Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 84


__ADS_3

"Iya sudah, kamu saja yang berangkat bersama suamimu." Diana tetap menolak ajakan Karina.


"Baiklah, kalau kakak gak mau ikut." Karina menyerah, dia tak ingin memaksa kehendak nya.


Diana memang sudah sangat sibuk mengurus suami dan kedua buah hatinya. Semenjak pengasuhan Arjuna bersama Karina, kini Diana membuka usaha jahit. Bekerjasama dengan ibu mertua Karina, dengan modal usaha yang pastinya dari Karina.


Karina tidak ingin melihat kakaknya kesusahan lagi seperti dulu. Yang selalu meminta uang pada ibunya.


Sudah banyak langganan Diana, yang cukup puas dengan hasil kerjanya.


"Karin, bukannya aku gak mau ikut. Hanya saja saat ini aku sedang sibuk dengan usahaku. Begitu juga dengan anakku, yang sedang ulangan." Diana mendekati Karina, karena melihat raut kecewa di wajah adik kesayangannya.


"Iya sudah, aku kembali ke rumah dulu." Karina langsung berjalan menuju ke rumahnya. Sementara Arjuna sedang bermain bersama Keyla.


Saat akan memasuki rumah, terdengar suara handphone berbunyi. Segera Karina masuk ke dalam untuk mengambil handphone yang dia letakkan di atas meja ruang tamu.


"Nomor siapa ini?" Karina tidak mengenali nomor yang terlihat di layar ponselnya.


Segera dia buka pesan di aplikasi hijau, dan ternyata ada pesan masuk. Karina mengamati dengan jelas, profil seorang wanita.

__ADS_1


"Bukankah dia wanita yang kemarin berkenalan denganku?" gumam Karina saat melihat fotonya.


Kemudian dia membaca pesan yang telah di kirimkan wanita itu


'Halo, Mbak! Ingat aku? Bebi yang kemarin kenalan sama kamu.'


Kemudian Karina langsung membalas pesan dari Bebi


'Iya, ada apa ya?'


Sesaat ketikan itupun telah di terima oleh Bebi. Kemudian Bebi kembali mengirimkan pesan pada Karina


'Mbak, apa aku boleh tahu alamat rumahmu? Ingin bertanya soal kehamilan, karena saat ini aku sedang libur kerja.'


'Maaf, sebelumnya aku tak pernah kenal sama kamu. Rasanya gak mungkin aku memberikan alamat pada orang yang baru aku kenal.'


Karina bukanlah wanita polos dan lugu seperti dulu. Pengalaman mengajarkan dia untuk lebih berhati-hati pada seseorang.


'Oh maaf, jika aku terlalu lancang. Hanya saja aku sangat ingin tahu informasi tentang kehamilan. Dan ingin tahu langsung dari seseorang yang sedang hamil.'

__ADS_1


Lagi-lagi Bebi memberikan alasan palsu, agar Karina percaya.


'Sebaiknya kamu konsultasi ke dokter, karena aku bukan dokter.'


Karina memberikan jawaban telak, yang menolak bertemu dengan Bebi.


Sementara di tempat kost Bebi, dia sedang kesal melihat jawaban dari Karina.


"Dasar perempuan sombong!" umpat Bebi sambil berbicara pada layar ponselnya.


"Aku harus beralasan apalagi, ya?"


Terlihat Bebi sedang berpikir, sambil memainkan ponselnya. Dia sangat penasaran dengan kedipan Ardi, dan hal itu membuat Bebi jatuh hati.


Kenapa pesona Ardi langsung memikat hatinya?


Bebi memang sudah biasa menjadi pelakor dalam hubungan orang. Itu merupakan keisengannya, di sela mengisi hari-harinya. Bebi hanya ingin mencari pria tampan dan kaya agar bisa menjamin hidupnya.


Selama ini pria yang sudah dekati oleh Bebi, rata-rata memiliki istri. Bebi hanya ingin bersenang-senang, menikmati uang dari para pria hidung belang.

__ADS_1


Pernah suatu ketika dia memikat seorang pria yang sudah beristri, namun di saat akan menikah siri, sang istri datang lalu menghancurkan acara pernikahan nya. Naasnya lagi, pria tersebut telah membohongi nya. Mengaku kaya dan punya mobil, ternyata hanya seorang karyawan bengkel mobil. Karena setiap hari, pria itu selalu menjemput Bebi dengan mobil yang berbeda.


Silakan like dan berikan komentar mu.


__ADS_2