Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
pergi


__ADS_3

Berlian bukanlah seseorang yang bisa saja dianggap remeh oleh siapapun karena biar bagaimanapun Ini semua adalah kesalahan dari Papanya, kalau mau menjodohkan setidaknya melihat bibit bobot dan juga perangai pria itu seperti apa sebelumnya bukan malah membiarkan dirimu sudah seperti orang bodoh yang dipermainkan.


Berlian tidak habis pikir dengan sikap Devano kok bisa-bisanya memukul dirinya di hadapan semua orang dan lebih parahnya lagi mereka bakal menjadi bahan tontonan, padahal rumah sakit itu merupakan tempat di mana Berlian bekerja ya Otomatis dirinya akan menjadi topik pembicaraan para karyawan di sana yang tidak menyangka Jika suami Berlian itu begitu sangat tempramen.


Devano tidak menyangka berlian kali ini membalas tamparan yang tadi Ia berikan bahkan wanita itu tidak menunjukkan rasa takutnya sama sekali, padahal normal banyak orang lain pasti akan merasa sedikit ketakutan karena Devano tadi itu bersikap sangat kasar dan juga tidak menunjukkan rasa Kasihannya sama sekali terhadap wanita itu.


" kamu kalau mau pulang Terserah mau menghilang lagi juga terserah karena aku bakalan kembali ke rumah dan bertanggung jawab dengan papa, Oke kalau memang kamu mau hari ini kita terbang ke tempat tugas kamu kita jalan sekarang juga aku tidak masalah yang penting Intinya jangan buang aku agar kamu selalu benar! "Berlian bukanlah seorang malaikat yang akan menerima kesalahan begitu saja dan menerimanya pula dengan hanya menitipkan air mata tetapi dirinya adalah seorang wanita yang punya rasa yang punya sesuatu yang terkadang membuat dirinya bisa mempertahankan hidupnya untuk menjadi lebih baik lagi.


"kamu berani memberikan perintah kepada saya , Memangnya kamu tidak takut apa yang bakalan saya lakukan nantinya? Oh iya Satu lagi Apakah kamu tidak merasa Sayang ketika melihat kekasih kami itu tidak berdaya di atas tempat tidur seperti begitu, jangan sampai berikutnya lagi dia bakalan benar-benar mati dan tidak akan pernah kembali lagi serta kalian tidak akan pernah bertemu? " tanya Devano Sambil tertawa mengejek tetapi Berlian tidak peduli sebab menurutnya pria itu terserah mau bergaya seperti apapun tetapi intinya ia tidak punya minat sedikitpun dengannya.


Berlian tersenyum mendengar perkataan yang dilontarkan oleh Devano tadi karena menurutnya pria itu hobinya hanya memprovokasi orang, nanti Saat orang itu sudah terprovokasi dirinya bakalan tertawa begitu bahagia karena Akhirnya bisa menang dan juga bisa bahagia di atas penderitaan orang lain.


" Aku percaya kalau jodoh itu tidak akan pernah kemana-mana Mungkin dia akan selalu ada di sisi paling spesial di dalam hidupku , kami berdua bukan terpisahkan karena keinginan kami sendiri melainkan ada yang sengaja melakukan hal itu maka dari itu kami tidak pernah menyesali nantinya jika kami akan terpisah suatu saat nanti karena pastinya akan berkumpul kembali! "Berlian sengaja mengatakan hal itu karena ia yakin Devano pasti ingin membuat dirinya terpuruk hanya karena perkataannya barusan tetapi Percayalah Berlian bukanlah seorang wanita cengeng yang hanya menitikkan air mata ketika harga dirinya diinjak-injak.


" dasar wanita aneh terlalu percaya diri sekali kamu mengatakan semua itu seolah-olah apa yang kamu katakan itu merupakan sebuah kenyataan, tapi kita lihat saja setelah sampai di pedalaman Papua tanpa jaringan dan hidup hanya makan sagu apakah kamu masih bisa bertahan atau tidak?"Tanya Devano dengan tersenyum mengejek bahkan bisa dibilang dirinya ingin meruntuhkan segala macam rasa percaya diri yang dialami oleh Berlian saat ini.


Berlian bukanlah seseorang yang cengeng dirinya sudah tahu sebelum pergi ke sana ia sudah mencari tahu tetapi sebenarnya Papua itu tidak seburuk yang dikatakan oleh Devano tadi, karena terbukti di sana segala sesuatunya sudah canggih meskipun selalu di nomor belakang kan kemudian segala macam kebutuhan pun bisa terpenuhi meskipun harganya selangit tetapi intinya ada.

__ADS_1


" Kamu pikir aku bakalan menangis Kalau tidak ada apapun di sana Dan Kamu pikir aku bakalan termakan oleh semua rayuan kamu itu ataupun kata-kata dramatis milik kamu tadi, Papua itu tidak seburuk yang kamu katakan kalau memang kamu tidak nyaman membawaku ke sana ya sudah kita bakalan ldr-an malah itu lebih bagus membuat Kekasihku Di sini tidak akan pernah merasa rindu kepada kekasih jantung hatinya yang pergi entah ke mana! "setelah mengatakan hal itu Berlian pun memilih untuk pergi meninggalkan Devano yang menghafalkan tangannya menahan emosi karena tingkah wanita itu benar-benar membuat dirinya merasa tertantang Bagaimana caranya agar membuat berlian takluk dan tunduk di bawah perintahnya entah apapun dan bagaimanapun caranya ia akan berusaha untuk bisa menemukan cara tersebut.


Berlian saat ini sudah sampai di rumah dan terlihat Papanya Tengah duduk santai di depan teras bersama dengan Abraham dan juga Maria, kalau ditanya di mana mamanya pasti saja wanita itu memilih untuk mengurung diri dalam kamar soalnya suaminya itu paling tidak suka Ketika istrinya berbaur dengan orang lain.


Maria tersenyum ketika melihat menantu kesayangannya itu sudah datang begitu pula dengan Abraham yang merasa syukur karena Berlian dalam keadaan baik-baik saja, tetapi berbeda dengan Bima yang jelas saja sangat membenci anaknya itu karena sudah mempermalukan dirinya sebab nyelonong pergi begitu saja tanpa sadar diri harusnya melayani kedua mertuanya bukan malah keluyuran.


" Ya Tuhan terima kasih akhirnya kamu datang juga kalau tidak kamu membuat Mama bakalan mencari kamu soalnya Devano itu tidak bisa diharapkan, Lain kali kalau jalan biar tidak usah memberi kabar kepada orang lain tetapi tolong beri kabar kepada Mama kamu atau Mama yang ini soalnya kami berdua benar-benar cemas! "ujar Maria yang memindai penampilan menantunya dari ujung kaki sampai ujung rambut tetapi dirinya melihat ada keanehan di wajahnya Berlian.


Abraham yang dari tadi duduk di situ merasa sama kalau penampilan menantunya itu sebenarnya baik-baik saja hanya bermasalah di bagian wajahnya, Karena Terbiasa melatih sesuatu kemudian mencari tahu sesuatu sampai titik terkecil maka dari itu Abraham langsung tahu di mana kesalahan yang terjadi kepada menantunya.


" pipi kamu kenapa, apa ini kerjaannya Devano? Tolong jawab jujur jangan ada kebohongan karena Papa paling tidak suka dibohongi, dan kalau misalnya ini memang benar-benar kerjaannya anak itu maka papa bakalan bikin perhitungan dengannya Sekarang juga saat dia kembali! " Abraham benar-benar tidak suka ketika anaknya itu main kekerasan terhadap seorang wanita padahal dari dulu ketika dirinya menikah dengan Maria sampai sekarang sudah 20 tahun lebih mau hampir 30 tahunan tidak pernah IA menyakiti istrinya tidak pernah ia berkata kasar dengannya karena baginya Maria itu adalah segalanya dan wanita itu pantasnya dihormati disayangi bukan malah diperlakukan buruk.


" lebih baik seperti itu soalnya Siapa suruh jadi wanita aku keluyuran kemana-mana seolah-olah masih gadis dan tidak punya suami sama sekali, Biarkan saja dia seperti itu bila perlu dihajar pakai tongkat tidak masalah supaya dia sadar kalau ada suami yang harus dihormati dan kalau pergi harusnya tahu pulang! " Berlian menatap nanar ke arah Papanya Percayalah dirinya benar-benar kecewa dengan semua yang dikatakannya itu seolah-olah dirinya tidak punya harganya sama sekali di mata pria yang selama ini dipanggilnya Papa tersebut.


Abraham menatap tajam ke arah Bima karena dirinya paling tidak suka perlakuan pria itu terhadap anak dan juga istrinya yang menurutnya sudah seperti memperlakukan orang asing dan juga musuh, padahal kedua wanita itu bisa dibilang adalah orang yang selama ini menemaninya baik susah maupun senang kemudian Baik Sakit maupun sehat hanya ada mereka berdua Tidak ada orang lain sama sekali yang akan bangun tengah malam hanya untuk mengurusi kebutuhannya.


" kita memang berteman tetapi pertemanan kita sepertinya membuat kamu salah untuk bersikap dalam hidup kamu, dia ini anak kamu meskipun yang melukainya merupakan anakku Tetapi kamu harus bertindak tegas bukan malah menyuruh agar penjahat malah menyakiti korban sampai segitunya! sekarang pertanyaannya kalau misalnya dalam keadaan yang terpisah Apakah kamu mau memilih menyelamatkan uang kamu atau memilih menyelamatkan anak dan istri kamu, karena aku yakin manusia seperti kamu akan memilih untuk menyelamatkan materi sebab mungkin dalam pikiran kamu kalau anak dan juga istri bisa dicari lagi soalnya stop di luaran sana kan masih banyak jika mengandalkan uang? " ujar Abraham membuat Bima diam tidak bisa banyak berkata-kata sebab menurutnya Abraham kalau marah tentu saja bakalan terus berbicara jadi lebih baik dirinya mengalah.

__ADS_1


" Papa Tenang saja kok malahan ini sakitnya tidak seberapa dengan rasa sakit di hatiku, aku mau packing barang-barang karena tadi Devano bilang kita bakalan pergi malam ini juga! aku penasaran kira-kira Papua itu seperti apa sih soalnya di sana kan sangat eksotik belum lagi dengan hutannya yang begitu liar pastinya membuat jiwa Petualanganku semakin menggebu-gebu, pokoknya kalian Tenang saja tidak ada dokter Berlian yang cengeng tidak ada dokter Berlian yang manja karena aku sudah terbiasa hidup dengan kata-kata yang keras! "setelah mengatakan hal itu Berlian masuk ke dalam kamar mamanya dan menemukan Sofia dengan menatap potret dirinya saat masih kecil.


" Mama kenapa sih setiap kali ada tamu pasti menyendiri di kamar ini seolah-olah orang-orang di luar itu zombie yang tidak pantas untuk didekati, kalau memang papa marah-marah Biarkan saja kalau misalnya kita tidak merespon pasti dia bakalan capek dan juga berhenti sendiri? "tanya Berlian yang tidak habis pikir dengan sikap Sofia yang seperti itu terus-menerus dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah.


Sofia tersenyum ketika melihat anaknya sudah kembali sebab dengan begitu tandanya berlian dalam keadaan baik-baik saja dan tidak ada yang menyakitinya di luaran sana, tetapi ketika melihat pipi sebelah kanannya berlian yang tampak memar membuat dirinya bertanya-tanya Sebenarnya apa yang terjadi dengan anaknya itu.


" pipi kamu kenapa? jangan bohong sama mama lebih baik kamu jujur biar mama tidak menerka-nerka sendiri Soalnya kamu tahu kan Papa kamu selalu bilang kalau mama kamu ini orang bodoh, jadi disuruh Berpikir itu rasanya sangat lambat maka dari itu lebih baik kamu akui saja biar mama kamu ini tidak penasaran kemudian harus mencari tahu sendiri soalnya itu hanya bikin pusing saja? "bujuk Sofia berharap agar anaknya itu mau jujur dengan apa yang dihadapinya saat ini.


Berlian menggelengkan kepala karena tidak mungkin dirinya harus jujur dan hasil akhir akan membuat Mamanya itu malah memikirkan kondisinya, dirinya bukanlah wanita yang cengeng yang Segala sesuatu harus pakai mengadu agar ada orang yang mau membelanya dan dengan begitu dirinya punya kekuatan untuk melawan.


" biasa lama ini kerjaannya Pak suami tetapi tenang saja pukulannya sudah aku Kembalikan ke orangnya lagi, Memangnya dia pikir berlian itu adalah seseorang yang ingin dan tidak bisa membalas sikapnya yang kasar oh tentu tidak ferguso karena kalau diam memukul berlian satu kali maka berlian akan membalasnya satu kali dan begitupun seterusnya! "ujar berlian Sambil tertawa membuat Sofia hanya bisa menghela nafasnya kasar karena benar-benar merasa bersalah dengan keadaan anaknya saat ini yang hidupnya sudah sangat terkekang dan tidak bebas lagi seperti dulu.


" Ya syukur deh kalau kayak begitu Pokoknya ingat kalau misalnya kamu ikut pergi dengan suami kamu jangan pernah mau diinjak-injak oleh dia, Ya meskipun kamu jauh dari mama tetapi Mama yakin kamu bukanlah wanita yang lemah! " ujar Sofia memberikan kekuatan kepada anaknya karena biar bagaimanapun sebuah perkataan dari seorang ibu dan merupakan wanita yang melahirkan kita ke dunia itu merupakan kekuatan yang paling dibutuhkan oleh seorang anak.


" pokoknya mama jangan khawatir aku pasti akan menjaga diri dengan baik dan kedua tanganku serta kakiku akan tetap berfungsi dengan baik saat aku kembali nanti, dan aku juga tetap akan menjadi seorang dokter yang berguna bagi semua orang di sekitarku karena biar bagaimanapun menjadi seorang sarjana kedokteran itu adalah hal yang aku impikan dan berguna bagi orang-orang yang benar-benar sangat membutuhkan! "Berlian berjanji kepada wanita yang melahirkannya dan ia yakin janjinya itu pasti bakalan bisa ditepati.


" Ya sudah kalau begitu Kamu mau makan apa biar mama mau masakan sekarang juga Soalnya mama yakin kamu pasti bakalan mau pergi kan, biar ini menjadi kenang-kenangan kita terakhir Ya siapa tahu mungkin mama tidak diberikan umur panjang saat kamu kembali nanti? "tawar Sofia membuat Berlian langsung menitipkan air mata karena dirinya mana mau melihat Mamanya pergi begitu saja ketika ia belum bisa membahagiakannya belum bisa melihat dirinya yang tersenyum setiap hari.

__ADS_1


" aku hanya pengen lihat mama tersenyum dan juga melihat mama bisa tertawa lepas seperti dulu lagi, Mama tidak perlu memaksakan sesuatu kepadaku karena kami bakalan berangkat hari ini juga Biar Suamiku itu merasa puas dan aku minta maaf karena ini dadakan sebab mu bagaimana lagi dari awal aku sudah terbuang dan yang membuangku adalah orang yang sangat dekat denganku yaitu Papa! "jelas Berlian berharap agar Mamanya itu paham dengan apa yang ia hadapi saat ini.


__ADS_2