
Berlian tidak percaya jika Papanya benar-benar tidak mendengarkan permintaan yang ia lontarkan, bahkan dirinya sempat mengancam akan meninggalkan rumah kalau sampai mereka tetap melangsungkan pernikahan antara dirinya dan juga Devano tetapi Lagi Dan Lagi Bima tetap tidak peduli sama sekali.
"Mama, pasti bisa dong bujuk Papa Untuk membatalkan pernikahan ini? Mama tahu sendiri karena kalau aku sudah punya pilihan sendiri dan tidak mungkin meninggalkan dia yang sudah 2 tahun menemaniku, yang sudah membuat aku nyaman dan juga tidak pernah bersikap kasar tidak seperti pria pilihan papa itu!" bujuk Berlian berharap agar Mamanya mau paham dengan kondisinya saat ini tetapi Percayalah kalau Sofia itu tidak punya kuasa untuk membantah apapun yang dikatakan oleh suaminya.
Sofia mengusap pelan kepala anaknya itu sebab dirinya tahu bagaimana posisi menjadi wanita itu, tetapi yang ia harapkan biarlah Berlian belajar ikhlas karena tidak mungkin bisa membantah apa yang Bima katakan sebab pria itu dari dulu sampai sekarang adalah orang yang sangat egois dan tidak punya rasa pengertian.
__ADS_1
"kamu terima saja Nak, Soalnya kamu tahu sendiri kalau mama tidak punya kekuatan untuk? Nanti kalau misalnya Devano bersikap tidak baik kepada kamu Ya sudah kamu cari barang bukti supaya bisa membuat papa kamu yakin, tapi untuk saat ini biarlah seperti begini dan juga kalau bisa kamu tolong jangan temui lagi pria yang menjadi kekasih kamu itu Takutnya nanti papa kamu bakalan nekat! "bujuk Sofia membuat Berlian tidak bisa menahan tangisnya karena Percayalah Besok itu tinggal Beberapa jam lagi dan ia resmi menjadi istri dari seorang Devano yang sangat kejam dan juga tidak punya hati nurani seolah-olah mereka berdua ini memang musuh dari dulu.
Bima bahkan membahas pernikahan Berlian dan juga Devano tanpa melibatkan istrinya, karena terbukti sekarang pria itu Tengah berdiskusi dengan Abraham dan juga Maria istrinya untuk mengatur acara besok yang dadakan itu seperti bagaimana.
"apa tidak ada baiknya kalau misalnya kita melibatkan Berlian juga dan juga Sofia dalam pembahasan kali ini, soalnya kami tidak enak hati loh kepada mereka berdua seolah-olah Tidak Dianggap sama sekali kehadirannya?" tanya Maria memastikan sebab dirinya bukanlah seorang wanita egois yang ingin segala sesuatu haruslah didengarkan tetapi ia merupakan seorang wanita yang punya hati nurani dan juga rasa belas kasihan.
__ADS_1
"Ya tetap saja biar bagaimanapun dia itu adalah istri sah kamu sedangkan keputusan kamu menikahkan Berlian itu adalah keputusan yang paling besar dalam hidup, Kalau misalnya tidak ada Sofia di dalam hidup kamu Memangnya kamu pikir hari ini bakalan ada pernikahan di rumahnya kamu ini?" tanya Abraham yang tidak suka dengan pemikiran Bima yang dari dulu selalu saja tidak menghargai keberadaan istrinya.
"nanti saja pasti dia juga datang ke sini dan Iya Iyakan saja tidak pernah membantah sedikitpun, jadi lebih baik kita atur dulu yang mana yang terbaik supaya pikiran tidak terganggu Soalnya kalau dia hadir Saya tidak bakalan fokus!" Bima masih tetap menolak keberadaan Sofia sebab Ia malu takutnya istrinya itu bakalan tidak tahu apapun dibandingkan Maria yang lebih pintar dan juga humble serta memahami apapun.
Berlian heran ketika melihat Mamanya itu memasuki kamarnya padahal setahunya keluarga mereka yang lain sedang membawa soal pernikahannya dengan Devano besok, ia yakin pasti ada yang tidak beres karena terlihat wajah wanita itu sepertinya Tengah menahan kesedihan.
__ADS_1
"seperti biasanya papa bakalan mengusir Mama atau memang tidak ingin Mama ada di sana, ya sudah mah Biarkan saja itu orang tua bangka melakukan apa soalnya sama saja kita mau ngomong bagaimana juga tidak akan pernah didengarkan!" ujar Berlian sambil mengusap pelan bahu Mamanya itu.
" kalau saja mamamu ini seorang janda percayalah pasti Mama bakalan ikut Kemanapun kamu pergi setelah kamu menikah nantinya, Mama tidak nyaman berada di sini yang tidak pernah dianggap sama sekali yang tahunya tugasnya hanya diranjang dan juga di dapur di rumah pun tidak bisa keluar ke manapun kalau ada tamu seolah-olah Mama ini merupakan wanita yang hina! "ujar Sofia yang berusaha menahan tangisnya.