
Acara pernikahan pun berlangsung, kedua mempelai telah duduk di pelaminan. Semua tamu undangan pun hadir, mengucapkan selamat kepada Ardi dan Karina.
Syahrini dan juga Parjono pun hadir, sebagai orang tua Ardi.
Sedangkan perwakilan Karina adalah Diana. Hanya dia saudara, yang Karina miliki saat ini. Mereka berdua tidak mengetahui keberadaan Bedah.
Sang kakak yang gila harta, tidak di ketahui keberadaan nya setelah menjual tanah warisan.
Ajeng datang dengan ketegaran hatinya, dia berharap Karina dapat menjaga cinta Ardi.
" Mas, aku harap kamu bisa membahagiakan Karina." Ajeng memberi selamat sekaligus memberikan pesan untuk Ardi.
" Iya pasti, aku akan selalu menjaganya." Ardi membalas jabatan tangan Ajeng.
Seluruh karyawan Butik Sindang Jaya hadir, memberikan ucapan selamat.
" Arjuna, malam ini bobo sama kakak Keyla sama Keysa, ya!" kata Diana yang sedang berkumpul di rumah Karina. Karena acara pernikahan, telah selesai dua jam yang lalu di gedung.
" Kakak, nanti Arjuna mencariku." Karina menatap ke arah Diana.
" Kamu nikmati saja dulu, malam pertama," Diana terlihat mengedipkan satu matanya ke arah Ardi.
Diana langsung memboyong anak-anak nya dan juga Arjuna pulang ke rumahnya.
" Kak!" panggil Karina yang ingin bangun dari tempat duduk, namun di tahan oleh Ardi.
" Sayang, kak Diana tuh baik sekali. Mau kasih kesempatan kita, untuk malam pertama." Ardi mengunci Karina dengan kedua tangan nya di sofa.
Jarak antara mereka sangat dekat, hingga terasa deru nafas keduanya.
" Bang, aku mau ganti baju dulu." Karina langsung mendorong tubuh Ardi.
" Gak usah ganti baju, biar aku buka di sini aja!" ucap Ardi seraya membuka perlahan kancing kebaya yang di pakai oleh Karina.
" Bang, malu ah!" Karina langsung bangun dari duduk nya dan berjalan menuju kamarnya.
" Apa seperti ini rasanya malam pertama?" gumam Ardi seraya tersenyum ke arah Karina.
Ardi langsung mengunci pintu utama, setelah itu menghampiri Karina di dalam kamarnya.
" Karina!" panggil Ardi yang sudah membuka pintu kamarnya.
" Kok gelap?" tanya Ardi yang melihat lampu kamar di matikan oleh Karina.
" Maaf, Bang! Aku belum terbiasa, dan mungkin ini yang kedua bagiku." Karina sudah duduk di atas tempat tidur.
Ternyata Karina masih malu, untuk melakukan malam pertama. Karena memang semenjak menikah, dia hanya sekali di sentuh oleh Rudi.
Ardi langsung menghampiri Karina, dia berjalan perlahan sambil menutup pintu kamar.
__ADS_1
" Iya, aku akan membuatmu terbiasa."
Malam yang panjang untuk mereka berdua, menghabiskan malam pertama untuk Ardi dan malam kedua untuk Karina.
Ardi begitu mencintai Karina, hingga tiap malam mereka selalu melakukan malam pertama. Karena Arjuna sudah terbiasa tidur dengan Keyla dan Kesya.
Selang beberapa bulan, Ardi mengajak Karina untuk menemui Ambar yang kini menjadi penghuni rumah sakit jiwa.
" Bang, kita mau kemana?" tanya Karina saat melihat plang di depannya bertuliskan rumah sakit jiwa.
Ardi memang tidak pernah menceritakan soal Ambar pada Karina. Karena Ardi takut, jika Karina akan trauma lagi soal kejadian anaknya yang di cekik oleh Ambar.
" Rumah sakit jiwa," terang Ardi.
" Iya aku tahu, itu rumah sakit jiwa. Tapi siapa yang ada di sana?" tanya Karina.
" Nanti kamu juga tahu, kita akan melihat sebentar saja," ucap Ardi yang telah keluar dari mobil nya.
Ardi menuntun Karina berjalan masuk ke area rumah sakit jiwa. Mereka menuju ke kamar rawat Bougenville.
" Kamu bisa lihat, wanita di dalam?" tanya Ardi sambil melihat Ambar dari balik pintu yang berjendela kaca.
Karina terkejut, saat melihat Ambar berada di dalam dengan tangan terikat.
" Ibu!" lirih Karina sambil menutup mulutnya tak percaya.
" Ibu aku taruh di rumah sakit ini. Keluarga nya tidak ada yang mau menampung, karena dia gila," ucap Ardi menjelaskan
" Ibu mengalami halusinasi tingkat tinggi, dia selalu melihat Rudi. Dan menyakiti tubuhnya, karena ingin menyusul Rudi." Ardi menjelaskan pada Karina.
" Iya sudah Bang, kita pulang." Karina tak sanggup melihat ibu mertua nya.
Ardi langsung mengikuti langkah Karina, berjalan meninggalkan kamar Ambar.
Saat di lorong, Karina di cegat oleh perempuan berbadan tambun.
" Hey, lu mau ambil harta gua? Dengar ya, ini rumah gua, semuanya milik gua." Karina mengenali suara perempuan tambun di hadapannya. Rambutnya sudah memanjang dan di biarkan tergerai
" Kayak suara, Kak Bedah?" gumam Karina sambil memperhatikan perempuan di hadapannya.
" Kak Bedah?" Karina menyingkap rambut yang menutupi wajahnya.
" Wah ..." Suara perempuan itu mengagetkan Karina.
Karina terkejut, saat melihat wanita gila di hadapannya.
Karina menangis, dan langsung memeluk kakaknya. " Kak Bedah ..." tangis Karina histeris.
" Lepasin, jangan ambil harta gua. Semua milik gua. Ha, ha, ha ... " Terdengar suaranya menggelegar sambil tertawa.
__ADS_1
Bedah langsung mendorong tubuh Karina, dan membuatnya Karina terjatuh.
" Karin," Ardi langsung membangun kan Karina. Lalu dia ingin menghampiri wanita yang sudah mendorong Karina hingga terjatuh. " Hey, kamu--"
Tangan Ardi yang ingin mendorong tubuh Bedah, langsung di tahan oleh Karina.
" Jangan, Bang! Dia kakak ku," ucap Karina yang menahan tangan Ardi.
Perawat langsung datang, saat melihat adanya keributan.
" Maaf, bapak, ibu. Wanita ini telah mengganggu Anda," ucap salah satu perawat yang berdiri di sebelah Bedah.
" Dia kakakku, di mana suaminya?" tanya Karina.
" Biasanya suaminya datang, tapi sampai saat ini belum juga datang." Perawat laki-laki itu langsung memegang tangan Bedah.
" Bisa Anda beritahu alamat suaminya? Atau nanti jika dia datang, berikan nomor telepon ku," ucap Karina
" Baiklah, nanti jika suaminya datang akan saya beri nomor telpon Anda." Perawat mencatat nomor telepon Karina.
Karina dan Ardi pun pergi meninggalkan rumah sakit jiwa.
" Dia kakakmu?" tanya Ardi sambil fokus menyetir mobil.
" Iya, Bang! Kakak yang selama ini aku cari. Dia yang sudah menjual rumah ibuku, tanpa seijinku." Karina menjelaskan pada Ardi.
Karina ingin mencari kejelasan tentang rumah ibunya, yang telah di jual tanpa sepengetahuannya.
" Aku harus memberitahu kak Diana tentang kak Bedah," ucap Karina.
Sesampainya di rumah, Karina langsung berjalan menuju rumah Diana.
" Key, mama mana?" tanya Karina pada keponakannya yang sedang menonton televisi.
" Di kamar," jawab Keysa.
Karina segera menuju ke kamar Diana." Tok, tok, tok ..."
" Kak." Karina memanggil Diana.
Pintu terbuka, terlihat Farhan yang telah membukanya.
" Bang, ada kak Diana?" tanya Karina.
" Ada, sebentar!" Farhan masuk ke dalam kamar.
Sedangkan Karina langsung menuju ruang tamu.
" Kamu harus tenang," ucap Ardi seraya mengelus tangan Karina.
__ADS_1
Arjuna sedang bermain dengan Keyla dan Keysa di ruang televisi.
Sejak kehadiran Karina, rumah Diana juga di perbaiki menjadi tipe modern minimalis.