Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Maaf!


__ADS_3

Berlian tanpa banyak bicara langsung menuju ke ruangan di mana merupakan ruangan miliknya Adrian, biasanya dijawab seperti ini pria itu kebanyakan memilih untuk istirahat soalnya sekarang sudah jam 06.30 malam kalau misalnya dirinya shift malam ya Otomatis ada di sana tidak perlu dirinya mencari ke tempat lain lagi.


wanita itu tidak peduli dengan semua tatapan orang kepadanya kecuali berbeda dengan para suster yang mengenalinya mereka menundukkan kepala memberi hormat, tidak menyangka jika wanita itu ternyata sudah kembali lagi dan Hal itu membuat mereka begitu bahagia karena akhirnya dokter muda dan cantik itu sudah kembali dan membuat suasana di situ sedikit ramai dan juga bisa membuat Adrian yang selama beberapa minggu terakhir ini begitu kaku akan kembali mencair.


" Selamat malam dokter Berlian, Selamat datang kembali di rumah sakit ini! mau bertemu dokter Syarif atau Pak Bambang, mereka berdua sepertinya ada di IGD Soalnya di sana baru saja terjadi kecelakaan makanya semua perawat dan juga para dokter dikerahkan untuk bertugas di sana? "tanya Alena yang kebetulan disuruh memeriksa Oksigen yang ada di tempat itu kalau memang masih banyak dan juga berfungsi maka akan menyuruh para petugas membawa ke IGD karena di sana kebetulan ada tetapi kurang karena pasien yang terlalu membludak.


Berlian menundukkan kepala menatap ke arah Alena karena sebenarnya dirinya memang ingin bertemu dengan Adrian, namun ketika mendengar ada terjadi kecelakaan besar makanya dirinya memilih untuk ikut ke IGD Ya siapa tahu kehadirannya bisa membantu pekerjaan semua orang yang ada di sana agar maksudnya semakin banyak orang kan semakin lebih bagus.


"Apakah mereka masih membutuhkan tenaga medis tambahan, mungkin aku bisa ikut bergabung dengan semuanya soalnya daripada menunggu antrian terlalu lama ya sama saja bohong kan nanti tidak ada faedahnya sama sekali hanya Duduk menatap dinding kosong tanpa ada pergerakan sedikitpun? "tawar Berlian dan Alina langsung rasanya menanggapinya dengan begitu antusias dan langsung mengajak wanita itu.


Sesampainya di sana memang benar terjadi huru-hara yang begitu besar maka dari itu berlian memilih menangani pasien yang paling pojok karena memang Pasien itu sepertinya belum mendapatkan jatahnya soalnya semua tugas medis sedang bekerja tetapi masih saya tetap kurang, Pasien itu adalah seorang wanita paruh baya yang seperti yang sudah sangat lanjut usia karena sudah berubah warna rambutnya kemudian keriputnya di mana-mana dan juga seperti Tengah menahan sakit


" halo nenek selamat malam, masih bisa mendengar apa yang saya katakan ? "tanya Berlian memastikan'


wanita itu menganggukkan kepala dengan begitu benar pertanda memang dirinya mendengar apa yang dikatakan oleh berlian tadi, membuat wanita itu tersenyum lalu kemudian memeriksa alat-alat vitalnya apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak dan bersyukur semuanya dalam keadaan baik-baik saja hanya saja sepertinya kepalanya terbentur karena terlihat Benjol dan juga memar yang sudah berubah warna menjadi kehitaman.


" Apakah selain di kepala masih ada tempat lain yang terbentur benda keras, memungkinkan begitu saya bakal memeriksanya soalnya takut nanti jangan sampai terlambat ditangani bakalan berubah menjadi infeksi? "tanya Berlian perlahan Tetapi wanita itu menggelengkan kepala membuat dokter muda tersebut menghembuskan nafasnya lega karena sepertinya memang wanita ini tidak terlalu parah hanya sedikit trauma karena terbukti susah sekali untuk diajak berbicara.


" Baiklah kalau begitu saya akan memberikan resep obat untuk nenek maksudnya biar nanti kalau sudah pulang Bisa langsung meminumnya, dan Ingat jangan lupa ya jangan sampai telat nanti takutnya jangan sampai tambah parah soalnya biarpun lupa sekecil itu tetapi kalau tidak dirawat nanti dia akan menjadi besar! "jelas Berlian secara perlahan sedangkan wanita paruh baya itu langsung meraih tangannya dengan Tatapan yang berkaca-kaca soalnya Ia tidak percaya Ketika menemukan seseorang yang begitu manis saat berbicara berbeda dengan seorang dokter yang tadi baru saja menanganinya tetapi ketika dirinya tidak merespon malah membiarkannya begitu saja.

__ADS_1


" Terima kasih nak, nenek baik-baik saja hanya tadi sempat dilindungi oleh seseorang makanya dia yang parah dan sedang diurus sama dokter ganteng yang di sana! kamu berbeda dengan dokter yang ada di ujung sana itu karena tadi saat dia memeriksa nenek dianya malah marah-marah terus tidak bertanya secara perlahan seperti yang kamu lakukan, padahal nenek kan bukan orang penjahat kenapa sampai diperlakukan seperti musuh Lagian siapa juga mau mendapatkan sakit seperti ini yang nantinya hanya akan membuat tidak bisa melakukan aktivitas yang lain ?" keluhan wanita paruh baya itu membuat Berlian menoleh ke arah yang ditunjuknya dan hanya menggelengkan kepala ketika melihat itu adalah Cassandra dan memang itu sudah tidak kaget lagi sikap wanita itu yang selama ini selalu saja marah-marah ketika pasien yang ditanya lebih memilih untuk diam.


" tidak apa-apa Sekarang nenek sudah aman jadi lebih baik istirahat dulu terus kalau boleh tahu keluarganya ada di mana ya soalnya itu semua keluarga pasien ada di samping mereka Tetapi kok nenek sendirian, kalau memang punya nomor ponselnya Sini biar saya bantu hubungi supaya maksudnya mereka segera datang dan menjemput nenek agar bisa beristirahat dengan tenang di luar rumah? "tawar Berlian membuat wanita itu menyerahkan HP butut miliknya memberikan isyarat kalau sebenarnya mau menghubungi keluarganya ya tinggal dilihat di dalam ponsel itu.


" selamat malam Apakah benar ini dengan keluarganya nenek Haryati, karena kebetulan tadi beliau kecelakaan jadi dibawa ke rumah sakit xxx maka dari itu kamu memberikan kabar agar keluarga pasien secara datang maksudnya untuk menjemput pasien biar bisa beristirahat di rumah dengan baik? "tanya berlian dengan suara yang begitu merdu membuat nenek Haryati tersenyum karena dirinya sangat begitu bahagia ketika melihat ada seseorang yang begitu tulus membantunya Padahal dari tadi itu dirinya diabaikan begitu saja tidak ada yang peduli dengan keadaannya sama sekali.


" Baiklah kalau begitu terima kasih ya atas kesedihan waktunya Bapak nanti datang saja ke rumah sakit langsung soalnya dia ada di sana, Selamat malam dan maaf jika mengganggu waktunya! "setelah mendapat kepastian dari keluarga pasien Berlian langsung mematikan ponsel tersebut dan menyuruh nenek Haryati untuk beristirahat tidak usah terlalu memikirkan yang lainnya nanti juga pasti akan dijemput oleh anaknya.


" apa biaya rumah sakitnya begitu mahal, soalnya nenek hanya punya uang Rp200.000 itu pun untuk Beli perlengkapan warung anak nenek yang besok bakalan berdagang? kalau memang terlalu mahal ya sudah tidak apa-apa lebih baik jangan diberi obat soalnya takut nanti bakalan tambah membengkak biayanya, nanti pulang pasti nenek bakalan merawatnya dengan air panas dan dengan begitu dia bakalan langsung sehat Soalnya kalau di minta tambahan biaya sepertinya nenek bakalan menjadi tukang sapu-sapu di sini? " bujuk Haryati membuat Berlian menggelengkan kepalanya karena menurutnya sepertinya umur tidak pernah menjadi patokan seseorang itu akan menjadi bahagia atau tidak karena terbukti wanita yang sudah lanjut usia ini malah Masih memikirkan beban hidup yang berkepanjangan mungkin karena kehidupan yang begitu berat yang selama ini ia jalani atau apalah itu.


Berlian langsung mengambil beberapa lembar uang di sakunya karena kebetulan dia sengaja menyimpannya karena tadi rencananya bakalan pergi ke belanja, lalu memberikan kepada nenek hariyati sambil tersenyum karena itu saja yang dirinya punya dan kalau menolong orang di saat seperti begini rasanya begitu sangat membahagiakan.


Cassandra yang kebetulan sudah selesai memeriksa pasien dan akan kembali ke nenek Haryati mendadak jadi kesal ketika melihat seseorang yang tengah berbincang dengan wanita itu sebab orang itu adalah orang yang paling ia benci selama ini dan juga berdoa semoga tidak kembali lagi tetapi lihatlah sekarang, Berlian begitu akrab dengan wanita paruh baya itu dan juga sepertinya mereka sudah saling mengenal lama Padahal jelas-jelas tadi kata Haryati kalau dirinya tidak punya kenalan di tempat ini.


wanita itu menoleh ke arah Adrian dan sepertinya pria itu belum sadar sama sekali dengan keberadaan Berlian di tempat itu, maka dari itu ia ingin menunjukkan kepada Berlian bahwa selama wanita itu tidak ada selalu dirinya saja yang berhubungan dengan Adrian begitu dekat dan mungkin sedikit lagi pria itu bahkan melupakan kehadirannya.


Berlian sebenarnya tahu dengan isi pemikirannya Cassandra karena dari gerakan tubuhnya dirinya bisa menebak kalau wanita itu akan mendekati kekasihnya, namun Satu yang Pasti dirinya ingin melihat kira-kira bagaimana Respon yang diberikan oleh Adrian ketika melihat ada wanita yang segresif itu.


" dokter Adrian Apakah Anda membutuhkan bantuan, soalnya Kebetulan saya sudah free maka dari itu Sepertinya kalau misalnya kita bekerja sama kan lebih cepat biar Anda juga punya waktu yang banyak untuk beristirahat? "tawar Cassandra membuat Adrian yang sedang serius mengurusi pasiennya langsung menoleh ke arah wanita itu yang menurutnya sangat aneh ketika menawarkan bantuan padahal jelas-jelas tugasnya belum selesai menangani pasien.

__ADS_1


adrian memilih untuk memastikan keadaan nenek Karyati dan betapa terkejutnya ketika melihat di samping wanita itu sudah duduk seseorang yang selama satu bulan ini tidak bisa dilihatnya sama sekali, namun pria itu berusaha untuk tetap tenang Jangan sampai mungkin karena efek terlalu merindukannya sampai-sampai berhalusinasi tidak jelas.


" tugas Kamu kan belum selesai yaitu mengurusi nenek Haryati itu kan, Jadi kenapa kamu malah mengganggu pekerjaan saya bukan malah menyelesaikan apa yang menjadi tugas kamu? "tanya Adrian heran sebab ada saja kelakuan manusia zaman sekarang ketika inginnya menyelesaikan pekerjaan orang lain sampai-sampai pekerjaan sendiri dibiarkan begitu saja.


Cassandra jadi bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Adrian padahal seharusnya pria itu sudah melihat tadi Kalau ada berlian di sampingnya nenek Haryati otomatis dengan pasti wanita itu pasti sudah mengurusi ini wanita tua itu, masa iya malah menyuruhnya ke sana lagi kan rasanya tidak mungkin Lagian Berlian juga kan masih terdaftar sebagai dokter yang sah di situ hanya memilih cuti beberapa bulan saja jadi Kenapa pria itu seolah-olah seperti tidak melihat Berlian sama sekali?


Lila yang kebetulan sudah selesai mengambil data pasien begitu terkejut ketika melihat seseorang yang selama ini selalu bekerja sama dengannya ternyata tersenyum ke arahnya, wanita itu pun langsung berlari secepat kilat tidak peduli kalau di ruangan itu ada begitu banyak orang dan langsung memeluk tubuh Berlian dengan begitu erat karena tidak percaya jika rekan kerjanya itu sudah kembali maka dengan begitu ia tidak akan pernah bertemu dengan yang namanya Cassandra lagi.


" Ya ampun dokter berlian akhirnya anda kembali juga sekarang wah dengan begitu Aku tidak perlu harus cemas lagi akan bekerja sama dengan siapa, Lain kali kalau mau kembali bilang-bilang biar nanti ada yang bakalan menjemput bukan malah sendirian saja yang datang kan nanti tidak ada yang tahu sama sekali? " ujar Lila yang tidak terima sama sekali dan akhirnya membuat Adrian sadar kalau wanita tadi yang dipikirnya hanya halusinasinya saja ternyata benar-benar merupakan kekasih hatinya yang sudah lama sangat ia rindukan dan juga yang beberapa hari ini tidak bisa dihubungi sama sekali.


"Berlian! "gumam Adrian yang dengan segera menyelesaikan pekerjaannya dan menuju kearah Berlian.


Sesampainya disana Berlian memilih untuk acuh karena siapa suruh pria itu tadi mengabaikan dirinya ketika ia sedang tersenyum kearah nya ,padahal jelas jelas kehadirannya disitu nyata dan bukanlah halusinasi tanpa kejelasan yang hanya ada dalam pikiran pria itu.


"Sayang...


"Ayo nenek istirahat sekarang selagi anaknya belum datang , Jangan hiraukan dengan keadaan sekitar Anggap saja tidak ada orang sama sekali! " bukannya menjawab pertanyaan dari Adrian tadi tetapi berlian malah mengalihkan pembicaraan dengan nenek Haryati membuat kekasihnya itu jadi bingung sebenarnya letak kesalahannya ada di mana sampai-sampai harus diabaikan seperti ini.


" sayang,kamu sudsh dari tadi kah sampai disini ? Kenapa tidak memberikan kabar lebih dahulu , kalau tahu begini kan nanti aku bisa menjemput kamu daripada nanti kamu sendirian yang jalan nanti tidak capek? "tanya Adrian membuat berlian mendengus kesal karena Seharusnya kan pria itu sadar sekarang kan dirinya ada di sini ya Otomatis tidak merasa capek kalau misalnya capek ya dirinya sekarang ada di rumah bukan Malah repot-repot seperti begini.

__ADS_1


"Dokter Berlian, Apakah tidak mendengar pertanyaan dari dokter Adrian tadi? Kasihan dia dari tadi itu sudah panik karena memang mungkin tidak sadar sama sekali dengan keberadaan Anda di sini, kalau misalnya marah nanti saja deh di ruangannya sana soalnya tidak enak dilihat oleh orang yang lebih tua? "bujuk Lila yang setengah berbisik kepada Berlian.


__ADS_2