Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Dilema


__ADS_3

Ceklek


Berlian membulatkan matanya sempurna karena tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya saat ini, terlihat Adrian sedang tergeletak di bawah lantai dengan begitu banyak obat yang tercecer membuat wanita itu yakin jika ada yang sudah melakukan sesuatu yang salah di dalam hidupnya.


apalagi mulut Adrian yang penuh dengan busa membuat dirinya benar-benar merasa yakin 100%, jika pria yang berprofesi sebagai dokter itu sudah melakukan sesuatu yang Merugikan dirinya.


" Adrian....


Berlian langsung Segera berusaha agar Adrian bangun dan juga memberikan pertolongan pertama pada pria itu agar mengeluarkan semua cairan di dalam perutnya, tetapi karena kondisi Adrian yang tidak sadar membuat dirinya mau tidak mau meminta tolong kepada Sarah agar membantu dirinya membawa pria itu masuk ke dalam mobil.


Sarah yang mendengar teriakan Berlian itu langsung berlari mendekati kamar anaknya dan betapa terkejutnya dengan semua pemandangan yang ada di hadapannya saat ini, dirinya benar-benar syok ketika melihat Adrian yang ingin menghabisi nyawanya hanya karena masalah percintaannya dengan Berlian.


" Ya ampun Adrian Apa yang kamu lakukan kenapa sampai kamu bisa begini nak, setiap masalah itu punya jalan keluarnya tidak perlu harus mengambil jalan pintas yang akhirnya akan merugikan diri kamu sendiri! "ujar Sarah yang benar-benar tidak tahu lagi harus seperti apa karena hanya Adrian yang ia punya di dunia ini.


"Tante nanti saja sekarang yang terpenting kita harus bisa membawa Adrian ke rumah sakit, soalnya aku tidak punya peralatan yang lengkap di sini dan juga kita harus bisa mengeluarkan cairan di dalam perutnya Adrian agar dia bisa segera sadar Takutnya nanti bisa berakibat fatal!" perintah berlian lalu tanpa tedeng Aling kedua wanita itu berusaha bahu membahu untuk mengeluarkan Adrian dalam kamar itu'

__ADS_1


" Astaga Adrian kamu Kenapa sih harus memilih jalan pintas seperti ini, Memangnya kamu pikir dengan mati bisa menyelesaikan semuanya terus akunya gimana? "tanya Berlian dalam hati karena pikiran wanita itu benar-benar kalut sampai-sampai membawa mobil pun dalam keadaan tidak fokus.


Sarah tahu kalau saat ini berlian benar-benar sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, tetapi mau bagaimana lagi ini semua sudah terjadi dan mereka harus bisa tetap fokus dan juga otak tetap masih bisa berfungsi agar tahu jalan mana yang harus akan dipilih oleh mereka untuk menyelamatkan Adrian saat itu juga.


" kamu harus tetap sadar dan juga Waras Kalau kita saat ini itu Tengah membawa antrian dan juga kita harus tetap hidup, kamu hati-hati Nak jangan terlalu panik usahakan Tetap tenang sebab Tante bakalan tidak kuat jika melihat kalian berdua juga kenapa-napa! "bujuk Sarah yang berharap agar calon menantunya itu selalu tenang tidak ada kepanikan soalnya kalau sampai mereka panik nanti siapa yang bakalan mengurus Adrian.


" Panji kamu tolong bawa berangkat sekarang ke sini dan juga suruh dokter Syarif untuk segera datang ke IGD, Karena sekarang Dokter Adrian sedang pingsan Mungkin dia terlalu overdosis obat tidur jadinya seperti ini! "perintah berlian ketika sampai di rumah sakit tempat dirinya dan juga antrian bekerja karena memang sampai saat ini tidak ada kata pengunduran diri darinya secara resmi maka dari itu ya Otomatis masih terdaftar sebagai dokter di situ.


semua perawat dan juga Dokter kelabakan ketika mendengar bahwa Adrian dalam keadaan pingsan diantar ke tempat itu dengan mulut yang penuh dosa, Mereka bukanlah kaum awam yang tidak paham apa yang terjadi dan mereka menyangkut pautkan hal ini dengan apa yang baru saja dialami oleh Adrian dan juga Berlian.


" Hus kamu diam jangan banyak komentar Memangnya kamu pikir ini rumah sakit merupakan tempat untuk bergosip, lebih baik kita fokus mengurus kondisi dokter Adrian dan kamu tolong Tenangkan dokter Berlian yang terlihat begitu Shock." ujar Panji yang segera masuk ke dalam IGD karena kebetulan dokter Syarif juga sudah masuk pria itu adalah dokter bagian penyakit dalam jadi tadi diminta oleh Berlian untuk segera menangani Adrian takutnya jangan sampai mereka terlambat dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Berlian terlihat memberikan tas serta ponselnya kepada Sarah untuk dijaga karena dirinya juga ingin masuk ke dalam ruangan IGD tersebut, untuk membantu dokter Syarif memberikan penanganan secara langsung kepada adriannya meskipun sebenarnya dirinya merupakan dokter penyakit dalam juga.


Panji berusaha mencegah Berlian agar tidak usah masuk ke dalam karena Takutnya nanti wanita itu malah tambah tertekan melihat keadaan Adrian, namun Berlian adalah dokter yang profesional tidak akan mencampuradukkan masalah pribadi dengan masalah pekerjaannya.

__ADS_1


" kamu tenang saja Panji! saya merupakan dokter profesional yang tidak akan merasa tertekan ketika pasien di dalam itu merupakan orang terpenting dalam hidup saya, kalian percayakan saja dan berdoa semoga keadaan dokter Adrian baik-baik saja dan bisa diselamatkan! "ujar Berlian lalu segera masuk ke dalam dirinya mencoba untuk tetap kuat apalagi ketika melihat dokter Syarif yang sudah mulai memasukkan Sebuah alat untuk menyedot habis semua Cairan yang berada di dalam lambungnya dokter Adrian.


" kamu bisa sayang karena aku tahu kamu kuat dan bukanlah seorang pria yang lemah, kamu bangun agar kita bisa menghadapi semuanya karena aku tidak bisa menghadapinya sendiri sebab kamu tahu sendiri kan sikap papa itu seperti apa? "batin Berlian dan mulai membantu pekerjaan dokter Syarif agar segera selesai.


Sarah hanya bisa menundukkan kepala dengan air matanya yang terus aja keluar tanpa bisa dirinya tahan, Karena sekarang di dalam ruangan IGD itu anaknya sedang bertarung nyawa kira-kira masih bisa diselamatkan atau mungkin dirinya tidak akan pernah mendapatkan yang namanya Adrian lagi.


Sarah bukanlah seseorang yang mempunyai pikiran kuno kolot jadi alhasil menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi kepada anaknya, karena memang setiap hubungan di dunia ini tidak pernah berjalan dengan mulus maka dari itu mungkin ini adalah percobaan yang harus dihadapi oleh Adrian dan Berlian agar menguji kira-kira sampai di mana kekuatan cinta mereka.


setelah hampir 2 jam bertarung dengan segala macam alat-alat dan juga berusaha mengeluarkan cairan yang ada di dalam perutnya Adrian akhirnya semuanya sudah selesai, tampak wajah kelelahan semua orang yang ada di ruangan itu karena biar bagaimanapun orang yang sedang terbaring lemah tidak berdaya itu merupakan sosok yang paling penting demi kelangsungan Rumah Sakit tersebut.


Berlian memilih untuk tetap berada di ruangan itu ketika semua dokter dan juga perawat telah pergi beristirahat, dirinya ingin menjaga Adrian memastikan agar pria itu segera sadar dan dirinyalah orang pertama yang dilihat olehnya.


" suster Lila, tolong siapkan minuman untuk dokter Berlian!" perintah Panji dan Dila melakukan seperti yang diperintahkan kepadanya karena memang terlihat berlian begitu kelelahan dan juga sepertinya sangat butuh yang namanya sesuatu yang segar'


" Dr Berlian, kalau memang anda merasa kelelahan silahkan istirahat saja karena kebetulan dokter Adrian juga akan dipindahkan ke ruangan rawat inap! "bujuk Panji karena memang tidak tega ketika melihat seorang wanita cantik itu harus memikirkan semuanya sendirian dan juga terlihat begitu tertekan.

__ADS_1


__ADS_2