Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 81


__ADS_3

"Kamu kenapa, Beb?" tanya teman dari kasur wanita di sebelah nya. Ternyata kasir itu bernama Bebi.


"Liat deh cowok tampan yang pakai kemeja biru." Bebi menunjukkan jarinya ke arah Ardi.


"Ada apa emang?" tanya teman sebelahnya Bebi.


"Katanya istrinya galak, jadi kamu jangan coba godain dia," ujar Bebi seraya bergidik ngeri melihat Karina.


"Ah, istrinya kelihatan gak galak kok!" ujar teman di sebelah Bebi. "Penampilannya elegan, dan keibuan."


"Masa sih!" ucap Bebi tak percaya, tetapi di penglihatannya memang penampilan Karina sangat keibuan dan terlihat lembut


"Udah, Beb! Kamu jangan godain suami orang, biasanya wanita lembut itu bisa berubah menjadi nenek lampir, kalau suaminya di godain orang." Teman sebelah Bebi mengingatkan.


"Ah, iya." Bebi terlihat menganggukkan kepalanya.


Kemudian Ardi sudah berada di hadapan Karina. Lalu langsung menggendong Arjuna.


"Juna, kamu mau main apa?" tanya Ardi yang langsung berjalan menuju ke area permainan.


Karina menunggu Ardi dan Arjuna bermain di area Dingdong. Terlihat kesuntukkan di wajahnya, karena lama menunggu mereka bermain.


Akhirnya Karina memutuskan untuk pergi ke arah stand makanan, yang jaraknya tidak jauh dari area bermain.

__ADS_1


Karina memesan dimsum untuk mengisi perutnya yang sudah kosong.


Diam-diam dari jauh, Bebi memperhatikan Karina. Dari penglihatan Bebi, karena memang tampak ramah. Apakah benar jika Karina itu galak?


Hal itu membuat Bebi penasaran dengan perkataan laki-laki yang baru saja mengedipkan mata kepadanya


"Beb, kamu mau kemana?" tanya Juwita teman Bebi.


"Aku penasaran, sama cowok itu. Tampan berkarisma, dan seperti nya orang tajir." Bebi menyeringai tipis melihat ke arah Karina.


"Jangan gila kamu, Beb! Dia udah punya istri, kamu jangan mengganggu rumah tangga orang." Juwita mencoba menghalangi niat Bebi untuk menghampiri Karina.


"Uda Juwi, kamu gak usah khawatirin. Kalau cuma main-main aja, mah gak apa-apa kali!" ujar Bebi yang langsung datang menghampiri Karina.


Karina sedang memakan dimsumnya, lalu di hampiri oleh Bebi.


"Permisi, Mbak!" sapa Bebi yang juga duduk di sebelah Karina.


"Iya," jawab Karina mengulas senyum.


"Mbak, aku boleh duduk di sini?" tanya Bebi dengan nada ragu.


"Iya, silakan!" sahut Karina.

__ADS_1


Bebi pun duduk di sebelah Karina, sambil kedua matanya mencari keberadaan Ardi.


"Mbak lagi nunggu siapa?" tanya Bebi.


"Anak dan suamiku," jawab Karina sambil menyeruput es teh manis.


"Oh," jawab Bebi asal. "Mbak lagi hamil?" tanya Bebi.


"Iya," jawab Karina yang sedikit merasa terganggu dengan kehadiran Bebi. Saat ini dirinya sedang tidak mood di ajak berbicara. "Maaf, apa kita pernah kenal sebelumnya?" tanya Karina seraya menatap intens ke arah Bebi.


"Ah, enggak. Hanya saja..." ucapan Bebi terhenti, dia bingung ingin memberikan alasan kepada wanita hamil di sebelahnya.


"Hanya kenapa?" tanya Karina dengan nada mendesak.


"Hanya saja, aku sedang hamil muda. Ah iya, hamil muda. Jadi butuh pengalaman sama seseorang yang sudah pernah hamil." Bebi memberikan jawaban asal. Padahal dirinya menikah saja belum.


Hanya saja Bebi sangat penasaran dengan sikap Ardi. Yang membuatnya terpana, saat mengedipkan sebelah mata kepada Bebi.


"Oh, kamu lagi hamil?" ucap Karina dengan nada polos. "Tapi kok masih kerja?" tanya Karina.


"Oh, iya. Memangnya orang hamil gak boleh kerja, Mbak?" tanya Bebi seraya tersenyum dengan terpaksa.


Silakan like dan komentar ya!

__ADS_1


__ADS_2