Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Mencari


__ADS_3

Hari ini Berlian terlihat lebih memilih untuk menemani Adrian dirumah sakit dibandingkan mencari Devano yang entah pergi kemana dari semalam,ya meskipun terkesan seperti seseorang yang lupa akan status sampai lebih mementingkan seseorang yang dimasa lalu dibandingkan masa depan nya saat ini.


Karena menurut nya apa yang terjadi kepada Adrian itu karena ulah orang tuanya maka dari itu sebagai pria yang masih sangat berarti dalam hidupnya,membuat Berlian memilih untuk mencoba mementingkan Adrian dibandingkan orang lain.


" Berlian,kamu disini sayang?" Tanya Adrian yang pura pura baru bangun ketika melihat Berlian juga terganggu akibat apa yang dilakukan oleh pria itu.


"Mmmm,kamu sudah sadar? Bagaimana keadaan kamu sekarang,apa mau aku panggil dokter Syarief?" Tanya Berlian penasaran.


Berlian tersenyum sangat senang karena akhirnya pria yang dari tadi ia tunggu sudah sadar dan sepertinya masa kritisnya sudah hilang,dan itu semua membuat perasaan nya sedikit lega.


"Aku maunya kamu ,jadi tolong temani aku sampai nanti ," pinta Adrian.

__ADS_1


Berlian menganggukan kepalanya tanpa harus berpikir lebih dahulu tentang Devano.


"Permisi Dokter Adrian , bagaimana perasaanya sekarang ? kalau merasa tak nyaman tolong langsung katakan saja ,agar kejadian seperti tadi tidak terulang kembali," Dokter Syarif berani bicara seperti itu kepada bawahan nya karena memang ini juga untuk kebaikan bersama.


"Saya merasa lebih baik karena obat yang ampuh tidak akan pergi meninggalkan saya sampai kapanpun,terima kasih karena sudah mau menyelamatkan saya tadi !" Ujar Adrian.


"Berterimakasih saja kepada dokter Berlian,karena beliau adalah orang yang sudah menolong anda ," Syarief tahu jika kejujuran nya itu bisa membuat Adrian akan kembali berharap tentang hubungan nya dengan Berlian.


"Lain kali jangan melakukan sesuatu yang akan merugikan diri sendiri dan membuat orang lain kesusahan,karena apa yang dilakukan oleh Dokter Adrian itu sepertinya pelarian yang seharusnya tidak boleh dilakukan," Jelas Dokter Syarif sambil tersenyum.


Adrian hanya menatap sendu kearah Berlian yang dari tadi menoleh kearah lain,mungkin sedang menghindari tatapan matanya yang sepertinya menandai dirinya satu persatu.

__ADS_1


"Saya sedang kalut dan juga tidak bisa berpikir jernih maka dari itu hanya hal tersebut yang ada dipikirkan saya , dan akhirnya benar kan kalau hanya dia yang bisa mengobati saya?" Adrian terkekeh dan mencuri pandang kearah Berlian.


"Terserah apapun yang menjadi alasanya tetapi jangan pernah sekali kali ada pikiran untuk menghilangkan nyawa yang sudah dikasih Tuhan ,karena terkadang jarang sekali ada yang namanya kesempatan kedua," Setelah mengatakan hal itu Dokter Syarief memilih untuk keluar meninggalkan dua orang yang masih berstatus sebagai sepasang kekasih.


"Gimana perasaan kamu sekarang,apa sudah ada perubahan dengan keadaan lambung kamu?" Tanya Berlian karena sudah tidak punya lagi topik pembicaraan yang bisa dibicarakan dengan Adrian karena suasana yang begitu canggung.


"Aku bahagia karena ada kamu dan itulah perasaan ku sekarang,aku juga senang karena kamu lebih memilih disini dibandingkan bersama dengan orang yang sudah merebut kamu dariku," ujar Adrian.


"Bisakah jaga diri kamu dan jangan melakukan hal yang konyol lagi,karena sama saja dengan menunjukan kepada semua kalau iman kamu itu lemah dan tidak berfungsi dengan benar ?" Berlian tidak ingin Adrian kenapa napa saat nanti ia sudah tidak berada di ibukota .


"Kamu mau pergi?" Tanya Adrian yang merasa benar benar terluka.

__ADS_1


__ADS_2