
Devano terpaksa membuka matanya padahal sebenarnya ia ingin sekali beristirahat karena semalaman begadang membuat matanya itu benar-benar sedang tidak bisa diajak kompromi, tetapi teman-temannya satupun sepertinya tidak peduli dengan keadaannya buktinya sekarang dirinya malah diusir oleh tuan rumah yaitu Sherly.
" Sherly, bisa tidak kali ini mulut kamu itu berhenti ngomong soalnya Kepalaku pusing mendengarkannya? Oh iya Satu lagi untuk kamu Kevin bisa tidak jangan terlalu mengganggu diriku dulu, Aku ini lagi malas untuk melakukan apapun Soalnya kalian tahu sendiri kan pergi ke rumah pun malah menemui wanita sialan itu membuat kepalaku tambah mau pecah! "ujar Devano yang memang benar tidak ingin sekali pergi ke manapun sebab menurutnya Jika ia kembali ke kediamannya Mahendra sama saja nanti bertemu dengan Berlian.
Sherly menggelengkan kepalanya sebab dirinya paling tidak suka ketika memiliki teman yang bukannya sadar status tapi menjadikan diri sebagai seorang bujangan, kalau tahu seperti itu ya dari awal lebih baik tidak usah menikah dan juga menolak Perjodohan yang terjadi agar tidak ada yang namanya kesalahpahaman.
" kamu kalau misalnya tinggal terlalu lama di apartemenku yang ada orang-orang bakalan berpikir kalau kita itu punya hubungan, ya Meskipun di dalam apartemen ini bukan hanya kita berdua saja tapi kamu tahu sendiri kan dalam ceritanya AUTHOR itu dia Paling benci yang namanya pelakor? jika mencari cerita-cerita seperti itu maka kalian tidak akan pernah mendapatkannya di sini, karena memang dari awal sampai akhir tidak akan pernah ada yang namanya orang ketiga ataupun keempat dan sebagainya!" omel Sherly berharap agar Devano paham dan dengan segera pergi meninggalkan tempatnya karena ia juga butuh privasi dan juga butuh istirahat.
Sam dari tadi adalah orang yang hanya terdiam tidak ada niatan untuk menjawab semua percakapan yang terjadi di dalam ruangan itu, karena sewaktu dirinya mengikuti prosesi pernikahan yang terjadi antara Devano dan juga Berlian sebenarnya wanita itu tidak terlalu buruk amat.
Berlian memiliki profesi sebagai seorang dokter muda yang bisa dibilang kecerdasannya sangat mumpuni sampai-sampai bisa mengambil pendidikan di bagian itu, tetapi pertanyaannya kekurangannya di mana sampai-sampai Devano tidak ada niatan untuk berterima kasih dan bersyukur karena diberikan istri yang sangat sempurna di dunia.
__ADS_1
" lebih baik kamu kembali sekarang, daripada nanti istri kamu bakalan diambil sama orang dan kamu akan menyesali hal itu! "Sam hanya mengatakan hal itu tidak ada niatan untuk menambahkan atau lagi menguranginya soalnya menurutnya Devano itu sudah besar pasti bisa mencerna apapun yang dikatakan oleh orang-orang di sekitarnya tanpa harus membuat mereka bekerja.
" Astaga Sam kamu sekali berbicara memang sangat benar sekali dan aku menyetujui hal itu, tidak salah lagi jika aku ngefans berat sama kamu dan juga menaruh harapan kepada kamu kalau jika nanti suatu saat kita menikah Kamu adalah kepala keluarga yang paling is the best! "ujar Sherly yang benar-benar bucin terhadap Sam padahal pria itu tidak ada niatan untuk berminat kepadanya.
" Sherly jauhkan tangan kamu dari tubuhku sekarang atau aku bakalan melakukan sesuatu yang tidak pernah kamu duga sebelumnya, dan kamu Devano sekarang bangun dan pulang atau aku bakalan menyeret kamu keluar dari tempat ini sekarang! "perintah Sam dengan penuh ketegasan karena dirinya tidak pernah merasa takut dengan pria itu Sebab mereka memiliki pangkat yang sama ketika berada di dalam lingkup kemiliteran.
Devano mau tidak mau mengikuti apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu daripada nanti mereka berdua bakalan terlibat cekcok, tetapi memang menjadi pertanyaannya Kenapa sepertinya Sam mendukung hubungannya dengan Berlian padahal dirinya saja ogah-ogahan menjalani hubungan tersebut.
namun Devano memilih mengabaikan saja rasa penasarannya itu karena dirinya yakin Sam hanya tidak ingin dirinya mendapat sasaran amukan dari Abraham sang papah, maka dari itu ia pun memilih untuk pulang entah nanti bagaimana respon mereka ketika dirinya semalaman penuh tidak pulang ke rumah.
" loh Berlian kamu tumben datang sepagi ini ke sini? Memangnya kamu tidak pergi ke rumah sakit, soalnya Adrian juga hari ini tidak masuk katanya badannya kurang enak jadi ingin istirahat di rumah ntar Sampai kapan itu anak melakukan semuanya! "jelas Sarah ketika ada yang mengetuk pintu dan dirinya membukanya ternyata itu merupakan Berlian calon menantu kesayangannya.
__ADS_1
ralat sepertinya bukan menantu kesayangannya tetapi belum ada kejelasan hubungan antara Adrian dan juga Berlian setelah apa yang disampaikan oleh anaknya kemarin, ketika dirinya ingin bertanya lebih Adrian memilih untuk tetap dalam kamar mengurung diri dan sampai saat ini tidak keluar sama sekali.
" Adrian sakit Tante, kok bisa perasaan dia kemarin baik-baik saja? Emangnya dia sudah cerita belum sakitnya apa gitu supaya maksudnya bisa diobati, soalnya itu anak biasanya kalau sakit selalu dibiarkan saja tidak dipedulikan sama sekali? "Berlian benar-benar merasa penasaran dengan kondisi Adrian membuat Sarah kebingungan sebenarnya Bagaimana hubungan kedua manusia itu sampai-sampai Adrian begitu frustasi kemarin'
Sarah tidak berani bertanya lebih karena menurutnya Adrian dan juga Berlian itu sudah besar tidak harus segala sesuatunya dirinya membantu untuk mengaturnya, maka dari itu ia membiarkan saja keduanya menyelesaikan masalah mereka sendiri nanti hasilnya seperti apa ya tinggal disesuaikan saja'
" dia ada di dalam kamar kamu susul deh di sana mungkin berbicara dengan kamu dia bakalan lebih paham dan juga mau mengurus dirinya lagi, soalnya terkadang Dokter itu ingin agar orang lain sembuh tetapi saat mereka sakit malah mengabaikan begitu saja! " ujar Sarah penuh permohonan karena ia yakin obat yang diinginkan oleh Adrian adalah Berlian saja.
" Ya sudah Tante kalau begitu saya permisi dulu ya pergi ke kamarnya Adrian untuk memastikan keadaannya secara langsung, soalnya tuh anak memang sulit sekali untuk diatur dan ini semua juga pasti ada kesalahan dari saya juga ikut ambil bagian di dalamnya! " jelas Berlian sambil tersenyum kecut karena dirinya yakin saat sampai di dalam entah Adrian menerima kedatangannya atau malah mengusir dirinya.
" Adrian, ini aku tolong buka pintunya dong soalnya aku mau ngomong sama kamu! "bujuk Berlian yang mencoba mengetuk pintu tetapi sepertinya Adrian tidak merespon sama sekali membuat wanita itu benar-benar merasa putus asa.
__ADS_1
Sarah hanya bisa menatap dari arah pojok ruang keluarga ketika mendengar Berlian yang masih berusaha membujuk agar Adrian mau keluar dan membukakan pintu untuknya, dirinya melihat wanita itu begitu frustasi dan juga sepertinya ingin menangis karena Adrian tidak ingin merespon apapun yang ia katakan.
Sarah yang merasa kasihan akhirnya memilih memberikan kunci cadangan kamarnya Adrian itu kepada Berlian, karena dirinya juga tidak tega dan juga takut jangan sampai di dalam Adrian kenapa-napa Soalnya anaknya itu dari kemarin tidak keluar.