
Berlian bukanlah seseorang yang suka sekali menjelek-jelekkan nama orang lain apalagi ketika orang itu sedang berbuat kebaikan, Ya maksudnya tadi Marcella menyapa dirinya sebagai calon istrinya Devano padahal sejatinya dirinya adalah istri sah dari pria itu bukan ada kata lain dari calon.
dirinya juga bukanlah seseorang yang tidak memiliki apapun untuk dibanggakan sehingga Mungkin orang lain pasti bakalan ragu ketika melihat dirinya, akan tetapi lihatlah sekarang dirinya adalah seorang wanita yang elegan berasal dari kota besar dan jika dihitung dari pendidikannya maka itu sangat mulia dan otomatis tidak akan pernah mempermalukannya ketika bersejajar dengan para bawahan dari Devano itu.
" Oh sepertinya Anda salah paham Ibu Marcella karena sebenarnya dia ini bukanlah calon istrinya Devano melainkan istri sahnya yang kami bawa dari ibukota dan Ingin melihat tempat tugasnya suami secara langsung, Jadi sepertinya tadi kata-katanya ibu Marcella itu tidak pada tempatnya maka dari itu jangan salahkan saya juga ya soalnya tadi hanya berniat untuk memperbaikinya lebih bagus lagi.
Marcella bulatkan matanya sempurna karena tidak percaya ketika melihat kecantikan istri dari Devano yang menurutnya sangat mantap dan juga merupakan paket sempurna karena mereka berdua itu merupakan pasangan yang serasi, namun pertanyaannya di sini Kenapa Devano melepaskan tangan istrinya bukannya menggenggam dan menunjukkan satu persatu para tetangga yang akan selalu berhubungan dengan mereka setiap harinya selama sebulan ke depan.
" Wah ternyata istrinya pak Devano benar-benar sangat memiliki kualitas standar yang begitu tinggi, dan saya juga berharap agar mungkin nantinya Aldo bakalan menemukan istri seperti yang didapatkan oleh Pak Devano ini! " ujar Marcella membuat Maria hanya menggelengkan kepalanya karena menurutnya itu terasa begitu lucu dan juga terlalu berlebihan padahal sejatinya tidak seperti begitu juga kan?
" Oh iya mungkin lebih baik seperti itu tetapi saya juga maksudnya tidak terlalu ingin melihat ibu Marcella terlalu berharap, karena jika kita memasang harapan yang terlalu tinggi terus kejadiannya tidak sesuai dengan yang kita harapkan ya sama saja bohong kan? " tanya Maria membuat suaminya Abraham hanya menggelengkan kepalanya karena dirinya yakin istrinya itu penyakitnya Mulai kumat yaitu Selalu saja membuat orang lain memikirkan sesuatu karena saking paniknya mendengar apa yang ia Katakan Ya maksudnya bukan ingin pamer atau mengerjai orang lain tapi kebiasaannya Maria seperti itu dirinya tidak suka melihat orang yang terlalu serius menjalani hidup padahal hidup itu sebenarnya ikuti saja alurnya tuh semuanya sudah diatur.
" Mama kalau masih mau ngobrol aku sama dia pergi ke rumah kami dulu ya Soalnya dari tadi dia sudah memberikan kode agar aku pergi ke sana juga, Permisi ibu senang berkenalan Semoga besok besok kita bakalan bisa bekerja sama sebagai Ibu Bhayangkari! "Berlian segera pergi dari situ karena dari tadi ia sudah melihat ke arah Devano yang menatap tidak suka ke arahnya entah mungkin merasa kesal karena memperkenalkan dirinya bahwa yang merupakan istri dari Devano atau mungkin ada kekasihnya yang lain yang takut ketahuan dari pria itu.
" ngapain ngobrol terlalu lama Memangnya kamu pikirkan ini untuk bergosip , hentikan sikapmu seperti itu yang hanya ingin pamer dan menunjukkan kepada orang lain kalau kamu itu merupakan istriku! " Devano membuat Berlian menatap kesel ke arahnya sebab menurutnya pria itu terlalu berlebihan bukan karena tadi yang mengenalkan dirinya itu adalah Maria bukan dirinya sendiri ataupun orang lain?
Berlian tidak suka dengan apa yang dikatakan oleh Devano yang menurutnya terlalu percaya diri padahal Ia juga bukanlah orang bodoh yang mau memperkenalkan suami yang sangat menyebalkan seperti Devano itu, tetapi mau bagaimana lagi ketika sikap suaminya memang tidak bisa berubah sama sekali maka dari itu sebagai istri ya Otomatis dirinya memilih untuk mengalah tidak terlalu mempermasalahkan segala sesuatunya meskipun akhirnya terasa begitu mengecewakan.
" eh Sepertinya di sini kita harus ralat setiap apa yang kamu bilang dan juga kamu pikirkan nantinya, aku di sini itu tidak ada niatan kok untuk pamer kepada semua orang kalau aku ini merupakan istri dari seorang pria yang menyebalkan sok berkuasa dan juga sangat menjijikan kepribadiannya! Oh iya satu lagi Memangnya kamu pikir aku ada waktu untuk berbangga diri kepada orang , padahal jelas-jelas kesibukan aku itu banyak yaitu menata hatiku memperbaiki mood ku serta satu lagi berusaha untuk menambah kadar kesabaranku lebih banyak lagi soalnya mulai dari sekarang Pasti tiap hari bakalan bertemu orang menyebalkan seperti kamu! " ujar Berlian membuat Devano menatap tidak suka tetapi mau apa karena sekarang mereka masih berada di luar dan kemudian masih menjadi bahan tontonan semua orang termasuk kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Devano Kenapa kamu biarkan menantu Mama tetap di luar seperti itu, ada apa sih yang kamu sembunyikan di dalam sampai-sampai tidak berani mengajaknya masuk? "tanya Maria kesal.
" di dalam rumahku ini sedang aku pelihara ular patola kemudian tikus dan juga kecoak yang begitu banyak, takutnya menantu kesayangan Mama ini bakalan menjerit histeris dan mengira Kalau kami baru saja melakukan siang pertama bukannya malam pertama "ujar Devano Sambil tertawa mengejek ke arah istrinya itu sebab dirinya mengatakan hal itu agar maksudnya Berlian tidak lupa kalau sebenarnya kewajibannya untuk melayani suaminya itu belum dilakukannya sama sekali.
Berlian menatap tidak suka ke arah suaminya yang menurutnya terlalu blak-blakan padahal seharusnya biasa saja dan dirinya juga mana mau mereka bakalan melakukan hal itu secara sukarela, mau sampai itu kucing bertanduk pun pokoknya dirinya tidak akan rela dijamah oleh pria yang berstatus sebagai suaminya itu ya Meskipun terkesan sebagai istri yang tidak tahu diri tetapi intinya ia sedang mempertahankan kehormatan kepada pria yang benar-benar tidak menginginkan dirinya sebagai seorang istri dan juga tidak menghargainya sama sekali.
", dalam mimpi pun aku tidak sulit melakukan hal itu dengan kamu, jadi jangan pernah berharap karena Hidupku Masih normal dan juga tidak akan pernah mau menderita! " ujar Berlian lalu masuk ke dalam rumah ketika kebetulan suaminya itu sudah membukakan pintu.
aroma pertama yang dirinya cium yaitu maskulin dan juga sangat menyenangkan karena semua barang-barang tertata begitu rapi, dan ternyata suaminya juga sangat menyukai petualangan karena begitu banyak peralatan camping kemudian intinya segala sesuatu yang mendukung ketika melakukan hal itu.
di dinding tidak ada satupun potret Devano atau mungkin dengan teman-temannya dan bisa dibilang mungkin dengan kekasihnya karena sepertinya pria itu mungkin es batu dari dulu dan sekarang baru mencair ketika dipaksa menikah oleh suaminya,Berlian terlihat menggelengkan kepalanya sebab menurutnya tempat tinggal pria itu terlihat begitu kaku setidaknya dipasanglah ornamen sedikit-sedikit maksudnya biar bisa lebih seni lebih keren atau apalah itu.
" Terserah kamu mau berbicara apa tetapi intinya aku sangat berterima kasih karena Akhirnya aku bisa bebas dari kamu, satu lagi kalau misalnya kedua orang tua kamu bertanya tentang hubungan kita Ya kamu harusnya pintar berakting ya jangan membuat aku kesusahan karena aku tidak menginginkan hal itu! " ujar Berlian berlalu dari tempat itu'
Berlian merasa bahwa Tuhan itu sedang berbuat baik kepadanya karena terbukti Devano tidak berminat sedikitpun, maka dengan itu bisa dipastikan pernikahan mereka bakalan berjalan sesuai dengan rencananya Lalu setelah merasa waktu yang pas dan cocok ia bakalan menggugat cerai pria itu dan dengan begitu mereka bakalan berpisah hingga dirinya bisa berkumpul kembali bersama dengan Adrian.
tok tok tok tok tok
Berlian mengerutkan keningnya ketika mendengar ada yang mengetuk pintu padahal setahu mereka keduanya baru tiba di sini tidak mungkin kan jika sudah ada orang yang mau bertamu, sedangkan dirinya yakin pasti mertuanya sedang tertidur karena memang mereka benar-benar melakukan perjalanan yang begitu panjang dan juga melelahkan.
__ADS_1
Devano yang melihat istrinya itu tidak bergeming dari tempatnya menjadi kesal sendiri, soalnya seharusnya kalau ada yang mengetuk pintu ya setidaknya menyahut dari dalam atau langsung pergi membukakan pintu bukan malah bengong.
" eh profesi dokter Kamu itu sebenarnya digunakan untuk apa sih sampai-sampai ada orang yang mengetuk pintu kok kamu tidak peduli sama sekali, dibukain dong biar kita tahu siapa tahu itu merupakan orang-orang penting yang ingin memberikan laporan atau pun ada keperluan yang memang harus dikatakan sekarang juga! " Devano benar-benar membuat kesabaran istrinya itu habis karena kalau memang pria itu bisa melakukannya ya Kenapa harus menunggu dirinya Bukankah punya tangan dan kaki yang masih lengkap.
" Ya ampun Astaga Kenapa sih harus aku yang buka Memangnya kamu tidak bisa bergerak sama sekali, ada ya orang yang minta tolong tapi dengan gaya kurang ajar seperti kamu Untung juga Pak suami coba kalau bukan bisa bahaya urusannya! "Berlian tidak suka jika sedikit-sedikit dirinya yang selalu disalahkan seolah-olah menjadi wanita yang tidak berguna sama sekali dan juga menjadi seseorang yang tidak bisa diandalkan oleh keluarganya sendiri.
" ya tugasnya istri adalah melayani suami dan juga melayani rumah tangga masa iya suami juga harus ikut turun tangan, Memangnya gunanya aku mengambil istri itu untuk apa buat dijadikan pajangan terus aku yang melayani kamu? " tanya Devano sinis.
Berlian memilih untuk mengabaikan perkataan dari orang aneh itu biarkan saja dia mau berbicara sesuka hatinya, daripada nantinya ketika ia meladeni masalah mereka berdua tidak bakalan kelar.
" Halo berlian Mama sama Papa mulai sekarang tinggal di sini ya soalnya kasihan juga sih jika kalian harus ditinggalkan sendirian, Takutnya nanti kalian mungkin merasa tidak betah satu sama lain dan akhirnya mungkin ada terjadi kecanduan Diantara Kalian kan tidak enak!" perkataan dari Maria itu membuat Berlian dan Devano saling tatap karena bisa bahaya urusan nantinya jika sampai wanita itu menginap.
"Bahaya kalau sampai Papa dan juga Mama sampai tinggal di sini karena nanti mereka akan tahu kalau kami berencana pisah kamar, terus jika sampai hal itu benar-benar terjadi maka bisa dipastikan aku akan selalu tidur berdua dengan pria aneh bin ajaib di muka bumi ini! " ujar Berlian dalam hati begitu pula yang dirasakan oleh Devano.
Devano terlihat begitu uring-uringan tidak jelas sebab Percayalah dirinya memang tidak ada niatan untuk berdekatan dengan wanita yang selalu memancing emosinya tersebut, wanita yang susah sekali diatur dan juga susah sekali ketika diarahkan sesuai dengan keinginannya.
maria dan juga Abraham hanya berdiri bingung ketika melihat anak dan juga menantunya tidak ada niatan untuk menyuruh mereka masuk ke dalam rumah, padahal seharusnya ketika mengetahui orang tuanya datang tidak ada yang namanya percakapan di depan pintu yang ada mereka akan langsung menyuruh masuk.
" Apa Mama sama Papa bakalan dibiarkan di sini sampai selama-lamanya atau sampai besok pagi, kalau memang seperti itu ya sudah terserah dari kamu saja yang penting intinya Kami tidak akan kembali ke rumah Soalnya selama kita berada di sini sebulan Papa sama Mama akan tetap menginap di sini! "tegas Maria membuat Devano menghela nafasnya kasar sepertinya keinginan Mamanya itu memang tidak bisa terbantahkan lagi.
__ADS_1
" Ya ampun Mah Pah minta maaf Silakan masuk saja ke dalam Soalnya tadi kami sepertinya terkejut dengan keputusan dadakan yang diambil oleh kalian, tetapi sebagai seorang anak Ya tentu saja kami senang ketika ada orang tua yang mau menginap dan tidak ingin jauh dari anaknya! "ujar Berlian dengan senyum terpaksa membuat Devano mendengus kesal karena ia yakin wanita itu pasti Tengah cari muka.