Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 83


__ADS_3

Pagi hari, Ardi telah bersiap untuk berangkat ke kantor.


"Bang, nanti aku akan bicara sama kak Diana tentang kunjungan ke makam ayah." Karina memulai pembicaraan saat sarapan. Kali ini wajahnya terlihat senang dan tidak marah lagi


"Baiklah, nanti akan aku minta asisten ku mencari mobil yang agak besar untuk membawa keluarga kak Diana," ujar Ardi.


"Arjuna, habiskan sarapannya. Biar kamu tambah sehat dan cepat besar," ucap Ardi seraya mengusap kepala Arjuna.


"Iya, Pah!" balas Arjuna yang langsung melahap makanannya.


Karina melihat Ardi begitu sayang pada Arjuna, dia berharap agar kasih sayangnya kepada Arjuna tidak berubah, jika anaknya Ardi telah lahir.


"Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu?" tanya Ardi seraya mengerutkan keningnya melihat ke arah Karina yang sedang menatapnya.


"Aku hanya sedang berpikir, jika saat anak kamu lahir. Kasih sayangmu tidak akan berubah kepada Arjuna." Karina menatap sendu ke arah Ardi.


"Kamu jangan pernah meragukan cintaku padamu dan juga Arjuna." Ardi langsung meraih tangan Karina, lalu mengecupnya.


"Terima kasih, kamu telah mencintai Arjuna seperti darah dagingmu sendiri," ucap Karina.


"Walaupun dia bukan anak Rudi, tetap akan aku sayang. Karena Arjuna itu terlahir dari rahimmu," balas Ardi. "Aku sungguh sangat mencintai mu,"

__ADS_1


Seandainya Karina tahu, jika Ardi yang telah merancang semua kehancuran Rudi. Pastinya Karina akan membenci Ardi. Balas dendam terhadap Rudi, telah membawa Ardi pada satu dermaga cinta yang sulit untuk di tinggali.


Awalnya dia hanya mengiba, melihat kehidupan Karina yang sudah bersuami namun seperti hidup sendiri. Tetapi lama-kelamaan, rasa iba itu berubah menjadi cinta. Ardi akan melakukan apapun untuk membuat Karina bahagia.


Setelah menyelesaikan sarapan nya, Ardi pamit kepada Karina untuk berangkat ke kantor.


"Papa, jalan dulu." Ardi mencium pipi Arjuna. Kemudian Arjuna kembali membalas dengan mencium pipi Ardi.


"Aku jalan dulu," ucap Ardi yang langsung mencium kening Karina. Kemudian Ardi mengulurkan tangannya, untuk di cium oleh Karina.


"Da, Papa..." Arjuna melambaikan tangannya melepas kepergian Ardi.


"Kita ke rumah mama Nana, yuk!" ajak Karina sembari menggendong Arjuna. Dia pun berjalan menuju rumah Diana


Terlihat Diana sedang merapikan anaknya untuk berangkat ke sekolah.


"Eh, ada anak ganteng." Diana langsung menoleh ke arah Arjuna yang sedang di gendong oleh Karina.


"Kak, aku mau mengunjungi makam ayah di desa." Karina menurunkan Arjuna, kemudian dia bermain bersama Keysa.


"Apa! Makam ayah?" Diana terkejut mendengar penuturan Karina. "Desanya jauh, apa kamu kuat ke sana?" tanya Diana.

__ADS_1


"Mudah-mudahan kuat, karena bang Ardi mau melihat makam ayah," ujar Karina.


"Kapan?" tanya Diana yang telah merapikan baju Keyla.


"Kalau besok, Ardi akan meminjam mobil kantor. Agar muat untuk keluarga aku dan kakak."


"Besok?" tanya Diana lalu di jawab anggukan oleh Karina.


"Tapi anakku masih sekolah, pas banget lagi ulangan."


"Yah, padahal bang Ardi ingin sekali ke sana." Karina terlihat kecewa.


"Ya sudah, kamu jalan saja sama Ardi. Kalau kakak belum bisa ke sana, karena Keyla lagi ulangan." Diana menegaskan.


"Apa saat Keyla libur?" tanya Karina.


"Karina, kalau PTS gak akan ada libur. Karena itu hanya ujian tengah semester. Kalau mau liburan semester nanti bulan Desember. Kalau enggak bulan Juli, pas kenaikan kelas." Diana menjelaskan.


"Anakku keburu lahir," ucap Karina seraya mengerucutkan bibirnya.


Silakan like dan berikan komentar mu

__ADS_1


__ADS_2