Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 43


__ADS_3

" Karina ... " Ajeng memanggil Karina seraya membawa beberapa laporan di tangannya.


" Iya, Mbak! " jawab Karina yang menghentikan ketikannya.


" Kamu buat iklan untuk produk baru, dan carikan perusahaan garmen yang mau kerjasama lagi. Karena perusahaan yang kemarin sudah beralih kepemimpinan. Dan sedang mengalami kepailitin, jadi kamu usahakan untuk mendapatkan suplier baru. " Ajeng memberi tugas pada Karina.


" Siap, Mbak! Akan aku usahakan, bisa mendapatkan suplier yang bagus, " ucap Karina penuh percaya diri.


" Karin, " ucap Ajeng dengan suara pelan mendekati Karina.


" Iya, " jawab Karina dengan menolehkan kepalanya ke arah Ajeng.


" Bagaimana kabar Ardi? " Ajeng berbisik ke telinga Karina.


" Dia kembali ke rumahnya di kota, dan aku belum mendapatkan kabar darinya, " ucap Karina.


" Oh, ya sudah terima kasih informasinya. " Ajeng berucap sembari tersenyum pias


" Apa yang sebenarnya terjadi, dengan hubungan mereka? " batin Karina bertanya seraya menatap iba ke arah Ajeng.


Kemudian Karina meneruskan kembali pekerjaannya. Dia mencari suplier untuk bekerjasama, dengan butik milik bosnya.


" Ulfa, tolong kamu cek laporan dari mbak Ajeng. Setelah kamu pelajari, langsung kamu hitung totalan barang dan uangnya. " Karina memberi tugas pada Ulfa


" Iya, Bu! " jawab Ulfa yang langsung mengambil beberapa laporan di map berwarna warni


Karina sedang browsing, para supplier yang berada di kota. Dia mencoba mencari supplier yang bisa di percaya, dan mempunyai banyak peminat.


" PT Arini Sentosa, seperti nya mereka mempunyai banyak rekanan. Aku harus segera menghubungi nya. " Karina langsung mengambil ponsel nya, lalu mengetik nomor telpon yang tertera di bagian customer servicenya.


" Halo, selamat siang dengan PT Arini Sentosa? "


Karina menyapa bagian customer servis, melalui sambungan telepon seluler nya.


" Iya betul, ada yang bisa kami bantu? "


Terdengar jawaban yang sopan dari perusahaan PT Arini Sentosa.


" Bisa kami mengajukan kerja sama, dengan perusahaan Anda? "


Karina menawarkan kerjasama dengan perusahaan yang dia hubungi.


" Maaf, kami berhubungan dengan perusahaan apa? "


" Kami dari butik Sindang Jaya, ingin mengajukan kerjasama. Jika berkenan, kami akan mengirimkan email ke perusahaan Anda. "

__ADS_1


Karina dengan lihai mencoba merayu, perusahaan yang akan dia ajak bekerja sama.


" Baiklah, segera kirim profil perusahaan Anda. CEO kami akan mengeceknya, jika dia berminat maka akan kami kirimkan jawaban ke surel Anda. "


" Terima kasih, akan secepatnya kami kirimkan. Selamat siang, " Karina mengakhiri perbincangan nya dengan klien barunya.


" Yes, aku akan mengirim beberapa produk yang berkualitas. Agar CEO itu tertarik untuk bekerja sama. " Karina terlihat mengembangkan senyumnya.


" Karin, kamu lagi kenapa? " Nanik bertanya pada Karina saat melintas di hadapannya.


" Aku baru saja mendapatkan klien baru, semoga dia mau bekerjasama, " ujar Karina.


" Widiw, baru masuk udah dapat tugas aja. Dan langsung kena pancing lagi, " puji Nanik pada Karina.


" Moga rejeki anakku, " ucap Karina dengan tersenyum sumringah.


" Amin, semoga rejeki Arjuna. " Nanik langsung beranjak pergi meninggalkan Karina.


Segera Karina menyusun semua data yang di butuhkan, untuk mengirimkan produk ke surel milik PT Arini Sentosa.


" Send, semoga berhasil. " Karina menekan tombol enter pada layar laptopnya.


Terlihat dia menghela nafasnya, yang sedari tadi begitu tegang mengolah data.


Karina berharap, jika perusahaan yang baru saja dihubungi, akan menyetujui kerjasama dengan butik tempat dia bekerja.


" Ulfa, ayo istirahat. " Karina mengajak Ulfa untuk menghentikan pekerjaannya.


" Baik, Bu! " Ulfa pun menutup laporan yang berada di atas meja.


" Kamu mau makan bareng aku? " tanya Karina.


" Boleh, Bu. " Ulfa pun bangun dari duduknya dan berjalan mengikuti Karina.


" Karin, " panggil Ajeng dari arah belakangnya.


" Mbak Ajeng, Mbak Nanik! " seru Karina sambil menoleh ke arah belakang.


" Ayo kita mabar, " ajak Nanik yang langsung menuntun tangan Karina.


" Mabar? " tanya Karina seraya mengerutkan keningnya.


" Makan bareng, " jawab Ulfa yang menyambung pembicaraan antara Nanik dan Karina.


" Oh, " jawab Karina. " Maaf ya, aku jarang update bahasa jaman sekarang, " ucapnya seraya menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

__ADS_1


Kemudian mereka berjalan menuju kedai jajanan, yang berada di seberang butik.


Depan kantor mereka, merupakan pusat kuliner di daerah perkantoran.


Ajeng duduk di sebelah Karina, dia sengaja karena ingin menanyakan tentang Ardi.


" Karina, aku bisa curhat soal Ardi? " tanya Ajeng yang sedang menunggu pesanan nya.


" Bisa, Mbak! " jawab Kasih, " tapi aku gak begitu mengenal mas Ardi, dia sangat tertutup dengan kehidupan pribadinya. " Karina bercerita pada Ajeng.


" Iya, aku maklum. " Ajeng mengiyakan, karena memang setahu dia, Ardi sangat lah tertutup kepada orang lain. Sejak berteman dengan Ardi, memang Ajeng tak pernah tahu tentang kehidupannya. Yang Ajeng tahu, Ardi adalah anak dari seorang single parent yang ibunya bekerja sebagai guru honorer. Ajeng sering kerumahnya, dan meminta di ajarkan oleh ibunya Ardi.


Saat Ajeng di rumah Ardi, dirinya selalu di tinggal oleh Ardi. Karena Ardi harus melakukan pekerjaan nya, yaitu sebagai ojek online.


Ardi tidak ingin menyusahkan sang ibu, sehingga dia memilih pekerjaan ojek online sebagai mata pencahariannya. Untuk memenuhi biaya kuliahnya.


" Mbak, aku melihat gurat kemarahan di wajah mas Ardi tempo hari. Apakah masalah kalian cukup rumit? " Karina memberanikan diri bertanya pada Ajeng.


" Iya, aku yang salah. " Ajeng terlihat sedih kala menjawab pertanyaan Karina.


" Apa aku boleh tahu, masalah yang kalian hadapi? " Karina mencoba mencari tahu, tentang permasalahan yang di alami Ajeng dan Ardi. " Barangkali, aku bisa membantu, " ucapnya menawarkan bantuan.


" Aku sangat berharap, Ardi bisa kembali padaku. " Ajeng berharap kepada Karina.


" Sebisa aku, akan aku usahakan. " Karina menyanggupi. " Aku akan bertanya pada mertuaku, dimana rumah mas Ardi, " ucap Karina mencoba mencari solusi untuk Ajeng.


" Iya, aku sangat berterima kasih kepada mu. " Ajeng memeluk Karina.


Kemudian makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka memulai makan siang bersama-sama.


Setelah menyelesaikan makan siangnya, mereka kembali ke kantor.


Karina pun berjalan menuju meja kerjanya, dia langsung menyalakan komputer.


Segera dia melihat surel yang baru saja di kirim ke alamat PT Arini Sentosa.


" Email nya di balas, " ucap Karina bersemangat. Dia langsung membuka pesan email, dari PT Arini Sentosa.


" Terima kasih Anda telah mengajukan kerjasama dengan perusahaan kami. Sungguh merupakan suatu kehormatan dengan adanya tawaran dari butik Sindang Jaya menawarkan kerjasama. Untuk lebih mempererat hubungan kerjasama, silakan anda menyusun jadwal pertemuan dengan CEO kami.


Kami menunggu secepatnya balasan dari Anda. "


Hal yang menggembirakan untuk Karina, ternyata perusahaan yang dia tujukan, telah menyetujui kerjasama dengan butiknya.


Segera dia membuat jadwal pertemuan antar perusahaan nya dengan perusahaan PT Arini Sentosa.

__ADS_1


" Semoga menjadi awal yang baik, " ucap Karina penuh harap.


__ADS_2