Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 77


__ADS_3

Di dalam kamar, Karina terus memandangi dirinya.


"Kini aku menjadi cantik, tak seperti dulu yang gemuk dan hitam. Aku sangat bersyukur ada orang baik, yang bisa mempekerjakan aku. Dan bisa membuat hidupku menjadi lebih baik."


"Ah iya, sudah lama aku tidak mengunjungi makam ibu." Karina tiba-tiba teringat dengan almarhum ibunya.


"Sebaiknya saat pulang dari dokter, aku akan mengunjungi makam ibu. Dan memperkenalkan Arjuna pada almarhum nenek nya." Karina langsung bergegas keluar kamar setelah merapikan dirinya.


Karina berjalan menuju garasi mobil nya, di sana ada Ardi dan juga Arjuna yang telah lama menunggunya.


"Mama, kok lama banget!" protes Arjuna. Bocah kecil yang kini sudah bisa berjalan dan berbicara itu, kini mulai bisa mengungkapkan perasaan nya.


"Mm, mama mencari baju yang muat, Sayang! Karena semua baju mama pada sempit," ucap Karina beralasan. Padahal dia sedang mengenang masa lalunya.


"Ya sudah, nanti pulang dari dokter, kita langsung belanja baju buat mama," sahut Ardi yang sudah duduk di bangku sopir.


"Bang, aku duduk di belakang saja. Karena gak bisa memangku Arjuna duduk di depan." Karina langsung membuka pintu belakang.


"Ya sudah, kalau itu membuatmu nyaman." Ardi langsung melajukan mobilnya keluar dari garasi.

__ADS_1


"Arjuna, kamu harus pakai sabuk pengaman." Karina mengingatkan, karena Arjuna duduk di depan bersama Ardi


"Ah iya, aku lupa memakaikan sabuk pengaman." Ardi langsung meminggirkan mobil nya. Kemudian memakaikan sabuk pengaman pada Arjuna.


Ardi pun kembali melanjutkan perjalanan nya, dia menuju ke dokter kandungan.


Sepanjang perjalanan, Arjuna terus berbincang dengan Ardi layaknya anak dan ayah kandung.


Mereka pun sampai di dokter kandungan, yang berada di rumah sakit terkenal di ibukota.


"Bang, kita gak harus periksa di tempat seperti ini." Karina melihat gedung tinggi di hadapannya.


"Di bidan tempat Arjuna lahir, juga sudah cukup untuk ku," jawab Karina


"Tapi anak yang kamu kandung saat ini adalah anakku, dan bukan anak Rudi. Saat mengandung Arjuna, kamu tak pernah sekalipun di antar oleh Rudi. Maka saat mengandung anakku, aku mohon kamu ikuti permintaan ku." Ardi memohon pada Karina.


Karina pun menurut, dia tak lagi berkomentar. Karena sesungguhnya saat ini, dia sangat senang di perhatikan oleh suaminya. Dan dia merasa bagai wanita yang paling beruntung di dunia, memiliki suami yang sangat perhatian padanya dan juga anaknya.


Ardi menuntun Karina di sebelah kanan, sedangkan tangan sebelah kiri menuntun Arjuna.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Ardi yang tampan dan Karina yang cantik. Para pasangan yang sedang duduk di bangku, sangat iri melihat Ardi dan Karina layaknya keluarga yang harmonis.


"Aku daftar dulu," ucap Ardi yang telah menuntun Karina menuju tempat duduk. "Kamu tunggu di sini."


Karina pun duduk di bangku tunggu, sedangkan Ardi berjalan menuju meja pendaftaran.


"Mbak, suaminya perhatian banget," sapa seorang wanita yang duduk di sebelah Karina.


Karina hanya tersenyum, menanggapi pernyataan seorang gadis muda di sebelah nya.


"Anaknya sudah mau dua, ya?" tanyanya lagi yang amat penasaran.


"Iya," jawab Karina singkat. Karena saat ini moodnya lagi kurang bagus untuk berbasa-basi. Hingga jawabannya hanya singkat.


"Suaminya tampan, pantesan mbaknya doyan punya anak." Gadis itu mulai berani berceloteh yang menyingung perasaan Karina.


"Eh, maksudnya apa sih, Mbak! Apa kamu punya masalah sama saya?" tanya Karina dengan meninggikan suaranya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar ya.

__ADS_1


__ADS_2