Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 48


__ADS_3

Ardi pun bergegas menuju mobilnya, dia ingin menjemput Karina.


Sepanjang perjalanan, Ardi selalu menyiapkan kata-kata agar bisa memikat hati Karina.


Sayangnya, traumanya akan cinta membuat Ardi lupa dengan kata-kata romantis


Ardi menaruh buket bunga mawar di belakang jok. Dia akan membuat kejutan, yang akan menjadi penentu hidupnya saat ini.


Apapun jawaban Karina, dia akan pasrah. Karena yang namanya hati dan cinta, tidak akan bisa di paksakan


Ardi sangat tahu, jika Karina belum mendapatkan arti cinta yang sesungguhnya. Selama ini Karina mendapatkan Cinta yang Salah, dari seorang pria bajingan.


Kini saatnya Ardi menunjukkan cinta yang sebenarnya. Yang akan membuat Karina merasakan kebahagiaan.


Sesampainya di kantor Karina, dia langsung merapikan rambut dan menyemprotkan sedikit minyak wangi di bajunya.


Setelah itu, dia langsung menghubungi Karina jika dirinya sudah sampai di parkiran.


Degupan jantung yang berirama cepat, membuat tangannya menjadi dingin karena gugup. Dia tidak menyangka jika perasaannya menjadi aneh saat akan bertemu dengan seseorang yang sangat dia rindukan.


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Karina berjalan menghampiri mobilnya.


Setelah sampai di hotel


Ardi membawa Karina ke sebuah kamar, yang telah di reservasi sebelumnya.


" Bang, kamu gak akan berbuat yang macam-macam 'kan? " tanya Karina sambil menahan langkahnya yang hampir sampai di kamar nomor 253.


" Memang apa yang sekarang kamu pikirin tentang abang? " tanya Ardi sambil menghadapkan dirinya ke arah Karina.


" A-ku, hanya takut di-- " Karina menghentikan ucapannya.


" Takut aku tiduri? " tebak Ardi.


Karina lalu menundukkan kepalanya, merasa malu karena Ardi menjawab benar pikirannya.


Kedua tangan Ardi lamgsung memegang bahu Karina, dia pun menatap Karina lekat.


" Aku tidak mungkin berbuat seperti itu, pada wanita yang bukan mahramku. Dan aku bukanlah Rudi, yang selalu berselingkuh di belakangmu, " ucap Ardi penuh penegasan.


Karina terdiam, dia tak bersuara dan hanya memandang Ardi dengan tatapan penuh pertanyaan.


" Apa kamu sekarang percaya padaku? " tanya Ardi. " Kalau percaya, ikut aku ke kamar. " Ardi langsung melepaakan tangannya dari bahu Karina. Ardi berjalan menuju kamar yang sudah di reservasi olehnya.


Karina terus menatap Ardi, yang telah meninggalkannya. Akhirnya dia memutuskan untuk berjalan di belakang Ardi. Ardi tersenyum penuh kebahagiaan, saat Karina mengikuti langkahnya.

__ADS_1


Ardi membuka pintu kamar, dan melangkah masuk ke dalam.


" Silakan masuk, " ucap Ardi yang menyuruh masuk Karina.


Karina dengan langkah ragu, memasuki kamar hotel. Selangkah demi selangkah, kakinya sudah memasuki area kamar yang terlihat mewah.


Karina melihat ada seorang wanita yang sedang duduk, menghadap ke arah televisi.


" Bu, " ucap Ardi memanggil wanita itu dengan sebutan ibu.


" Ibu? " Karina tercengang, mendengar Ardi menyebut nama ibu pada wanita di hadapannya.


Ardi menghampiri wanita yang sedang membelakangi Karina dan sedang serius menonton televisi. Ardi mengajak wanita itu berdiri, dan menghampiri Karina.


" Bu, perkenalkan Karina. " Ardi memperkenalkan Karina pada wanita yang tengah di rangkulnya.


" Karina ... " Karina mengulurkan tangannya


" Syahrini, " balasnya seraya membalas uluran tangan Karina.


Ardi dan ibunya berjalan menuju ruang makan. Karina pun mengikuti langkah Ardi. " Silakan duduk, " dia mempersilakan Karina duduk di kursi makan


" Terima kasih, " jawab Karina yang telah duduk.


Kamar hotel dengan luas sebesar rumah Karina yang kini dia tinggali. Memberikan nuansa modern dengan cat putih menghiasi dinding. Di dalam kamar terdapat ruang tamu, ruang makan, tempat tidur serta kamar mandi. Kamar hotel yang terbilang mewah, dan membuat nyaman.


" Apa kamu suka? " tanya Ardi, " dengan menu hidangan hotel ini? "


" Aku belum mencobanya, jadi aku belum tahu soal rasanya. " Karina terlihat tersenyum menjawab pertanyaan Ardi.


" Ah iya, aku lupa! Baiklah, sekarang kita berdoa dulu, " ucap Ardi sambil memimpin doa.


Kemudian mereka melanjutkan makan bersama.


Karina sambil menatap wanita paruh baya di hadapannya. Masih terlihat cantik, walau ada sedikit guratan di sudut matanya.


" Ibuku cantik, 'kan? " Ardi memuji ibunya saat melihat Karina terus memandangi sang ibu.


" Iya, " jawab Karina.


Setelah menyelesaikan makanannya, kemudian mereka beralih ke ruang tamu.


Ardi duduk di sebelah ibunya, dan Karina duduk di sofa berhadapan dengan mereka.


" Nama kamu, Karina? " tanya Rini dengan suara lembutnya sambil tersenyum

__ADS_1


" Iya, Bu! " jawab Karina seraya membalas senyuman.


" Namaku Syahrini, tadi kau sudah mendengarnya. " Rini mengulang perkenalan dirinya. " Aku ibu kandung Ardi, juga istri pertama Parjono yaitu bapak mertuamu, " ujar Rini menjelaskan.


Karina nampak terkejut, mendengar pengakuan ibu dari Ardi.


" Aku tahu, Ardi tak pernah menceritakan keberadaanku padamu. Karena dia sedang melakukan misi rahasia, " ungkap Rini.


" Bu, aku mau keluar sebentar. " Ardi pamit untuk keluar hotel. Dia akan mengambil buket bunga yang sudah di persiapkan oleh Junita.


" Iya, " jawab Rini.


Ardi pun keluar meninggalkan ibunya dan juga Karina.


" Baiklah, kita lanjutkan! " ujar Rini. " Aku di singkirkan oleh Ambar, ibu dari Rudi. Dia adalah pembantu rumah tanggaku, yang menjadi pelakor dalam rumah tanggaku. "


" Apa? " Karina membulatkan kedua bola matanya, dia sangat terkejut mendengar penjelasan dari Rini.


" Saat itu, umur Ardi masih sangat kecil untuk menjalani kehidupan tanpa bapak. Setelah mereka menikah, aku dan Ardi di asingkan di kota. Mereka hidup bahagia di dalam rumah, yang aku beli dari hasil kerja kerasku. Suamiku Parjono hanya memanfaatkanku. Tanah beserta rumah, di balik nama atas nama dia. Hingga mereka dengan tega, mengusirku dari rumahku sendiri. Kini Ardi mencoba balas dendam, atas perlakuan bapaknya dan juga ibu tirinya." Rini menceritakan kisah masa lalu


Karina terdiam, kisah hidupnya hampir sama dengan Ibunya Ardi. Apakah Rudi menuruni sikap bapaknya? Pertanyaan itu mulai membayanginya.


" Aku dengar, Rudi memperlakukan hal yang sama seperti bapaknya kepadamu? " tanya Rini menatap intens ke arah Karina.


" Iya, pasti bang Ardi banyak bercerita tentangku kepada Anda? " kata Karina seraya mengulas senyumnya.


" Iya, " jawab Rini.


" Ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya, " lanjut Rini.


" Sebenarnya Ardi ingin membalas dendam pada Rudi, sayangnya Rudi telah meninggal. Akhirnya dia pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak kembali ke rumah itu, "


" Oh, pantas dia pulang gak pamit padaku. "


" Karina, boleh ibu tanya sesuatu? " tanya Rini pada Karina.


" Boleh, "


" Bagaimana menurut sikap Ardi dan Rudi? " tanya Rini. Sebelumnya Ardi telah bercerita pada ibunya tentang Karina.


Pertama kali berjumpa dengan Karina, anak kesayangannya itu telah jatuh hati padanya. Hingga misi yang seharusnya cepat berlangsung menjadi lama, karena hati Ardi sudah kepincut dengan Karina.


Berulang kali Rini menegaskan, jangan pernah merebut milik orang. Hanya saja anaknya kekeh ingin memperjuangkan cintanya pada Karina.


Silakan like dan komentar

__ADS_1


__ADS_2