
Adrian benar-benar tidak menyangka jika kedatangannya di rumah sakit pagi ini dikejutkan dengan berita pernikahan yang sangat membuat lututnya terasa ingin lepas saat ini juga, bahkan jadwal pasien yang sudah berada di tangannya pun terjatuh begitu saja sampai-sampai membuat pria itu merasa seolah-olah dirinya berada di tengah padang gurun yang begitu tandus tanpa kehidupan sama sekali dan juga mungkin tidak ada air yang bisa mengaliri tenggorokannya saat ini.
Pria itu ingin menangis tetapi Percayalah air matanya tidak ada niatan untuk keluar, karena sungguh ini berita yang sangat mendadak Padahal baru semalam ia membahas semuanya dengan kekasih hatinya tetapi ternyata orang tuanya memang bergerak cepat sekali.
Berlian with Devano, itulah undangan yang dikirim dan dirinya sangat tahu Berlian itu siapa karena ada nama belakangnya dan juga ada nama gelar Dokternya yang penting intinya wanita yang sudah ia ketahui luar dalam.
teman-teman dokternya menatap penuh tanda tanya ke arah pria tampan tersebut karena selama ini setahu mereka Berlian dan juga Adrian tidak punya masalah sama sekali, dan terbukti kemarin mereka masih baik-baik saja kenapa sekarang malah mendapatkan undangan tiba-tiba kalau wanita itu akan menikah dengan orang lain.
__ADS_1
"dokter Adrian kamu baik-baik saja, Kami sebenarnya butuh penjelasan tetapi sepertinya Anda yang perlu harus menenangkan diri? " tawar Andika yang merupakan teman seprofesi dengan Berlian karena mereka memang sama-sama menangani bagian ortopedi.
Adrian mengangkat tangannya sebelah memberikan pertanda bahwa dirinya baik-baik saja Tetapi hanya lewat luarnya namun dalam hatinya tidak sedang dalam keadaan itu, jika ada yang melihat pasti ada luka menganga di sana tetapi intinya tidak berdarah dan juga sepertinya dunianya saat ini sedang runtuh sehingga membuat ia tidak punya pijakan sama sekali.
"apakah anda akan ke sana nanti kalau memang iya ya sudah kami bakalan temani anda dan menguatkan anda serta menunjukkan kepada semuanya bahwa anda tidak Terpukul dengan pernikahan ini, ya Meskipun sebenarnya hati tidak bisa dipaksakan tetapi Biar bagaimanapun ini sudah menjadi pilihan dokter Berlian dan kita harus menghargainya!" jelas Andika membuat Adrian jelas saja tidak terima.
Berlian dari tadi tidak berhenti meneteskan air matanya karena tidak percaya jika hari ini sudah tiba waktunya dirinya melepaskan masa lajangnya, kalau dengan pria yang ia cintai dia tidak masalah maka ia dengan rela dan juga ikhlas mau dirias pengantin seperti ini tetapi ini berbeda sekali ceritanya pria yang ia temui itu saja baru beberapa jam yang lalu.
__ADS_1
Sofia dari tadi tidak pernah meninggalkan anaknya itu walau selangkah pun dirinya tidak ada niatan juga untuk menghibur putrinya itu, karena sebenarnya Ia juga tidak tega dan juga bingung harus diucapkan kata apa agar Berlian lebih tenang padahal sejatinya dirinya juga sedang di gundah Gulana memikirkan kira-kira Bagaimana kehidupan rumah tangga anaknya ke depan.
"Maafkan saya dokter Berlian Bukannya ingin tidak sopan terhadap anda tetapi Bisakah anda diajak kompromi sedikit tanpa, Soalnya dari tadi saya harus mengulang riasan ini beberapa kali karena selalu terhapus akibat air mata yang turun? "tawar wanita itu membuat Berlian memaksakan senyum di wajahnya karena menurutnya orang itu hanya bisa meminta dan juga memaksa tetapi tidak pernah tahu dengan apa yang diinginkan orang yang diminta itu.
"lakukan saja apa yang bisa anda lakukan dan jika memang tidak bisa sesuai dengan keinginan Ya sudah Jangan memaksakan kehendak, karena saya sudah terlalu capek harus mengikuti keinginan semua orang dan Bisakah kali ini hanya mengikuti Keinginan saya saja?" Pinta Berlian.
Semua orang sudah berkumpul di dalam rumahnya keluarga Erlangga yang begitu luas bahkan bisa menampung sampai 50 orang sekalipun, terlihat Devano sudah duduk di depan kedua orang tuanya dengan Tatapan yang biasa saja tidak ada rasa deg-degan atau mungkin was-was takut nanti salah mengucapkan janji suci pernikahan mereka.
__ADS_1
pemimpin pernikahan itu sendiri belum datang Karena janjinya mereka bakalan menikah di jam 8 pagi sedangkan sekarang masih pukul 07.30, Masih Ada Waktu setengah jam untuk Berlian bersiap diri dan juga masih ada setengah jam untuk Adrian datang dan mengubah segalanya.