
Beby mengikuti Ardi menuju parkir mobil, kemudian Beby berjalan menuju pintu keluar untuk mencari tukang ojek pangkalan.
Sembari menunggu Ardi di pintu keluar, Beby telah mendapatkan ojeknya. Setelah Ardi terlihat keluar, Beby menyuruh tukang ojek untuk mengikuti mobil milik Ardi
"Pak, ikutin mobil itu." Beby menunjukkan jarinya ke arah mobil Ardi.
"Baik, Neng!" sahut tukang ojek menurut.
Tukang ojek melambatkan laju motornya, karena mereka kini berada di jalur lampu merah.
Ardi tak menaruh curiga, saat motor tukang ojek sedang mengikuti mobilnya dari arah belakang.
Selang setengah jam, mobil Ardi telah sampai di depan pintu gerbang rumahnya. Ardi pun turun dari mobilnya, lalu membuka pintu gerbang.
"Oh, itu rumahnya." Beby melihat rumah Ardi dari jarak jauh. "Rumahnya hanya minimalis dan terlihat kecil, sepertinya dia bukan orang kaya," ucap Beby mengurungkan niatnya untuk mendekati Ardi.
Karina memang sengaja membangun rumah nya dengan tipe minimalis. Karena dia hanya ingin terlihat sederhana, walaupun sang suami merupakan seorang CEO pemilik bisnis garmen terbesar di negaranya.
Usaha Ardi terbilang banyak, yang tersebar di beberapa kota. Semua karena keuletan dan kerja kerasnya selagi muda. Dan Ardi termasuk pengusaha muda paling kaya di negaranya. Penampilan yang sederhana membuat kecoh para tetangga dan orang yang baru saja mengenalnya, termasuk Beby.
__ADS_1
"Bang, kamu kok sudah pulang?" tanya Karina yang terkejut melihat suaminya sedang memarkirkan mobilnya di garasi.
"Aku kangen sama kamu," ucap Ardi menggoda sang istri.
"Ish, jangan genit!" Karina memicingkan matanya ke arah sang suami yang sudah keluar dari mobilnya.
"Memangnya aku gak boleh kangen sama kamu?" goda Ardi yang langsung berjalan menghampiri Karina.
Kemudian Karina pun mencium tangan Ardi.
"Kamu jadi kelihatan seperti pengangguran," cibir Karina seraya menyipitkan kedua matanya.
"Bang, malu di lihat orang." Karina langsung melepaskan tangan Ardi, lalu masuk ke dalam rumah.
Ardi hanya tersenyum melihat wajah istrinya yang sudah memerah.
Dari jauh Beby sangat iri melihat keromantisan Ardi dan juga Karina. Namun kata hatinya terus mencibir rumah Ardi yang terlihat kecil.
"Ish, capek-capek aku ngikutin cowok itu. Ternyata rumahnya kecil," sungut Beby.
__ADS_1
"Mbak, sampai kapan kita di sini?" tegur sang tukang ojek yang sudah lama menunggu Beby.
"Oh, ya udah Bang! Aku pulang aja," ucap Beby.
Kemudian tukang ojek pun melajukan motornya meninggalkan rumah Ardi.
"Arjuna mana?" tanya Ardi yang telah masuk ke dalam rumah.
"Dia di rumah kak Diana," sahut Karina yang sedang membuatkan teh untuk suaminya. "Kak Diana gak mau ikut, katanya pesanannya lagi banyak." Karina melaporkan pada Ardi.
"Memangnya mau ikut kemana?" tanya Ardi yang benar-benar lupa dengan janjinya ingin melihat makam ayahnya Karina. Karena kesibukan Ardi yang sangat padat, sehingga dia melupakan janjinya untuk pergi ke makam sang ayah mertua.
"Ish, masa kamu lupa! Bukannya kamu mau pergi ke makam ayah?" gerutu Karina Sedaya mengerucutkan bibirnya.
"Ah, iya! Aku bukannya lupa, hanya saja hari ini ada klien yang ingin melihat koleksi batik milik bosmu. Jadi aku hanya ingat sama kamu," ucap Ardi mengalihkan pembicaraan, karena dia sangat takut jika Karina akan merajuk lagi. Pasti akan sangat merepotkan, jika Karina merajuk di saat dia sedang banyak pekerjaan.
"Oh, jadi ada banyak pesanan hari ini!" tutur Karina
"Iya," balas Ardi seraya mengulas senyum. Ardi sangat pintar membuat alasan, agar sang istri tidak marah kepadanya. Sungguh dia benar-benar lupa dengan janjinya kemarin.
__ADS_1
Silakan like dan berikan komentar