
Bima sebenarnya sedikit merasakan stres ketika tahu bahwa anaknya itu harus kembali ke rumah sakit lagi untuk mengurus pasiennya, Padahal tadi dirinya berharap anaknya itu tetap berada di rumah dan dengan begitu mereka bakalan mengurus perjodohannya dengan Devano.
Bukan karena ingin menjadi orang yang tidak tahu diri tetapi Percayalah kalau ia melakukan semua ini hanya Semata ingin yang terbaik untuk anaknya kemudian memiliki suami yang jelas asalnya dari mana, meskipun ya dirinya pernah mendengar kalau anaknya itu sebenarnya punya seorang kekasih di luaran sana dan kekasihnya itu berprofesi sama seperti Berlian.
Abraham adalah orang yang paling tidak ambil pusing dengan segala sesuatu yang terjadi yang penting intinya Ia sangat senang karena keluarganya Bima sehat-sehat Saja, karena kesehatan orang itu jauh lebih penting nanti kalau sehat otomatis bisa merancang apapun dalam kehidupannya.
Sofia dari tadi melihat suaminya yang gelisah tidak bisa berbuat banyak karena sama saja akan tetap keras kepala, maka dari itu lebih baik membiarkan saja nanti kalau sudah capek pasti berhenti sendiri.
__ADS_1
"Maafkan aku Abraham karena anakku memang susah sekali diatur karena terbukti kalian capek-capek datang ke sini tetapi dianya malah pergi, kamu tenang saja pokoknya aku pasti akan membuat dia menerima Perjodohan ini dan tidak akan pernah membantah kalian seperti tadi! "tegas Bima membuat Abraham tertawa.
"aku melihat kamu dari tadi itu sebenarnya terlalu tegang menghadapi semuanya padahal sebaiknya Dibawa santai saja, karena yang kamu hadapi sekarang bukan musuh atau orang yang selama ini tidak kamu sukai yang bisanya hanya mencari masalah! melainkan dia itu merupakan Putri kandung kamu yang harus selalu kamu jaga yang harus selalu kamu penuhi kebutuhannya apapun itu, dan untuk diriku kamu tenang saja aku tidak pernah terlalu mempermasalahkan jika anakmu menolak Perjodohan ini toh Yang penting Intinya kita masih bisa berteman baik!" jelas Abraham yang sebenarnya bukan merupakan pria bodoh yang tidak punya pendidikan sama sekali sehingga menyelesaikan sebuah masalah hanya dengan menggunakan emosional.
Maria tersenyum ketika melihat Bima yang terlihat begitu frustasi akibat penolakan yang dilakukan anaknya tadi, sebab menurutnya ia memang sangat menyukai Berlian hanya saja tidak mungkin dong harus memaksakan kehendak sedangkan wanita itu pasti mempunyai beberapa pilihan dalam hidupnya dan kita sebagai orang tua tidak mungkin harus memaksakan kehendak jika akhirnya hanya membuat wanita itu bakalan semakin menjauh.
"Terima kasih atas pengertiannya nanti kita lihat saja kalau berlian sudah pulang baru bakalan kita bahas lagi Tetapi kalau memang pendapatnya tetap sama saja ya nggak bisa apa? "Sofia menimpali semuanya membuat suaminya menatap tajam ke arahnya karena menurutnya wanita itu sebaiknya Diam tidak usah berbicara sama sekali karena nantinya Hanya mengundang masalah.
__ADS_1
"kamu kalau tidak tahu apa-apa pun lebih baik kamu diam-diam saja tidak usah banyak berbicara karena setiap kali kamu berbicara Hanya mengundang masalah bagi hidup di keluarga kita, karena aku yakin apapun yang menjadi Pilihanku itu merupakan sebuah hal yang benar dan maka dari itu kamu tidak pantas untuk ikut campur atau pun melebih-lebihkannya! "sarkas Bima pasar bahkan pria itu sepertinya tidak suka jika istrinya berbicara di saat dirinya ada kedatangan tamu.
Sofia menundukkan kepalanya ketika mendengar bentakan dari suaminya itu karena ya memang selalu seperti begini ia akan selalu disalahkan, padahal dirinya adalah istri dari Bima dan juga wanita yang melahirkan Berlian ke dunia ini Maka dari itu ia juga berhak menentukan pilihan bagi anaknya.
akan tetapi kali ini Sofia tidak mungkin membantah karena dirinya yakin setan di dalam dirinya Bima bakalan keluar Jika ia mempermalukan pria itu di hadapan sahabatnya, maka dari itu ia memilih untuk Dian saja menelan semua sesak di dadanya begitu saja tanpa ada bantahan dan berbuat seolah-olah bentangkan suaminya itu merupakan sesuatu hal yang sedang bercanda.
"Kenapa sih kamu harus seperti begitu, dia itu merupakan istri kamu dan juga wanita yang sering melahirkan anak kamu ke di dunia jadi seharusnya kamu menghargainya lah! "omel Maria sambil menatap tajam ke arah Bima.
__ADS_1