Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Tolong Ya!


__ADS_3

Adrian Tentu saja tidak percaya jika kedatangannya di sini hanya akan membawa sebuah masalah yang besar dalam hidupnya, sebab tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba ada wanita yang datang kemudian memperkenalkan diri sebagai calon istrinya padahal pertanyaannya calon istrinya bagian mananya Coba? kenal saja tidak, masa iya tiba-tiba langsung aja aku nikah itu kan sama saja seperti kita memaksakan diri untuk punya hubungan dengan seseorang padahal orang itu sebenarnya tidak ada minat.


Asyifa tidak peduli kalau misalnya apa yang dilakukannya itu sangat tidak disetujui oleh Adrian, Lagian sebenarnya tidak ada yang salah juga sih kalau misalnya dirinya melakukan hal itu selagi tidak merugikan siapapun selagi tidak membuat orang lain merasa tidak nyaman ya sudah tidak masalah.


kalau misalnya diam-diam ini semua sangat berbeda dengan apa yang diinginkan ya okelah Mungkin memang belum saatnya untuk mendapatkan sesuatu tetapi kalau misalnya ada wanita yang begitu agresif, pertanyaannya kira-kira nanti Adrian mau merespon Seperti apa soalnya orang tua Asyifa di depan mata kemudian wanita itu juga sudah mengatakan kejujuran Jadi kalau berbohong pun Kasihan juga Syifa bakalan dikawinkan dengan orang yang sekarang Tetapi kalau dirinya jujur pun rasa-rasanya ini seperti sebuah hal yang sangat tidak mungkin untuk dilakukan.


orang tua Assyifa tentu saja menata penuh rasa penasaran ke arah anaknya dan juga pemuda yang ada di sampingnya itu, memang sih benar apa yang dikatakan anaknya kalau sebenarnya orang tidak punya hubungan Ya tentu saja tidak akan pernah duduk bareng seperti itu tetapi justru karena punya hubungan makanya mereka melakukan semua ini.


" kalian beneran pasangan suami istri eh maksudnya calon suami istri yang bakalan menikah, Tapi sejak kapan kalian berhubungan soalnya setahu kami kan Asyifa kamu itu bebas ke sana kemari terus tidak pernah bertemu dengan dia aku tiba-tiba saja kamu mengatakan hal ini kan aneh rasanya? " tanya Melisa lagi soalnya dirinya benar-benar penasaran jika apa yang dikatakan oleh anaknya itu adalah sebuah kenyataan ya Otomatis sekarang pertanyaannya tinggal menunggu kejujuran yang seperti apapun yang dikatakan oleh Asyifa tentang di mana dan juga kapan dirinya berhubungan dengan Adrian biar nantinya sebagai orang tua mereka tidak merasa penasaran dan juga merasa tidak dibohongi oleh anak sendiri.


Asyifa memasang senyuman terpaksaannya kepada Adrian soalnya darinya bingung harus menjawab yang bagaimana maka itu dirinya memberi kode kepada Adrian agar diam saja biar Saat ditanya ya dirinya saja yang menjawab pria itu tidak usah bicara sama sekali, Takutnya nanti yang keluar dari mulut Adrian itu adalah kejujuran tentang hubungan mereka Wah bisa bahaya nantinya dan semua rencana yang sudah tersimpan di dalam otaknya langsung hilang pergi begitu saja.


" Oh kami itu ketemunya di...


" Asyifa tolong kami tidak bertanya kepada kamu tetapi kepada pemuda yang ada di samping kamu itu, soalnya kalau mendengar kamu berbicara pasti semuanya bohong jadi lebih baik biarkan pria itu yang berbicara supaya Maksudnya kami lebih percaya! " perintah Melisa karena menurutnya jika terus dibiarkan menunggu terlalu lama yang ada nantinya bakalan bingung sendiri jadi kan tidak ada yang salah jika dirinya meminta untuk melakukan hal ini.

__ADS_1


Adrian mengusap wajahnya frustasi karena bingung juga sih harus menjawab yang bagaimana lagi kalau misalnya dalam otaknya saja tidak punya jawaban yang harus diucapkan, karena ini semua kan memang berjalan tidak sesuai dengan harapan dan menurutnya wanita yang ada di sampingnya ini benar-benar wanita yang gila Masa Iya masalahnya harus Adrian juga menanggungnya padahal kan tinggal mencari solusi yang lain bukan malah menambah masalah itu kan jadi ribet.


"maaf Om dan juga tante sebenarnya kami berdua itu baru kenal kalau tepatnya kenalannya di mana sepertinya tidak perlu harus dijabarkan, hubungan kami juga belum sampai serius itu masih tahap selalu mengenal satu sama lain maka dari itu mungkin benar apa yang dikatakan oleh Syifa untuk tidak memaksanya menikah lebih dahulu karena kan Sekarang kami lagi mencoba untuk mengenal kalau memang nantinya tidak cocok ya bisa apa tidak mungkin kan orang yang tidak cocok harus dipaksakan untuk tetap bersama? " jelas Adrian memilih menjawab mendukung akan versinya karena menurutnya jika terlalu jujur seperti Assyifa yang ada dirinya juga bakalan terkena imbasnya sekarang pertanyaannya dirinya saja belum bisa move on dari Berlian masa iya harus sudah memikirkan menikah dengan orang lain dan tidak mungkin dan lebih parahnya lagi orang lain itu adalah orang yang hanya menggunakan keuntungan atas dirinya.


Melisa dan juga suaminya broto paham dengan apa yang dikatakan oleh Adrian barusan jika anaknya itu masih baru saling mengenal dengan pria yang ada di hadapan mereka saat ini, namun yang menjadi perkara besar adalah saat ini di dalam ruangan tempat pria yang akan dinikahkan dengan Assyifa itu sudah didekor menjadi ruangan dan maka dari itu kalau misalnya membatalkan antara bahasa apa yang harus digunakan biar orang tua dari pria tersebut paham jika anak mereka itu sudah punya jalan dan juga pilihan dan sebagai orang tua Ya tentu saja mereka mendukung yang masih sehat lah.


Asyifa paham dengan kegundahan hati orang tuanya tetapi dirinya tidak ingin membantu sedikitpun, soalnya kan yang menciptakan Perjodohan dadakan itu kan orang tuanya jadi otomatis yang harus menyelesaikan masalah yang ditimbulkan yang mereka berdua juga dirinya kan tidak ikut campur sama sekali di dalamnya bahkan tidak pernah ikut campur untuk merencanakannya.


" mama sama papa kenapa wajahnya ditekuk seperti itu, seolah-oleh ada masalah Yang tengah dihadapi tapi bingung mau mencari jalan keluar yang bagaimana? kalau begini terus itu kalian yang sudah tua terus tidak tahu jalan keluar yang bagaimana ya sama saja bohong, karena nantinya ayah akan membuat kalian bingung mencerna semua kejadian ini bagaimana ?" jelas Asyifa karena menurutnya Masalahnya kan sudah selesai untuk apa harus dipikirkan lagi tinggal Tergantung orang tuanya saja yang menjelaskan dan setelah itu ya beres.


Asyifa tidak pernah peduli dengan apapun yang terjadi sebab menurutnya ini semua itu dilakukannya demi kebaikan semua orang, Kalau tidak ada yang perlu dijelaskan kemudian tidak ada yang perlu diperbaiki ya sama saja bohong nantinya yang ada bakalan kebingungan dalam hidup mereka yang tidak akan pernah ada habisnya karena masalah yang diciptakan itu kadang-kadang orang itu hanya tahu ciptakan masalah tapi bingung Cari jalan keluarnya itu yang harus bagaimana.


" Ya maksudnya aku kan masalah ini jika dibuat tentu saja kalian sudah memikirkan jalan keluar yang paling bagus, tetapi kalau misalnya kalian masih bingung ya Aku juga tidak tahu sama sekali apa yang harus kita lakukan, karena kan yang mengambil keputusan itu kalian cobalah dipikirkan dengan begitu baik kalau sudah mendapatkan solusinya Ya syukur Tetapi kalau belum mendapatkan solusinya kita bisa apa?" jelas Asyifa membuat Adrian capek sendiri dan hasil akhir pria itu menarik tangan wanita tersebut agar ikut dengannya karena harus ada pembahasan internal hanya bersifat mereka berdua saja selebihnya Itu tidak ada sama sekali.


pria itu ingin menyelesaikan segera masalah yang terjadi biar tidak berlari-lari dan juga mengambang begitu saja, apalagi orang seperti Assyifa itu sangat sulit untuk mendengarkan perkataan orang lain Makanya sekarang jangan salahkan jika dirinya memilih untuk pergi.

__ADS_1


" Maaf sepertinya kami berdoa perlu berbicara maka dari itu saya pinjam anaknya sebentar karena Ini masalahnya darurat, jika disuruh menunggu lagi rasa-rasanya Bisa bahaya juga jadi sekarang saya minta maaf dengan hati yang paling dalam karena Biar bagaimanapun Masalah ini tidak boleh sampai berlarut-larut dan akhirnya hanya akan merugikan siapapun! " ujar Adrian sampai memaksakan senyuman di wajahnya sedangkan Asyifa begitu bersyukur Akhirnya bisa menghindar dari orang tuanya Soalnya kalau terus-menerus bersama dengan Melisa dan juga Broto yang ada dirinya bakalan keceplosan mengatakan ini dan itu padahal sebenarnya tidak perlu sama sekali sih.


Adrian menghempaskan dengan kuat tangan Asyifa yang dipegangnya karena dirinya juga harus membantu wanita itu berekting tepat dihadapan Melissa dan juga Broto, meskipun pada akhirnya ini semua sudah terlanjur tapi bagi pria itu menurutnya tidak ada keuntungan sedikitpun yang didapat dengan memiliki hubungan dengan Asyifa, urusannya dengan orang tuanya saja belum berakhir dengan wanitanya juga belum kelar juga kenapa sekarang harus bertemu dengan wanita aneh yang selalu sudah mengatakan hal-hal yang tidak pernah memikirkan perasaannya dan juga bisa dibilang mulut Wanita itu sangat jujur sampai-sampai tidak bisa dibedakan mana yang baik dan juga buruk.


" loh kamu kenapa marah-marah seperti ini, Bukankah tadi itu kita baik-baik saja dan tidak ada yang perlu kamu cemaskan lagi? Wah jangan bilang kamu berubah pikiran dan ingin marah-marah tidak jelas serta hasil akhir ingin meninggalkanku seperti begitu, Iya jangan seperti itu dong karena aku sudah terlanjur mengatakan semuanya kepada orang tuaku masa iya kamu tinggal membatalkan hal ini begitu saja ? "tanya Asyifa dengan wajahnya yang sudah sangat tidak enak dipandang soalnya dirinya benar-benar waspada jangan sampai Adrian berubah pikiran dan hasil akhir kebohongan yang tadi sudah disusun rapi olehnya bakalan terbongkar.


Adrian mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli dengan apapun yang dikatakan oleh wanita itu sampai kapanpun, karena menurutnya ini semua itu tidak pernah menguntungkan dirinya yang diuntungkan hanyalah Asyifa sebab kalau misalnya dirinya untung Ya tentu saja tidak bakalan dibuat pusing tidak bakalan membuat dirinya bingung harus melakukan yang bagaimana supaya sesuai dengan harapan.


" Ya sudah terserah kamu saja mau melakukan apa tapi intinya masa cuti gua habis sampai besok dan besok juga aku harus kembali, sudah banyak pasien yang menanti dan aku tidak bisa menunggu serta tidak bisa menjanjikan apapun karena itu semua pun pikiran kamu saja," jelas Adrian yang merasa memang pekerjaannya sangat penting karena kehidupannya itu kan berlangsung dengan pekerjaan tersebut.


Asyifa membulatkan matanya sempurna ketika ketika tahu jika pria yang ada di hadapannya ini merupakan seorang dokter, dan hal ini membuat dirinya mengutuki segala macam kebodohan yang sudah dilakukannya karena bisa-bisanya mengajak seseorang yang berpendidikan yang berwawasan luas dan bisa membaca segala sesuatunya menikah.


" Jadi ceritanya kamu ini seorang dokter, Wah terus kamu datang ke sini untuk apa coba? Astaga Kalau sudah seperti begini bagaimana dong pastinya memang kamu harus kembali, terus nasibku di sini bagaimana? apa aku ikut dengan kamu saja ke tempat di mana kamu bekerja, mungkin dengan begitu aku bisa menghindar dari permintaan yang dilontarkan oleh orang tuaku yang sangat tidak masuk akal itu? " tanya Asyifa sekaligus menawarkan diri dan juga memberikan saran Soalnya kalau dirinya tidak melakukan hal seperti ini yang ada hidupnya bakalan lebih rumit lagi karena apapun yang terjadi orang tua Tentu saja tidak akan pernah membuang anaknya namun lain cerita dengan kedua orang tuanya itu yang selalu saja Masa bodoh dengan keputusan anaknya sebab menurut mereka Asyifa itu sudah dewasa dan paling pas untuk menjalankan sebuah rumah tangga yang berkomitmen bukan hanya keluyuran kesana kemari menghabiskan uang orang tua tanpa ada niatan untuk bekerja.


Asyifa selalu saja seperti itu mengambil keputusan tanpa berpikir dulu dan kebanyakan hanya untuk demi kepentingan diri sendiri, membuat Adrian jelas saja menggelengkan kepalanya karena menurutnya wanita itu mau pergi ke manapun Terserah yang penting Intinya jangan coba-coba mengikutinya karena dirinya tidak ingin punya tanggung jawab.

__ADS_1


" Terserah kamu mau pergi ke manapun tapi Intinya jangan coba-coba mau mengikutiku karena aku benar-benar tidak ada niatan untuk membawa pergi siapapun dan juga mengurusnya, dan satu lagi jangan pernah ada niatan untuk mencoba mengatakan hal-hal seperti tadi karena aku memang tidak ingin repot dan juga tidak ingin terlibat apapun karena bagiku bertemu dengan kamu saja membuat aku sudah pusing apalagi kalau mengurusi kehidupan kamu! " tegas Adrian menolak apapun yang ingin dilakukan oleh Asyifa di luaran sana dirinya tidak masalah yang penting jangan sampai itu berhubungan dengannya.


wanita itu terlihat begitu lemah saat apapun yang diinginkannya selalu saja tidak diikuti oleh orang-orang di sekitarnya, padahal harusnya kan mereka bersyukur dirinya tidak pernah neko-neko maksudnya meminta sesuatu yang berlebihan hanya cukup untuk ketenangannya saja sudah pas tidak ditambah dan juga tidak dikurang namun balik lagi tetap saja walaupun yang terjadi hanyalah ngomong doang tapi itu menurutnya sangat merugikan.


__ADS_2