvia.
" Tapi hal itu akan kita bicarakan nanti, saat di kamar. " Karina lagi-lagi meledek Silvia.
" Heh Karin, maksud kamu apa? " Silvia terlihat emosi dengan sikap Karina yang sedari tadi meledeknya.
Karina merasa puas karena telah membalas perbuatan Silvia kepadanya.
Rudi membawa Karina ke rumahnya, sedangkan Silvia tidur di kamar bekas Karina.
" Bang, sudah lama aku menginginkan tinggal sama kamu, " ucap Karina yang sudah berbaring di atas tempat tidur.
" Juna, mau mandi. Abang masakin air panas, ya! " Karina menyuruh Rudi.
" Iya, " jawab Rudi yang langsung keluar kamar.
Karina tidak tahu apa rencana selanjutnya, yang pasti saat ini dia akan membalas dendam pada Silvia. Membuatnya sakit hati, seperti dirinya sewaktu di selingkuhi oleh Rudi.
Hatinya merasa sakit kala itu, dan hanya ibunya yang tahu tentang perasaan Karina.
" Karin, airnya sudah panas. " Rudi melapor pada Karina.
" Tolong bawa bak mandi ke sini, " pinta Karina, " dengan separuh air dingin. "
Segera Rudi menuju kamar mandi, untuk mengambil bak.
Setelah baknya di bawa beserta air dingin, kemudian di taruh di atas tempat tidur.
__ADS_1
" Bang, ambilkan air panasnya. " Karina memerintahkan Rudi.
Karina hanya tersenyum, karena puas telah menyuruh suaminya.
Setelah air dingin sudah tercampur dengan air panas, Karina langsung memandikan anaknya.
Dengan telaten Karina mengusap sabun ke bagian tubuh Arjuna. Rudi mengamati Karina yang sedang memandikan anaknya.
" Ganteng, mandi dulu! " Karina memberikan sampo bayi di rambut Arjuna.
Usai memandikan Arjuna, Karina langsung menyelimutinya dengan handuk.
" Bang, tolong buang airnya. "
Rudi langsung mengambil bak berisi air bekas mandi anaknya.
Setelah merapikan anaknya, Karina menyuruh Rudi untuk menggendong anaknya.
" Bang, aku mau mandi. Kamu tolong gendong anak kita. " Karina langsung mengambil handuk, dan berjalan menuju kamar mandi.
Rudi terlihat kesulitan saat menggendong anaknya. Kemudian anaknya di bawa keluar rumah, agar ibunya dapat menjaga nya.
" Bu, aku tidak bisa menggendong anakku. " Rudi menghampiri ibunya yang sedang duduk di ruang tamu.
" Mana siji, biar ibu gendong. " Ambar sangat bersemangat saat Rudi menghampiri nya dengan membawa cucunya.
Rudi memberikan Arjuna pada ibunya, dan nampak keceriaan di wajah ibunya.
" Oh iya, ganteng Rud. " Parjono memuji cucunya.
" Ardi kapan kamu nyusul, bisa kasih bapakmu cucu? " Ambar menyindir Ardi yang sedang keluar dari kamarnya.
" Gak usah mikirin aku, pikirin aja anak ibu yang punya dua istri. " Ardi menjawab sindiran Ambar.
Ardi langsung bergegas pergi keluar rumah, karena ada sesuatu hal yang harus di urusnya.
Silvia terlihat kesal, saat mertua dan suaminya sedang duduk di ruang tamu sambil menggoda bayi.
" Bang, " rengek Silvia yang sedang berdiri di depan pintu.
" Apa? " Rudi menoleh ke arah Silvia.
" Nanti malam, kamu temenin aku tidur. " Silvia merajuk sembari mendekati Rudi.
" Sil, kamu jangan macam-macam. " Ambar menegur Silvia.
Silvia terlihat cemberut saat di tegur oleh Ambar, dia langsung bergegas menuju kamarnya.
" Hey, kamu cuci piring dulu baru masuk kamar. " Ambar berteriak menyuruh Silvia.
Silvia melihat ke arah Rudi dengan wajah yang kesal.
__ADS_1
" Ish, " Di hentakkan kakinya menuju dapur. Kali ini Silvia yang mengurus rumah mertuanya.
" Bang ... " Karina terlihat sudah berdiri di depan pintu. Dia memanggil Rudi lalu menghampiri nya.
" Maaf, aku harus menyusuinya. Karena sehabis mandi, Arjuna belum minum susu. " Karina langsung mengambil Arjuna dari tangan Ambar.
" Karina, ibu lagi gendong. " Rudi menegur Karina.
" Bang, anakku haus. Gak mungkin aku tega, membiarkan dia kehausan, " ucap Karina yang telah mengambil anaknya, lalu pergi meninggalkan mertua dan suaminya.
Rudi segera menyusul Karina, yang sudah pulang ke rumahnya.
" Karina, bisa gak kamu bersikap sopan sama ibu dan bapakku? " Terlihat wajah Rudi yang memerah karena menahan amarahnya.
" Aku gak sopan gimana, Bang? " Karina balik bertanya.
" Seharusnya kamu gak usah ambil paksa anakmu, " kata Rudi yang sudah tersulut emosi.
" Apa? Anakmu? " Karina menyipitkan kedua matanya, " jadi Arjuna ini bukan anakmu? " Karina membalikkan perkataan Rudi.
" Bang, perutku lapar. Tolong carikan makanan, " ucap Karina yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
Rudi terlihat sangat kesal dengan sikap Karina. Karena tidak biasa nya dia bersikap kasar, pada kedua orang tuanya.
Rudi bergegas menuju rumah ibunya, ingin mencari makanan untuk Karina.
" Bu, ada makanan? " tanya Rudi yang berjalan menuju dapur. Dilihatnya tudung saji, lalu Rudi mengangkatnya.
" Kok gak ada makanan? " Rudi terlihat kecewa saat meja makan kosong.
" Silvia gak mau masak, ibu beli sate sama bapak. " Ambar menyahut dari arah ruang tamu.
" Lalu satenya mana? " tanya Rudi yang menghampiri ibunya.
" Ya udah abis di makan, " jawab Ambar. " Ibu hanya beli sepuluh tusuk, lagi pula kan Silvia istri kamu. Harusnya kamu yang kasih makan. " Sikap Ambar tiba-tiba berubah saat di depan Parjono.
Padahal sang ibu sangat memanjakan Rudi, namun tidak dengan bapaknya.
Rudi langsung kembali ke rumahnya, dia mencari sisa kembali uang saat makan bakso.
Hanya tersisa lima belas ribu rupiah, segera dia bergegas mencari makanan untuk Karina.
Di belikannya pecel ayam, tanpa nasi. Karena jika pakai nasi, harganya bertambah tiga ribu rupiah.
" Karin, " Rudi menghampirinya Karina yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
" Karin, bangun. Abang uda beliin makanan. " Rudi menepuk pundak Karina.
" Ah Bang, aku udah gak lapar. Aku mau tidur, jangan ganggu aku. " Karina menepis tangan Rudi.
Karina berhasil membuat Rudi menjadi kesal karena ulahnya. Padahal selesai mandi, dia sudah makan ayam bakar yang di belikan Rudi saat di rumah sakit.
__ADS_1
Silakan like dan komentar mu