
Devano hanya melirik sekilas ke arah istrinya itu yang menurutnya hobi sekali mencari perkara dengannya, padahal permasalahan mereka berdua itu semalam sudah selesai ketika sibuk mengurusi ************ masing-masing namun kenapa sekarang malah diungkit lagi pertanyaannya apa Tadi ia sudah sempat membicarakan hal yang tidak-tidak kepada istrinya itu?
Berlian mengucapkan kata-kata seperti itu pun hanya menggantung di udara begitu saja tidak ada niatan maksudnya membahas lebih lanjut lagi ya mungkin maksudnya sindirannya tadi itu tidak ditujukan kepada siapapun, kalau misalnya ada yang tersinggung ya itu terserah mereka saja tetapi maksud dan tujuannya tidak mengarah ke arah sana namun balik lagi terkadang orang-orang itu ketika kita mengatakan sesuatu hanya bercanda namun selalu disalah artikan jika sedang menyinggung dirinya Ya sudah biarkan saja bodo amat.
Sofia dan juga yang lainnya hanya menggelengkan kepala saja karena sepertinya suami istri itu hubungan mereka sebenarnya sudah ada perubahan mengarah kepada yang lebih baik lagi, namun masing-masing memilih untuk tetap gengsi saling menunjukkan perhatian satu sama lain dan alhasil orang-orang yang di situ menjadi sasaran utamanya untuk menyalurkan perhatian yang akan mereka berikan kepada pasangan yaitu.
sofia merasa sedikit nyaman dan juga lega ketika tahu bahwa anaknya itu sudah mulai menerima sedikit demi sedikit pernikahannya dengan Devano, karena menurutnya mau terima atau tidak semua sudah terjadi ya seharusnya mulai belajar membuka hati membuka pikiran dan juga mental bahwa dirinya sudah menikah tidak akan pernah mengubah apapun dan juga tidak mungkin menjadi seorang wanita bebas lagi seperti dulu.
Maria malah menatap tidak suka ke arah anaknya yang menurutnya seperti tidak peka dengan apa yang dikatakan oleh menantunya tadi, seharusnya sebagai seorang suami yang baik itu ketika istri sedang mengeluh ya harusnya didengarkan bukan malah pergi begitu saja nanti yang ada wanita itu bakalan dendam jadi besok lusa terjadi perdebatan bakalan dibahas lagi soalnya kan pembicaraannya masih menggantung.
"berbicara dengan kalian berdua itu rasanya hanya bikin emosi saja! Coba bayangkan saja ketika kami sibuk Bagaimana caranya agar kalian itu tetap baik-baik saja, tapi kaliannya malah terlihat biasa saja seolah-olah tidak punya beban sama sekali maka Yang capeknya di kami tapi enaknya di kalian loh, "protes Maria yang tidak terima sedangkan Devano hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli sebab menurutnya dia tidak terlalu minta tolong juga kepada kedua orang tuanya hanya saja mereka yang lebih terlalu heboh untuk ikut campur dengan segala macam urusan Jadi kalau misalnya sekarang menyesal dari belakang rasanya sudah sangat percuma.
"Astaga Mama Siapa juga yang memaksa Mama untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga kami berdua, nanti sekarang mama terlalu sibuk terus menerus baru mengeluh dari belakangnya percuma memangnya siapa coba yang bakalan mau mendengarkan ? " protes Devano yang tidak terima kalau misalnya Mamanya itu terus-menerus menyalakan dirinya dengan semua yang terjadi padahal seharusnya sekali-kali mereka mengerti kenapa sampai dirinya harus bersikap seperti ini karena Biar bagaimanapun hubungan akibat dari Perjodohan itu terkadang hanya akan membuat kedua belah pihak merasa terbebani.
maria mendengus kesal ketika mendengar jawaban yang diberikan oleh putranya tadi karena bisa-bisanya tidak mendukung apapun yang menjadi pembicaraannya, kalau begini terus menerus ya kapan lagi anaknya itu bakalan mengakui segala macam pernikahan yang sudah dilewatinya dengan berlian dan juga mungkin akhirnya tidak terlalu menjadi pribadi yang sangat sulit untuk diatur.
__ADS_1
Berlian memilih untuk tidak ikut campur ketika melihat mertuanya itu Tengah memarahi suaminya saat ini sebab menurutnya kemarahan itu sangat masuk akal mengingat bagaimana kelakuan Devano yang sangat sulit untuk diatur, kalau misalnya hubungan mereka sudah Sedekat Itu ya otomatis ya pasti akan bisa membuat Devano berubah dan juga setiap orang tua berbicara apapun akan selalu didengarkan dan juga dilakukan dengan begitu baik tanpa mengeluh apalagi menyampaikan kata-kata protes.
Sofia di sini hanyalah tamu maka dari itu jika Maria ingin menasehati anaknya Ya tentu saja Ia hanya bisa mendengarkan saja kecuali urusannya dengan berlian Ya jelas saja dirinya tidak bisa mengabaikan anaknya begitu saja, maka dari itu sebaiknya seperti begini saja ketika ia hanya menjadi penonton tanpa bisa meladeni apalagi menambahkan setiap kata-kata yang dilontarkan oleh ibu dan juga anak itu sebab menurutnya yang ada nanti dirinya bakalan dikira tidak sopan dan juga tidak tahu tentang keramas karena sudah sebagai tamu malah terlalu banyak ikut campur dalam urusan tuan rumah.
" Astaga kalian bisa berhenti tidak untuk berdebat dari tadi, kita lagi makan loh lama-lama ini makanan bisa keluar lagi dari dalam lambung hanya karena mendengar celotehan kalian yang sangat membosankan itu? "Abraham sudah tidak tahu lagi harus berbicara apalagi supaya anak dan istrinya itu Berhenti melakukan tingkah yang begitu konyol sebab yang ada mereka itu terkesan seperti tidak menghormati makanan yang ada di depan mata kemudian tidak menghormati Sofia yang merupakan desain mereka dan juga dirinya sendiri yang notabene merupakan seorang kepala keluarga di sini meskipun Devano juga adalah kepala keluarga namun anaknya itu kan masih tinggal di rumahnya Ya otomatis harus mengikuti peraturannya dong
Maria memilih hanya bisa menundukkan kepalanya ketika mendengar suaminya yang sudah protes seperti itu, pertanyaannya Apakah perkataannya tadi itu terkesan begitu kurang ajar dan juga tidak menghormatinya sampai-sampai pria paruh Buaya itu terlihat begitu tidak nyaman dan juga tidak suka dengan semua yang dilakukan olehnya padahal ini kan bisa dibilang hanya memperbaiki yang salah bukan merombak keseluruhannya kan?
berbeda dengan Adrian yang hari ini terlihat memilih menginap di salah satu losmen yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari Villa milik keluarganya Devano itu, pria itu bukan tidak punya tujuan untuk sengaja menginap di losmen yang kecil yang tidak sesuai dengan kebiasaannya selama ini.
saat ia Tengah merenung tiba-tiba ada panggilan masuk dari mamanya yaitu Sarah padahal wanita itu tahu jika anaknya sekarang benar-benar sedang merasa kecewa kepadanya, namun balik lagi seorang anak juga tidak mungkin dong merasa kecewa yang begitu besar kepada orang tuanya sampai-sampai tidak meladeninya yaitu sama saja dengan menjadi pribadi yang terlalu banyak menyimpan dendam Padahal di sini Sarah itu hanya ingin mendapatkan kebahagiaannya.
ingin sekali mengabaikannya tetapi Adrian tidak dapat karena Kasihan juga sih jangan sampai Mamanya itu mungkin menghubunginya karena sedang memerlukan sesuatu yang paling penting, sebab Biar bagaimanapun ada yang tidak akan mungkin bisa hidup di dunia ini jika tidak ada Sarah yang sudah mengandung dan juga melahirkannya serta mengurusnya saat bapaknya itu sudah pergi ke dunia lain Jadi Harusnya bisa menyampaikan kata terima kasihnya secara layak bukan asal nyelonong pergi begitu saja.
" Sudah aku katakan jangan pernah menghubungiku jika bukan aku yang menghubungi lebih dahulu, kenapa Terus saja membuatku merasa emosi Apakah ini memang kebiasaan kalian yang tidak pernah merasa nyaman jika melihat aku hidup dengan tenang? " tanya Adrian yang tidak terima membuat Sarah di seberang hanya bisa menghela nafasnya secara perlahan soalnya Iya masih merasa yakin jika anaknya itu benar-benar masih merasa kecewa kepadanya namun balik lagi kekecewaannya itu mau sampai kapan Jika setiap saat Hanya seperti begini saja yang ia lakukan.
__ADS_1
Sarah tahu kalau anaknya itu benar-benar merasakan kekecewaan ya memang tidak ada yang salah sih karena berada di posisinya pun ia pasti bakalan melakukan hal yang sama dan bagaimanapun hal itu sudah terjadi, namun balik lagi harusnya sadar kalau sebenarnya setiap manusia itu pasti akan merespon hal yang sama ketika mereka benar-benar merasa kecewa ketika dibohongi dikhianati kemudian selama ini hanya pura-pura baik padahal menusuknya dari belakang.
"kamu hari ini tidak kerja? soalnya tadi dokter Syarif menghubungi Mama katanya ingin memastikan Sebenarnya kamu sedang ada di mana, karena pasien yang sudah kamu buat jadwal untuk harus dioperasi itu malah tergantung-gantung begitu saja Soalnya kamu kan tidak ada sedangkan yang lain sudah punya urusan masing-masing? "tanya Sarah yang sebenarnya hanya ingin menyampaikan pesan dari dokter Syarif dan hal ini pula yang membuat Adrian malah merasa benar-benar tersinggung sebab menurutnya tentu saja Sarah paham kenapa sampai ia tidak fokus bekerja soalnya kan rumah sakit sekarang ini adalah Tempat bertemunya dirinya dengan berlian dulu.
"Sebenarnya ada punya jawaban kan tentang apa yang terjadi dan juga kenapa sampai aku mangkir dari namanya pekerjaanku, Padahal selama ini pekerjaan itu adalah hal yang paling aku sukai karena nantinya akan bertemu dengan pujaan hatiku tetapi sekarang terasa begitu menyebalkan dan aku sangat membenci hal itu terjadi!" tegas Adrian berharap agar Sarah paham kalau dirinya bukanlah anak kecil yang harus dibujuk dengan sebuah permen saja masalahnya langsung beres tidak ada yang namanya emosi secara berkelanjutan.
Sarah benar-benar merasa bersalah karena anaknya itu justru sangat berubah saat ini karena kelakuan yang sudah diperbuatnya kemarin-kemarin, ingin sekali meminta maaf berulang kali atau mungkin meminta pengampunan sekalipun supaya maksudnya anaknya itu kembali hangat Seperti Dulu tidak mengacuhkan dirinya kemudian tidak kasar saat berbicara dengannya soalnya hanya Adrian yang ia punya kalau misalnya anaknya itu juga ikutan membencinya ya Siapa lagi yang bakalan mengurusi dirinya lagi saat tua nanti.
"Mama minta maaf jika sudah membuat kamu merasa tidak nyaman dan juga sudah membuat Kamu akhirnya merasakan yang namanya kepahitan dalam hidup karena, mama bakalan memperbaiki semua ini tetapi tergantung juga dari kamu kalau memang tidak mengizinkan Ya sudah tidak apa-apa, Karena Mama tahu semua kesalahan yang sudah dilakukan itu begitu fatal dan kata maaf itu sepertinya sangat jauh sekali namun tidak ada seorang anak yang bakalan rela melihat anaknya terluka meskipun kesalahannya itu tidak bisa termaafkan lagi ataupun sebagainya, "ujar Sarah lirih dan wanita itu benar-benar merasa bersalah dengan semua yang sudah dilakukan selama ini karena tidak pernah memikirkan istri sah dari Bima yang pastinya benar-benar terluka dan kalau misalnya balik lagi berada di posisinya tentu ia bakalan lebih terluka dan mungkin serius serta melakukan hal yang sangat tidak terpuji nantinya karena biasanya orang mengekspresikan rasa emosi mereka itu dengan berbagai macam cara.
Kumala yang kebetulan lewat di depan kamarnya Sarah mendengar semua perbincangan antara anaknya itu dengan cucunya di seberang sana, ingin sekali wanita paruh baya itu berbicara secara langsung kepada Adrian kemudian menanyakan kelanjutan hubungannya dengan berlian mungkin dengan itu bisa membuat dirinya merasa puas sedikit soalnya sudah mendengar Kepastian Yang selama ini dibutuhkannya.
"kalau memang tidak ada yang perlu dibahas lagi Ya sudah aku mematikan panggilan ini Dan tolong jangan menghubungiku lagi sebelum aku yang menghubungi balik, Anggap saja kita berdua tidak saling kenal saat kemarin aku benar-benar dipermainkan padahal sebenarnya hidup dan matiku sudah menjadi taruhan tetapi tidak ada yang peduli sama sekali dan kini malah terlihat begitu menikmati hidup dengan santainya tanpa beban sedikitpun, "protes Adrian meskipun terkesan keterlaluan tetapi mau bagaimana lagi kalau sebenarnya sikap mamanya yang lebih parah daripada yang ia lakukan saat ini karena memang masih batas masuk akal.
Sarah terdengar hanya bisa menghela nafasnya kasar saat mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh anaknya tadi, padahal Ia masih ingin mengobrol banyak Namun sepertinya memang Adrian benar-benar saat ini tengah menjaga jarak darinya Karena untuk mengekspresikan rasa kecewanya itu sungguh sangat tidak menjamin kalau hubungan antara ibu dan anak itu bakalan menghangat seperti dulu lagi sebelum ada masalah ini, Adrian terkesan sangat kecewa dan juga tidak bisa berbicara secara baik karena menurutnya jika dirinya berbicara baik-baik belum tentu saja orang-orang itu bakalan paham dengan perasaannya dan belum tentu juga mereka ada kenyataan untuk berubah.
__ADS_1
"Ya sudah Nanti Mama tidak akan menghubungi kamu lagi tetapi tolong Nak kamu ada di manapun sekarang kembalilah ke rumah sakit karena benar-benar dokter Syarif tadi menghubungi Mama dan juga menanyakan perihal keberadaan kamu, jika memang kamu ingin cuti Ya sudah ajukan dengan cara yang baik tidak boleh asal minggat begitu saja nanti kalau misalnya sudah selesai ya kamu bakalan bisa pergi kemanapun tetapi intinya sekarang kamu harus bertanggung jawab dengan pekerjaan yang sudah kamu pilih selama bertahun-tahun itu dan sedikit mengesampingkan masalah pribadi dan lebih mengutamakan kepentingan umum! " Sarah adalah ibu dari Adrian Meskipun mereka punya masalah tetapi masuk akal dong kalau misalnya ia menasehati anak muda itu,