Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 92


__ADS_3

Ardi begitu cemas, saat melihat Silvia berada di layar cctv.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Ardi dalam hatinya. Dia nampak berpikir tentang rencana selanjutnya.


Ardi berharap, jika Karina tidak mengetahui tentang keberadaan Silvia. Karena Ardi takut jika sewaktu-waktu Karina akan bertemu dengan Silvia, lalu menceritakan tentang dirinya yang telah membayar Silvia untuk menghancurkan rumah tangga Karina dan juga Rudi.


"Pak, apa yang harus kami lakukan?" tanya salah seorang karyawan yang telah menangkap basah Silvia di dalam bagasi mobil.


"Untuk sementara, kalian terus menjaga istriku. Jangan sampai wanita yang tadi kau lihat, mendekati istriku." Ardi memerintahkan kepada para karyawan nya.


"Baik, Pak!" jawab serentak beberapa karyawan yang berada di hadapan Ardi


Kemudian Ardi langsung berjalan meninggalkan para karyawan menuju kamarnya.


Dengan langkah gontai, Ardi sudah sampai di depan pintu kamarnya. Perlahan dia membuka knop kunci.


"Bang, kamu darimana?" tanya Karina yang sudah berada di hadapannya.


"A-ku, a-ku..." Suara Ardi terdengar ketakutan, saat menjawab pertanyaan dari Karina 


"Aku kenapa?" tanya Karina curiga saat melihat raut wajah Ardi yang ketakutan.


"Aku menemui karyawan yang mengambil koper ku, lalu mengeceknya." Ardi menjawab dengan lugas.


"Aku lapar." Karina merajuk seraya mengelus perutnya.


"Baiklah kita makan di restoran," sahut Ardi yang sudah masuk ke dalam kamarnya.


Ardi segera mengganti bajunya dengan baju santai. Namun Ardi masih terlihat cemas dan ketakutan.


"Apa sebaiknya kita makan dikamar saja?" tanya Ardi berubah pikiran. Ardi sangat yakin jika Silvia akan balas dendam kepadanya.


"Memangnya ada apa?" Tanya Karina yang menatap aneh Ardi. Karena sejak tadi Karina sangat bingung melihat sikap suaminya.


"Mendadak kepala ku sedikit pusing," jawab Ardi beralasan.


"Baiklah," jawab Karina. "Sebaiknya kau pesankan saja menu terenak di sini," ucap Karina dengan raut wajah yang kecewa.


Sebenarnya Karina ingin sekali menikmati suasana hotel saat ini. Hanya saja, suaminya mengeluh tentang kepalanya yang pusing.


Kemudian Ardi langsung menghubungi pihak pantry, agar dibawakan makanan terenak.


Karina pun berjalan menuju ke arah balkon hotel. Dia ingin melihat pemandangan hotel dari depan kamarnya.


Saat tangannya ingin meraih pintu jendela, tiba-tiba Ardi memanggilnya.

__ADS_1


"Karin..." Suara Ardi memanggil Karina 


Karina pun menoleh ke arah suaminya, "ada apa?" Tanya Karina 


Ardi sangat takut jika keberadaan Karina di ketahui oleh Silvia. Hingga dia akan melarang Karina untuk keluar dari area hotel. Karena Ardi sangat yakin, jika Silvia masih berada di area hotel.


"Bang! Kamu lagi ada masalah?" Tanya Karina seraya menyipitkan matanya kearah Ardi.


"Enggak, memangnya ada apa?" Balik Ardi bertanya.


"Aku perhatikan seperti nya kamu sedang menyembunyikan sesuatu. Apa ada suatu rahasia yang tidak aku ketahui?" Tanya Karina yang menatap curiga ke arah Ardi 


Ardi terlihat gugup dan ketakutan, tangannya mulai gemetaran dan terasa dingin.


Ardi tidak bisa membuka rahasia yang selama ini dia simpan sangat rapat. Satu kesalahannya yaitu, membuat Karina terluka karena idenya memasukkan Silvia kedalam rumah tangga Rudi.


Perlahan Karina mendekati Ardi yang sedang berdiri terpaku di depan pintu.


Ardi sangat ketakutan sekali melihat pandangan mata Karina, yang seperti ingin membunuhnya.


"Ka-rin... Maafkan aku," ucap Ardi dengan suara terbata-bata.


"Maafkan soal apa?" Tanya Karina yang sudah berada di hadapan Ardi


"A-ku..." Suara Ardi tiba-tiba terhenti, kala pintu kamar terketuk dari arah depan.


Terdengar tiga kali ketukan, lalu Ardi langsung berbalik ke arah pintu.


"Aku buka pintu dulu," kata Ardi dengan tangan yang meraih knop pintu.


Pintu pun terbuka, lalu sudah ada dua orang pelayan yang berada di hadapan Ardi


Mereka membawa menu yang paling diminati oleh pengunjung di hotel.


"Tuan, kami membawakan hidangan sesuai pesanan Anda." Pelayan sudah berdiri didepan pintu.


"Masuklah, lalu di tata di atas meja makan." Ardi membukakan pintu dengan lebar.


Kedua pelayan pun masuk ke dalam kamar Ardi. Lalu mereka berjalan menuju ke arah ruang makan yang berada di dekat dapur.


Arjuna terbangun dari tidurnya, lalu terduduk di atas tempat tidur.


"Sayang, kamu sudah bangun!" Ucap Ardi yang berjalan menghampiri Arjuna. Dia ingin mengalihkan perhatian Karina yang sedari tadi menatap curiga ke arahnya. Kemudian Ardi langsung menggendong Arjuna dari tempat tidur.


"Ayo, kita makan!" Ajak Ardi sambil menggendong Arjuna, lalu berjalan menuju ruang makan.

__ADS_1


Kamar yang ditempati Ardi lumayan luas untuk ukuran kamar hotel.


Hanya aja satu ruangan terbagi untuk dapur dan ruang makan serta ruang keluarga. Hingga tak ada sekat di setiap ruangan nya.


Hanya kamar mandi yang terletak di bagian pintu kamar. Agar memudahkan pengunjung untuk mencari keberadaan kamar mandi.


Kedua pelayan telah selesai mengerjakan tugas, kemudian mereka pamit untuk segera meninggalkan kamar hotel.


Kemudian Karina berjalan mendekati Ardi yang sudah duduk di kursi makan bersama Arjuna.


"Karin, duduklah!" Ardi mempersilahkan Karina duduk dihadapannya.


"Terima kasih," jawab Karina yang langsung duduk dihadapan Ardi


Sedangkan Arjuna duduk di sebelah Ardi 


"Kita mulai acara makan bersama," ucap Ardi


Ardi lalu menuangkan air minum ke dalam gelas Karina. Setelah itu menyendok nasi ke atas piring untuk Karina 


"Bang, aku ucapkan terima kasih. Karena kamu telah membuat aku istimewa di hari ini." Karina menatap kagum ke arah Ardi


Seketika hati Ardi menjadi lega, karena Karina f tidak lagi menatapnya curiga.


"Kamu memang selalu istimewa di hati aku, bukan di hari ini saja. Hanya saja, aku ingin hari ini membuat kamu nyaman dan bahagia." Ardi terlihat tersenyum bahagia.


Kemudian mereka pun makan bersama, menghabiskan menu yang sudah tersaji di atas meja makan.


"Enak sekali, Bang!" Ucap Karina memuji menu makanan yang baru saja dia santap.


"Ini adalah menu terbaru dan terbaik yang ada di hotel. Aku memperkerjakan chef terbaik di hotel ini." ungkap Ardi dengan bangga memperkenalkan hotelnya.


"Aku doakan agar usahamu terus berjalan dengan lancar," ucap Karina seraya menengadahkan tangan.


" Terima kasih atas doanya, pasti doa dari seorang istri sangatlah mujarab." Ardi memegang tangan Karina


"Ma, aku mau main keluar." Tiba-tiba suara Arjuna merengek ingin segera keluar dari kamar hotel.


Wajah Ardi tiba-tiba saja berubah menjadi cemas. Untuk saat ini Ardi tidak mengijinkan Karina dan Arjuna untuk keluar dari kamar hotel.


Ardi sangat takut jika Silvia masih berkeliaran di area hotel dan melihat Karina. Pastinya semua rencana Ardi akan terbongkar. Dan Karina pasti akan sangat membenci dirinya.


"Bang, memangnya ada apa kami gak boleh keluar dari kamar ini?" tanya Karina yang kembali menatap curiga ke arah Ardi.


"Apa kamu punya istri lagi di sekitar hotel ini?" tanya Karina.

__ADS_1


Jangan lupa untuk vote, like dan komentar 


__ADS_2