Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah

Berbagi Cinta: Cinta Yang Salah
Bab 91


__ADS_3

“Ada apa mbok Sun menelponku?” pikiran itu masih melintas di benak Ardi. Dia masih penasaran dengan panggilan masuk yang baru saja dia baca.


“Aduh!” Sementara Silvia merasa kesakitan di bagian kepalanya. Karena dia terhimpit oleh beberapa koper di dalam bagasi.


Mereka pun sampai di hotel, lalu Ardi langsung memarkirkan mobilnya. Karina membangunkan Arjuna yang masih tertidur lelap di bangku belakang.


“Sayang, kita sudah sampai!” ucap Karina dengan suara yang pelan membangunkan Arjuna.


“Iya, Mah!” Arjuna pun terbangun dari tidurnya.


“Biar aku yang gendong,” ucap Ardi yang telah membuka pintu belakang. “Nanti aku suruh karyawan hotel untuk membawakan koper kita,” ucap Ardi sambil membukakan pintu untuk Karina.


Kemudian Karina dan Ardi bergegas menuju kedalam hotel. Ardi langsung memberikan kunci mobil kepada karyawan hotel.


“Tolong keluarkan koper kami yang ada di bagasi.” Ardi memerintahkan karyawannya.


“Baik, Pak!” Sang karyawan langsung  bergegas menuju mobil Ardi yang sudah terparkir di tempat khusus karyawan.


Ardi langsung meminta kunci kamar hotel khusus miliknya pribadi.


“Tolong bawakan koper kami ke kamar,” ucap Ardi berpesan pada resepsionis.


“Baik, Pak!” jawab sang resepsionis wanita.

__ADS_1


Ardi langsung berjalan sambil menggendong Arjuna dan juga menuntun Karina.


Karyawan hotel yang ditugaskan oleh Ardi untuk megambil koper, telah sampai dibelakang mobil milik Ardi. Kemudian dia pun membuka bagasi mobil dengan perlahan. Setelah bagasi terbuka, karyawan hotel terkejut saat mendapati seseorang yang sedang tertidur di dalamnya.


“Heh! Siapa kamu?” Karyawan laki-laki itu berteriak.


Silvia yang merasa silau di bagian kedua matanya, langsung bangkit dari dalam bagasi.


“Terima kasih, kau telah membebaskanku,” Silvia langsung bergegas pergi meninggalkan parkiran mobil.


“Hey, siapa kau?” teriak karyawan hotel mencoba mengejar Silvia.


Silvia terus mempercepat langkah kakinya, agar tidak terkejar oleh karyawan laki-laki itu.


Silvia berhasil kabur dari kejaran karyawan hotel, lalu bersembunyi di mobil pickup pembawa sayur mayur.


Karyawan laki-laki itu segera melapor pada Ardi, agar dia tidak disalahkan jika ada barang-barang milik tuannya yang hilang.


“Tok, tok, tok...”


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar kamar milik Ardi. Kemudian Ardi langsung bergegas menghampiri pintu, lalu membukanya.


“Iya, ada apa?” tanya Ardi seraya memperhatikan karyawan hotel yang berdiri di hadapannya. “Mana koperku?” tanya Ardi yang tak melihat koper di hadapannya.

__ADS_1


“Maaf, Pak! Saya mau melaporkan, jika tadi ada seorang wanita di dalam bagasi mobil milik Anda,’ ucap karyawan hotel itu melapor.


“Apa! Ada seorang wanita?” tanya Ardi terkejut, segera dia keluar dari kamarnya. Ardi tidak ingin Karina mendengar laporan dari karyawan hotel barusan.


“Maksud kamu apa?” Ardi mengulang pertanyaan.


“Saat saya membuka bagasi mobil Anda,  tiba-tiba ada seorang wanita yang sedang terbaring di dalamnya.” Lapor karyawan hotel


Segera Ardi mengambil ponselnya yang berada di saku kemejanya. Lalu melihat panggilan dari mbok Sun. Ardi langsung menghubungi mbok Sun.


“Halo, Mbok. Maaf aku baru sempat menelponmu, ada apa Mbok?” tanya Ardi melalui sambungan telepon selulernya.


“Maaf Den, Silvia tidak ada dikamarnya. Sepertinya dia melarikan diri, karena sejak tadi mbok tidak melihat keberadaan Silvia.” Suara mbok Sun terdengar panik dan ketakutan.


“Apa! Silvia kabur?” Ardi terkejut mendengar laporan dari mbok Sun.


Ardi segera berjalan menuju kantor, dan ingin melihat rekaman cctv.


“Cepat tunjukkan rekaman dua puluh menit yang lalu.” Ardi memerintahkan karyawannya.


Ardi dengan fokus menatap layar televisi di hadapannya. Sungguh terkejut saat melihat Silvia keluar dari bagasi mobilnya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2