Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Silahkan


__ADS_3

Bima dan juga Sofia makan dalam keheningan karena memang kebiasaan mereka dari dulu ya seperti itu, Sofia Bukannya tidak ingin berbicara tetapi Percayalah setiap kali ia berbicara suaminya itu tidak akan pernah menanggapinya karena mengatakan dirinya hanyalah wanita bodoh.


mau mengeluh pun rasanya percuma soalnya semua sudah terjadi kemudian ingin memperbaiki pun rasanya percuma juga, soalnya sepertinya sudah rusak dari awal hubungan mereka itu hanya bertahan mungkin karena adanya Berlian dan itu pun hanya Sofia yang melakukannya sedangkan Bima memilih untuk sibuk dengan Urusannya di luar tidak ada niatan untuk bersama dengan keluarganya dan lebih parahnya ketika memaksa anak mereka itu untuk menikah dengan anak dari sahabat masa lalunya.


Bima terlihat dari tadi itu sibuk dengan ponselnya layak ABG yang lagi kasmaran yang selalu kesemsem tidak jelas, dan juga tidak peduli dengan sekitarnya Padahal di sana ada seorang wanita yang harus hatinya ia jaga.


" Iya nanti sebentar kita bakalan ketemu...


Itulah pesan yang dikirim oleh Bima kepada Sarah ketika Wanita itu sudah menelponnya namun sengaja ia matikan karena ada Sofia di tempat itu, bukan karena merasa takut hanya saja tidak etis kalau sampai apa yang sudah mereka sembunyikan selama ini malah ketahuan dan nantinya akan membuat Berlian pun segera mengakhiri hubungannya dengan Devano karena tidak terima dibohongi.


" Adrian sudah pergi dari tadi jadi aku menunggu kamu di rumah ya, jangan pedulikan istri Bodohnya kamu itu karena kamu sedang punya kesalahan loh kepadaku," perintah Sarah dari seberang membuat Bima hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu imut sekali....


Sofia merasa kalau kehadiran di rumah ini tidak dihargai maka dari itu wanita itu memilih untuk menyudahi kegiatannya pagi itu, lalu memilih untuk bergabung dengan asisten rumah tangga yang lain di belakang Namun karena melihat mereka semua sedang sibuk akhirnya ia memilih untuk bersiap diri dan pergi ke suatu tempat yang penting intinya pikirannya bisa tenang tidak mumet seperti saat ini.



Sofia tidak peduli dengan tatapan Bima yang melihat kali ini istrinya itu berpenampilan sangat berbeda Tidak seperti biasanya yang tidak sedap sekali dipandang, karena memang tanpa sepengetahuan pria itu kemarin-kemarin Sofia sudah pergi ke salah satu salon kecantikan yang dulu selalu ia kunjungi ketika masih gadis untuk merubah segala macam penampilannya dan kembali ke habitatnya dulu yaitu merupakan wanita yang strong kemudian tidak cengeng dan juga tidak dipermainkan sepanjang hidupnya.


" eh wanita Sialan kamu mau ke mana sekarang, Siapa yang mengizinkan kamu keluar rumah dengan pakaian yang sangat terlihat seperti badut itu? "tanya Bima yang tidak mau mengakui kalau istrinya kali ini benar-benar sangat berbeda penampilannya.


Sofia terlihat mengangkat alisnya sebelah merasa lucu dengan pertanyaan yang diberikan oleh Bima tadi, perasaan selama ini pria itu pergi ia tidak terlalu sibuk dengan segala macam urusannya mau pulang jam berapa pun dirinya tidak peduli kenapa sekarang malah sibuk dengan urusannya.


Sofia memilih untuk tetap pergi namun Bima segera mengangkat piring yang tadi dipakainya untuk makan dan membantingnya ke dinding, membuat wanita itu hanya bisa menghela nafas kasar karena paling tidak suka ketika sudah ada yang namanya kekerasan dengan cara merusak barang-barang di dalam rumah itu.

__ADS_1


" Maksud kamu melakukan itu apa, kamu pikir saat ini saya merupakan seseorang yang harus mendengarkan semua perintah kamu tanpa terkecuali? pertanyaannya letak sikap saya itu ada di mana dan juga di bagian mananya yang harus saya gunakan untuk menghormati kamu, ketika kamu sendiri saja tidak tahu menghormati dan menghargai kehidupan orang lain Sebab setiap kata-kata kamu itu mutlak harus diikuti? "tanya Sofia dengan nada yang begitu tenang tidak ada kemarahan di dalamnya apalagi dengan kebiasaan wanita-wanita yang lain yaitu hobinya berteriak sambil menangis dan juga tidak terima ketika diperlakukan sangat buruk seperti itu.


Bima maju dan ingin menampar istrinya itu tetapi Sofia segera mencekal tangannya karena sudah cukup wanita itu disakiti dengan perkataan dan juga perbuatan dari pria tersebut selama ini, dan sekarang ia tidak ingin hal itu terjadi lagi maka dirinya bersiap sudah menerima segala macam konsekuensi yang bakalan terjadi kalau sampai dirinya harus membangkang seperti saat sekarang.


"Silahkan kamu bersenang senang sekarang tapi setelah ini jangan harap aku bakal tinggal diam ,karena aku bukan wanita bodoh seperti dulu yang yang bisa saja kamu permainkan Sesuka Hati lalu setelah itu kamu datang dan membuat aku itu sudah seperti budak kamu dalam rumah ini! "perintah Sofia sambil mengibaskan tangannya karena dirinya bukan tidak tahu tentang perubahan sikap suaminya itu karena apa dan itu sudah terbacanya dari beberapa tahun terakhir kalau dulu memang sifat Bima itu tetap tidak peduli Tetapi beberapa tahun ini malah tambah parah dari sebelumya.


Bima mengerutkan keningnya karena bingung dengan perkataan ambigu wanita yang berstatus sebagai istrinya itu, seolah-olah ia mengetahui suatu hal yang disembunyikan oleh dirinya lalu kemudian sekarang secara perlahan mulai diungkapkannya di permukaan dan ingin mungkin mau balas dendam atau gimana gitu?


"kamu berani membantah apa yang saya katakan, kamu pikir dengan perkataan kamu barusan ini membuat saya peduli begitu dengan wanita seperti kamu? apa yang saya lakukan di luar itu kamu tidak perlu tahu dan juga tidak pantas untuk tahu, karena yang kamu lakukan itu sekarang hanyalah berdiam diri di rumah tidak usah pergi ke manapun karena hanya akan mempermalukan saya! "perintah Bima membuat Sofia ingin sekali tertawa Kenapa dirinya yang melakukan hal itu tetapi kebalikan pria itu yang merasa malu?


"kamu malu karena saya atau saya yang bakalan merasa malu karena kamu? Bukankah kelakuan kamu di sana itu sudah tidak mencerminkan kalau kamu itu merupakan seorang suami dan juga seorang Ayah, keluyuran tidak jelas kemudian pulang ke rumah marah-marah Memangnya kamu pikir saya ini samsak hidup kamu jadi tiap kali datang marah kemudian melakukan kekerasan? " tanya Sofia dengan tatapan mengejek karena kalau pria itu mau marah ya sudah sekarang saja daripada ditunda lagi membuat dirinya sudah muak Ketika Harus dipermainkan.


"kamu...


" silahkan kamu pergi dan bertemu dengan siapapun yang ada di belakang kamu saat ini,tapi jangan sampai suatu saat kebohongan kamu itu terbongkar dan ternyata selama itu kamu sudah merugikan saya dan juga anak saya maka kami akan membuat perhitungan dengan kamu saat itu juga! "tegas Sofia dengan penuh penekanan karena menurutnya orang seperti Bima itu layak diperlakukan seperti itu daripada selama ini ia yang terlalu memperlakukan mereka dengan begitu buruk'


Bima terdiam ketika mendengar ancaman yang diberikan oleh Sofia barusan pertanda bahwa wanita itu mengetahui sesuatu yang ia lakukan di luar sana tetapi memilih untuk diam, tetapi kenapa sekarang malah mempermasalahkan hal itu Dan juga berbuat seolah-olah Sofia juga bisa mengancam dirinya balik.


"Maksud kamu mengatakan hal itu apa, kamu ingin mengancam saya dan juga berani-beraninya mengatakan sesuatu yang bukan bukan? " tanya Bima dengan tertawa mengejek karena benar-benar merasa lucu dengan apa yang dikatakan oleh istrinya itu seolah-olah menjadi wanita yang terkuat saat ini padahal sejatinya hanyalah pengangguran kelas kakap yang numpang hidup kepadanya.


" Bibi nanti aku pamit ya kalau misalnya tidak pulang ya pertanda aku menginap di suatu tempat yang nyaman dan juga aman serta membuat pikiranku tentram, Tetapi kalau aku balik pertanda bahwa aku masih mengingat kalau di rumah ini ada haknya berlian untuk memiliki semuanya bukan orang lain Apalagi orang-orang itu hanya datang dan numpang hidup saja! " ujar Sofia yang sengaja pamit kepada asisten rumah tangga Tetapi Tengah menyindir suaminya itu supaya maksudnya tidak terlalu melakukan kegilaan di luar sana.


Sofia sudah capek bersikap seperti seorang istri yang takluk kepada suaminya dan mendengar setiap perintah yang diberikan meskipun terasa itu sangat menyakitkan namun ia memilih untuk tetap bertahan, padahal sebenarnya tidak semua wanita kuat untuk menjalani rumah tangga yang dari awal sudah tidak sehat dan hanya terjadi karena paksaan saja.


Bima dibuat tidak bisa berkutik dengan perubahan sikap Sofia hari ini yang terlihat sepertinya benar-benar merasa sangat emosi dengan sikap yang ditunjukkannya selama ini, bahkan Wanita itu pergi menggunakan mobil miliknya Berlian yang kebetulan mobil tersebut merupakan 100% hasil dari keringatnya Berlian tanpa melibatkan dirinya sendiri.

__ADS_1


" Eh kamu dia sempat mengatakan tidak mau pergi ke mana Atau mungkin mau ketemu sama siapa begitu, wanita itu semakin hari semakin aneh saja Bahkan Sudah berani membantah aku memangnya dipikir dia itu siapa?" tanya Bima penasaran kepada asisten rumah tangga di situ Ya siapa tahu mungkin mereka punya jawaban yang ia tunggu-tunggu dari tadi daripada nantinya hanya merasa penasaran dan juga bertanya-tanya dalam hati tanpa mendapatkan jawaban sedikitpun.


" Maafkan saya tuan karena tadi Nyonya tidak mengatakan ke mana dia akan pergi, kalau memang merasa penasaran kenapa tidak diikuti saja supaya maksudnya ada kepastian Sebenarnya tadi itu di berencana mau ke mana? "tawar asisten rumah tangga itu membuat Bima langsung melengos pergi begitu saja tidak peduli dengan apa yang terjadi di hadapannya saat ini.


Sofia kali ini sudah berada tepat di depan rumahnya Adrian bersama dengan mamanya yaitu Sarah, wanita itu turun dengan begitu elegan dan dan kebetulan sarah juga Tengah bersiap-siap akan masuk ke dalam mobilnya yang seperti hendak menuju ke satu tempat namun itu bukan merupakan fokusnya Sofia saat ini.


"Sofia...tumben kamu pagi sekali sudah datang kesini? Nanti kalau Misal Mas Bima tau kamu masih berhubungan dengan orang dimasa lalunya Berlian bisa bahaya, dan nantinya anakku juga bakalan kenapa-napa karena kelakuan suami kamu yang tidak masuk akal itu , " ujar Sarah yang terlihat sepertinya begitu cemas.


Sofia bukan nya panik yang ada dirinya malah merasa lucu dengan akting yang sedang ditunjukkan oleh Sarah kepadanya saat ini seolah-olah wanita itu memang benar-benar merasa takut dengan kehadiran Bima di tempat itu, karena sekarang yang ada Sofia bahkan sampai-sampai hanya bisa menggelengkan kepala karena tidak percaya bisa-bisanya ya ada orang seperti Sarah ini.


" kamu yakin benar-benar merasa takut dengan Mas Bima, atau hanya akal akalan kamu saja untuk mengusirku dari sini?" Tanya Sofia tenang.


Sarah sebenarnya hendak mengakui apa yang dikatakan oleh Sofia tadi karena dirinya memang ingin bertemu dengan Bima, Namun karena takut ketahuan yang mau tidak mau ya harus bisa berakting sengaja berbohong kalau sebenarnya dirinya itu hanya ada urusan sebentar di luar rumah untuk membeli keperluan yang memang harus diisi karena kebetulan sudah habis sama sekali Mungkin dengan begitu Sofia bakalan percaya dan tidak curiga.


" Astaga Kamu ini bicara apa sih, aku sebenarnya Rencananya mau belanja bulanan soalnya kebutuhanku dan dengan Adrian sudah habis Jadi kalau misalnya kamu datang ya sudah ayo masuk ke dalam saja! "ajak Sarah meskipun ingin sekali memaki Sofia sebab Wanita itu sudah membuat waktunya terbuang percuma dengan meladeninya yang datang tiba-tiba seperti itu.


sofia ingin sekali tertawa ketika melihat sebenarnya Sarah itu antara mau atau tidak mengajaknya masuk ke dalam rumahnya, kali ini Sofia memilih untuk pulang saja karena dirinya punya tujuan yaitu ingin ikut ke mana sih sasaran akan pergi nantinya untuk sekarang ini dan mengetahui tempat persembunyian mereka yang sebenarnya.


" aku rasa tidak perlu soalnya aku juga ada keperluan sebentar hanya kebetulan lewat di Kompleks Perumahan ini makanya aku singgah sebentar, soalnya kan kita hampir menjadi besan Hanya saja karena kelakuan suamiku membuat hal itu tertunda tetapi kamu tenang saja Kok Pokoknya aku bakalan mengusahakan agar Berlian dan juga Adrian tetap bakalan kembali! "ujar Sofia yang ingin sekali melihat kira-kira Respon yang diberikan Sarah itu seperti bagaimana.


Sarah terlihat mengepalkan tangannya menahan emosi karena tidak terima kalau sampai Sofia kembali menjodohkan anak-anak mereka, padahal dirinya dan juga Bima sudah bersusah payah agar kedua anak mereka berpisah tapi kenapa Sofia harus mengatakan yang sebaliknya.


"Maksud kamu?" Tanya Sarah heran.


"Lho kok kamu malah tidak paham dengan apa yang aku katakan tadi, seharusnya kan kamu berusaha bagaimana caranya agar Adrian bisa bersatu dengan Berlian soalnya mereka berdua itu kan memang sangat cocok dan aku yakin juga Adrian tidak bisa move on dari anakku itu!! masa iya kamu sebagai seorang ibu tega memisahkan anak dari pasangan hidupnya kemudian belahan jiwanya kan tidak mungkin, makanya aku datang ke sini untuk meminta tolong kamu gimana caranya membantuku agar Bima mau mengijinkan berlian bercerai dengan suaminya yang sekarang dan dengan begitu mereka bisa bersatu kembali dengan Adrian! "Sofia tadi itu sebenarnya tidak ada rencana untuk mengatakan semuanya tetapi ketika melihat Sarah mau tidak mau pikiran itu tercetus secara tiba-tiba meskipun sebenarnya ia tidak tega mengatakan semuanya.

__ADS_1


__ADS_2