
Lila menghentikan langkah kakinya karena sebenarnya dirinya tidak ada niatan untuk membahas apapun sebab menurutnya Percuma saja semua orang tidak akan pernah paham dengan masalahnya, yang mereka pikirkan itu hanya masalahnya pribadi padahal Ia juga punya masalah yang harus segera diselesaikan sebab Biar bagaimanapun sekarang itu dirinya adalah asisten dari Cassandra yang jelas-jelas dari awal sudah sangat membenci dirinya serta sepertinya tidak ada niatan untuk bekerja sama dengan cara yang lebih baik lagi.
sebenarnya kalau diminta ingin menjadi pribadi yang egois tentu saja ia sudah melakukannya dari kemarin-kemarin,, di mana dirinya lebih memilih untuk menjadi asisten dari dokter lain saja Kemudian orang lain yang akan menggantikan pekerjaannya bersama dengan Cassandra.
akan tetapi sudah tahu sendiri kan Bagaimana sikap Cassandra itu yang tentu saja akan merasa menang ketika melihat dirinya yang memilih untuk menjauh dan tidak ada niatan untuk mendekat sedikitpun, pada sejatinya dirinya hanya ingin maksudnya mendapatkan sesuatu yang terbaik tidak melulu harus seperti begini saja karena nanti hasil akhirnya ya kayak yang tadi mereka berdua akan berdebat sepanjang waktu tidak pernah berhenti kemudian kalau misalnya ada yang sudah capek ya pasti memilih untuk pergi menjauh tidak usah terlalu meladeni satu sama lain karena kesannya nanti mereka hanya akan berdemo di tempat itu bukan untuk bekerja.
apapun yang terjadi Lyla bukanlah anak kecil dirinya murni bekerja di tempat ini untuk mencari uang mencari hidup menyambung kehidupan keluarganya dan juga satu lagi maksudnya agar sudah capek bersekolah ijazahnya itu berguna bukan hanya buat disimpan doang jadi pajangan, kalau memang nanti dijadikan pajangan ya sama saja bohong kan sebab itu tentu saja tidak menghargai segala kenikmatan yang sudah diberikan oleh Tuhan karena orang lain belum tentu berada di posisi seperti itu.
" menurut kamu masuk akal tidak ketika posisi kamu sudah menikah terus kamu masih bekerja sama dengan mantan kekasih kamu, Nanti pertanyaannya Bagaimana perasaan pasangan kamu sekarang kalau misalnya tahu hal itu terus-menerus terjadi? Apakah kamu mampu menjelaskan kepadanya ya Oke kalau memang kamu mampu tidak masalah tetapi sekarang pertanyaannya apa pasangan kamu yang mampu untuk menerima semua itu, Apa kamu yakin dia tidak mempermasalahkannya kemudian dia tidak marah-marah maksudnya mungkin menganggap bahwa semua yang terjadi itu merupakan sebuah hal yang masuk akal tidak perlu Terlalu cemas berlebihan dan juga tidak perlu harus terlalu berpikir yang aneh-aneh karena sejatinya setiap rumah tangga di dunia ini menikah bukan untuk berpisah tetapi Menikah untuk menjadi satu membangun sebuah komitmen membangun sebuah keluarga, "ujar Lila membuat Amira menganggukkan kepala pertanda paham karena kalau misalnya dirinya berada di posisi berlian tentu akan melakukan hal yang sama.
"ya Kamu benar sekali! aku juga pasti akan melakukan hal itu sebab tidak mungkin juga akan bertemu dengan orang masa laluku setiap hari, kalau misalnya orang di masa laluku sudah move on dan punya pasangan yang tidak masalah tetapi kalau seperti dokter Adrian yang masih saja menetap pada suatu hati ya sama saja bohong Nanti yang ada dia bakalan menjadi benalu dalam hubungan dokter berlian dan juga suaminya sekarang. " Amira ingin maksudnya berpikir positif tidak terlalu mencemaskan segala sesuatunya secara berlebihan.
Lila mengacungkan kedua jempolnya pertanda sepemikiran dengan apa yang dipikirkan oleh Amira tadi, kalau memang jalan menjauh itu merupakan sebuah pilihan yang tepat Ya tidak masalah dong harus melakukan daripada nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebab berumah tangga itu orang kejer yang namanya kebahagiaan bukan menjadi rumah duka kan sama saja bohong.
__ADS_1
"semoga saja dokter Adrian mendapatkan pengganti yang sepadan kemudian se pemikiran dan Intinya bisa mengerti dia saat awal-awal dokter itu susah sekali melupakan dokter berlian, karena memang sih patah hati ketika lagi sayang-sayangnya itu berat sekali dan terkadang banyak sekali orang yang tidak mampu untuk menghadapinya! "ujar Amira membuat Lila ingin sekali tertawa karena wanita itu terkesan seperti seseorang yang pernah mengalami hal tersebut padahal jangankan pacaran duduk bareng sama seorang pria saja terlihat Amira gemetarnya minta ampun masa iya mau membangun komitmen mau jadi apa coba.
"kamu Kalau sekolah bagian psikolog maksudnya jadi seorang motivator sepertinya cocok sekali loh, karena kata-kata kamu tadi itu langsung tembus ke mana-mana membuat aku juga akhirnya memiliki pencerahan di dalam berpikir ternyata memang segala sesuatu yang kamu lakukan itu keren sekali! " Amira mendengus kesel ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Lila tadi jika sekarang wanita itu Tengah mengejek dirinya padahal dirinya sekarang sedang dalam mode serius masa iya harus dijadikan bahan Bulian seperti itu.
"kamu ih keterlaluan sekali deh, padahal maksud dan tujuanku itu baik kalau misalnya kamu tidak terima ya sudah tidak masalah memangnya harus ku pikirkan ? " omel Amira yang tidak terima membuat suasana sedikit ramai sampai-sampai mereka tidak sadar kalau saat ini Panji itu Tengah bingung harus bersikap Bagaimana soalnya dirinya sebenarnya merupakan asisten dari Adrian namun Ia juga malas meladeni sikap pria itu yang menurutnya sangat berbanding terbalik dengan yang kemarin-kemarin yang bisa diajak kerjasama Karena sekarang itu susah sekali untuk diajak ngobrol.
"" kalian bisa diam tidak sih, kalian lupa kalau di sini yang sedang menderita lahir batin itu adalah aku? asal kalian tahu saja ya pokoknya aku sekarang itu seperti bingung karena dokter Adrian susah sekali untuk disuruh komitmen, masa iya disuruh bekerja saja tidak mau memangnya kita mau jadi apa coba kalau hanya datang dan duduk bengong doang lama-lama bisa dapat SP1 nih loh dari Pak Bambang. " Panji mengeluh seperti itu soalnya dirinya juga sudah capek harus bersikap yang bagaimana Tidak ada orang yang mau mengerti kesusahan yang dialaminya Apalagi sebagai seorang perawat biasa.
lila dan Amira yang tadi bersikap biasa saja langsung terdiam ketika mendengar keluhan dari pria itu karena akhirnya mereka sebenarnya sadar dengan posisi saat ini kalau Amira sih aman-aman saja, tetapi berbeda dengan Panji yang tidak ada kejelasan mahasiswa pekerjaannya kalaupun misalnya orang lain sedang tidak sibuk ya dirinya Hanya duduk saja Kemudian mendata semua berkas-berkas yang perlu didata kecuali kalau misalnya ada yang izin atau apapun ya dirinya bakalan mewakili mereka sistem pekerjaan seperti inilah yang kadang-kadang membuat dirinya juga jadi bingung harus melakukan apa kecuali shift malam itu baru dirinya bisa menggantikan siapapun yang diinginkan.
Semenjak kepergian berlian semuanya menjadi hancur berantakan mungkin karena pesona dan kewibawaan Serta perhatian yang wanita itu Berikan sudah mendarah daging kepada semuanya membuat mereka sudah terbiasa dengan kehadiran ya, Jadi sekarang kalau misalnya dirinya pergi rasanya sangat berbeda Tidak seperti biasanya dan dimana Perasaan itu ada rasa hilangnya ada rasa tidak nyamannya pokoknya bercampur aduk menjadi satu dan akhirnya hanya akan membuat semua orang menjadi frustasi bingung harus melakukan apa.
"maaf Ya aku juga tidak bisa membantu kesusahan kalian ini, soalnya kamu tahu sendiri kan aku itu tidak punya hubungan apapun dengan petinggi rumah sakit atau mungkin ada kenalan yang bisa membantu kalian lebih baik lagi Makanya dari tadi aku memilih untuk diam saja," jelas Amira yang merasa tidak enak hati dengan kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
" Panji mulai besok kita aktif bekerja kembali tetapi ada tugas tambahan yang tiap pagi harus kamu lakukan nanti kita akan bicarakan di ruangan saya, dan untuk kamu Lila tenang saja karena saya bakalan mengusahakan Bagaimana caranya agar kamu bisa bekerja sama dengan dokter Berlian lagi tetapi bukan di tempat ini. "Adrian dari tadi menyimak keluh kesah dari para perawat tersebut membuat dirinya akhirnya berpikir jika ia terus-menerus seperti ini tentu saja dirinya bakalan berubah menjadi orang yang egois tidak pernah memikirkan perasaan orang lain sama sekali dan hasil akhir hanya akan membuat semuanya menjadi tidak nyaman bagi siapa saja.
Ketiga orang itu Saling pandang ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Adrian tadi bahwa ternyata pria itu juga masih peduli dengan sekitarnya tidak hanya fokus dengan dunianya sendiri, ada rasa bersyukur di dalamnya ternyata sesuatu yang membuat mereka bingung harus melakukan apa masih ada orang yang peduli padahal dari awal mereka sudah sedikit ragu terhadap orang tersebut.
"kalau memang keperluan itu sangat penting Baiklah sekarang saya akan pergi ke ruangan dokter Adrian dan menunggu Anda di sana Lalu mendengarkan semua perintah yang Anda berikan tanpa terkecuali, dan kalau misalnya akan saya jalankan sekarang juga maka akan saya lakukan hal itu karena Percayalah saya merasa bosan ketika tidak melakukan hal apapun yang berguna!" jelas Panji antusias membuat Adrian hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sekali dirinya berkata bahwa itu akan dilakukan besok maka tetap bakalan besok tidak ada perubahan sama sekali jadi mau memaksanya seperti apapun Ia tetap tidak akan pernah berubah pikiran.
" Ya sudah kalau begitu nanti saya tunggu besok saja dan nanti saya usahakan datang pagi-pagi sekali supaya mungkin perintah yang Anda berikan itu bakalan saya langsung lakukan saat itu juga, terima kasih Dokter karena sudah kembali dan terima kasih juga sudah mengerti dengan keadaan saya serta tidak membiarkan Saya pusing sendiri memikirkan semua ini! "jelas Panji sambil menundukkan kepalanya sampai-sampai tidak sadar kalau sebenarnya Adrian sudah berlalu dari hadapannya.
"enggak usah pakai menunduk segala deh orangnya juga sudah tidak ada di sini Kok kamu kan tahu sendiri semenjak pisah dari dokter berlian itu sekarang Dokter Adrian sangat susah untuk diajak kompromi, tidak usah membuang-buang tenaga untuk sebuah hal yang percuma karena nantinya kamu juga yang bakalan capek sendiri sedangkan dia hanya seperti begitu terus-menerus! "jelas Lila membuat Adrian hanya cengengesan saja tetapi intinya Hatinya sudah sedikit merasa lega sekarang permasalahannya itu Lila juga bakalan di handle semua oleh dokter Adrian.
"Lila, kamu dengarkan tadi apa yang ditanyakan oleh dokter Adrian? kalau dia bakalan mengembalikan kamu bekerja dengan dokter Berlian, sedangkan dokter Berlian kan sudah tidak bekerja di sini lagi jangan bilang kalau dia yang bakalan mengirimkan kamu ke sana sebagai mata-mata begitu?" tanya Amira penasaran membuat Lyla akhirnya terkejut dengan perkataan dari wanita itu jika memang benar apa yang dikatakan oleh Amira maka menurutnya Adrian benar-benar sangat keterlaluan tetapi tidak ada yang salah juga kan karena ini menyangkut dirinya juga dan juga menyangkut keamanan serta kenyamanannya kalau misalnya bekerja sama dengan Berlian Ya tentu saja membuat dirinya merasa sedikit terbantu tidak tertekan juga.
"yang tidak masalah sih kalau memang ini semua demi kebaikan bersama aku juga ikhlas menjalani semuanya tanpa kompromi sama sekali, Lagian kalau misalnya aku dipindahkan bersama dengan dokter berlian tetap Posisiku sebagai perawat kan tidak bakalan berganti sebagai office girl jadi ya ndak masalah yang penting semuanya sesuai dengan keinginan, "ujar Lila yang terlihat begitu santai sebab menurutnya mau memikirkan dengan gaya apapun tetap saja bakalan seperti ini jadi tidak usah banyak mengeluh cukup dinikmati saja dan cukup dijalani saja nanti hasil akhir juga pasti akan ada perubahan.
__ADS_1
Lila sudah sedikit bernafas lega namun hari belum habis karena dirinya harus kembali ke ruangan dokter Cassandra untuk melayani serta membantu memberikan laporan tentang data semua pasien yang ada, tidak menyukai orangnya tidak masalah tetapi jangan sampai pekerjaannya juga menjadi tidak masalah bagimu karena itu sama saja dengan kamu tidak menghormati apa yang harusnya dihormati dan kamu juga tidak mengakui kalau sebenarnya Apapun yang terjadi di dunia ini terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan!
Sesampainya di ruangan dokter Cassandra tampak wanita itu Tengah memeriksakan pasien dan bersyukur ini merupakan pasien pertama Dan itu artinya Lila tidak terlalu telat telat amat sih, membuat wanita itu langsung memilih untuk ke sudut ruangan di mejanya kemudian memeriksa berkas pasien yang sudah masuk Lalu setelah itu mendatanya dan memanggil nomor urut yang berikutnya agar diperiksa statusnya Lalu setelah itu diarahkan ke Cassandra yang dari tadi terlihat menatap tajam dan juga tidak suka ke arahnya seolah-olah kehadiran Lila di tempat itu hanya mengganggu jalannya pekerjaan wanita tersebut padahal sejatinya Lina dari tadi itu tenang anteng kemudian berbicara juga dengan nada yang lebih rendah maksudnya agar tidak mengganggu pekerjaan wanita yang selalu saja hobinya marah-marah dan juga terlihat begitu sensitif itu.