Berlian Yang Terbuang

Berlian Yang Terbuang
Tak Berminat


__ADS_3

Berlian jelas saja tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Anisa tadi, karena kalau dirinya dipaksa untuk berbicara baik-baik dengan Devano kemudian menyapa suaminya itu dengan begitu sopan oh tentu itu tidak akan pernah terjadi ferguso.


soalnya Bagaimana seorang istri menghormati suaminya ketika suami itu malah menunjukkan sikap yang sangat tidak keren kemudian hobinya maunya menang sendiri sukanya mau didengar tanpa mau mendengarkan orang lain, padahal kan hanya memberikan pengertian saja itu kan perkara yang mudah tidak terlalu sulit Kenapa terlihat begitu susah seolah-olah gengsi itu dipikul tinggi padahal Percayalah gara-gara kebanyakan gengsi semuanya jadi tidak pada bagus-bagusnya sama sekali.


Berlian tidak ingin yang namanya bergaul dan juga berbaur dengan kehidupan suaminya yang menurutnya inginnya itu kebanyakan dengan dunianya sendiri tanpa peduli dengan perasaannya sama sekali, Kalau sudah seperti begini untuk apa soal akrab Sok Dekat di hadapan orang lain Bukankah saling jauh menjauh tidak saling menyapa dan juga Anggap saja tidak pernah saling kenal itu merupakan sesuatu yang bagus.


" ah Sepertinya saya tidak berminat untuk ke arah sana soalnya kayaknya duduk di sini itu lebih nyaman dan juga lebih Hening tidak ada keributan yang terlalu, Apalagi saya juga belum terlalu akrab dengan ibu-ibu yang ada di sini nanti terkesannya saya itu malah bergaul dengan orang yang tidak tepat, " tolak Berlian yang tetap ingin positif thinking Ya maksudnya kalau memang orang-orang semua itu tidak suka dengan dirinya Kenapa ia harus memaksakan kehendak Kenapa juga harus maunya bersama-sama dengan orang lain Jika Sendirian itu malah lebih bagus.


" ya tidak bisa begitu dong kami yang pangkatnya masih di bawah saja semuanya pada heboh masa iya Ibu Dokter ya pangkat suaminya lebih tinggi malah sendirian, rasanya itu kan seperti dunia terbalik melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan dan tidak ingin melakukan pada seharusnya dilakukan saat itu juga tidak perlu menunggu lagi, "ujar Anisa yang jelas saja tidak terima ketika melihat wanita itu malah memilih untuk sendirian padahal dirinya dari tadi itu pasukan oleh Devano untuk memantau pergerakan istrinya itu ke manapun dia pergi dengan siapapun dia berbicara dan intinya apapun yang dia katakan harus dilaporkan seluruhnya tanpa terkecuali.


" Ya aku serius kalau inginnya ada di sini saja tidak mau pergi ke manapun, Jadi kalau misalnya ibu mau pergi ke sana menyusul semuanya Ya sudah tidak masalah! Kalau nanti maksudnya Ada apa-apa yang ingin disampaikan ya sudah saya tinggal menyesuaikan saja juga sepertinya malah lebih bagus, Jadi kalau begitu saya permisi dulu ya soalnya lebih adem dan juga tenang kalau misalnya duduk di pojokan sana! "Berlian sengaja menghindar dari pembahasan tentang rumah tangganya dengan Devano karena menurutnya mereka berdua itu tidak Sedekat Itu jadi tidak perlu kan harus ada yang namanya pembahasan berlebihan.


Anisa terlihat menghela nafasnya kasar karena sepertinya ia harus berjuang ekstra keras untuk bisa mendapatkan hatinya Berlian dan dengan begitu bisa mengetahui apa yang diinginkan oleh wanita itu, kalau misalnya dibiarkan saja lama-lama nanti Devano bakalan marah karena dirinya sudah ingkar janji dan juga tidak melaksanakan perintah yang diinginkan oleh pria itu.


Berlian sebenarnya tidak suka ketika dipaksa seperti ini Padahal yang ia inginkan adalah kemauannya dihormati keinginannya dihargai dan satu lagi apapun yang ingin dilakukan yaitu atas dasar kehendaknya sendiri bukan atas paksaan dari orang lain, Tetapi kalau misalnya semua orang pada ngotot dengan keinginan mereka masing-masing pertanyaannya kapan baru kemauannya bakalan dituruti?


Berlian bukanlah tipe orang yang langsung berkata jujur ataupun langsung memberikan protes ketika ada sesuatu yang tidak ia sukai, kalau memang mereka semua tidak merasa nyaman dengan kehadiran ini sudah tidak masalah tetapi kalau memaksakan dirinya untuk sama-sama sepertinya Susah soalnya setiap orang itu harus menyesuaikan diri dan lingkungan dulu kalau memang nyaman dia bakalan langsung berubah tetapi kalau tidak biasanya mereka bakalan memilih untuk menjauh atau menyendiri.

__ADS_1


" bu dokter merasa kurang nyaman ya Karena saya terlalu paksa diri dari tadi dan juga sepertinya terkesan tidak menghargai privasinya, kalau seperti itu ya sudah saya juga ikut dan duduk di sini tidak usah bergabung sama yang lain deh Takutnya nanti saya bakalan salah lagi? " ujar Anisa yang benar-benar merasa tidak enak hati ketika melihat Berlian yang selalu memasang wajah cemberutnya yang terkesan seperti tidak suka ketika dirinya yang terlalu memaksakan kehendak seperti itu.


" ya bukan seperti itu juga, hanya saja saya memang belum terlalu nyaman sih sama yang lain di situ bukan karena pilih-pilih pergaulan atau kebanyakan melihat orang dari statusnya dulu hanya memang ini sudah kebiasaan dari dulu! "Jelas Berlian berharap agar wanita yang ada di sampingnya itu bisa paham dengan apa yang ada dalam pikirannya dan juga Apa alasannya sampai ia memilih untuk bersikap demikian.


Devano dari tadi gusar ketika melihat Anisa sepertinya tidak berhasil membujuk Berlian agar bergabung dengan mereka yang ada di situ, padahal Ia sudah dari tadi ditanya terus kapan istrinya bakalan muncul soalnya pria itu tidak ada niatan untuk menunjuk ke arah Berlian dan berharap agar wanita itu datang dan memperkenalkan dirinya sendiri supaya terkesan maksudnya Devano sepertinya tidak peduli dengan pernikahan mereka.


" Kalau boleh tahu istrinya belum datang juga ya Pak, Soalnya dari tadi belum muncul terus atau mungkin dia terlibat macet tetapi perasaan kuota ini tidak pernah ada yang namanya kemacetan? " tanya salah satu bawahan dari Devano yang jelas-jelas dari tadi sudah mengetahui kalau pemimpin mereka itu sudah menikah tetapi masa iya sampai sekarang istrinya belum nongol juga Kecuali mereka itu menjalani pernikahan yang namanya LDR ya itu tidak bisa dibilang lagi dan juga tidak mungkin memaksakan diri dan untuk bertemu.


Devano merasa kesal ketika semua orang lebih sibuk bertanya tentang istrinya dibandingkan bertanya tentang dirinya yang jelas-jelas ada di depan mereka, ya Meskipun nantinya pertanyaan mereka juga tidak pedulikan tetapi setidaknya menghargailah supaya maksudnya tidak boleh membahas orang lain yang jelas-jelas tidak ada di dekat situ.


" apa tidak punya pembahasan lain lagi selain bertanya tentang istri saya, Apa kamu yakin hanya ingin bertemu dengan dia dan juga hanya mengetahui bahwa dia itu merupakan istri saya dan tidak punya maksud terselubung lainnya di belakang semua ini? "tanya Devano dengan tatapan mengintimidasi membuat lawan berbicaranya itu jadi bingung karena maksud dan tujuannya tidak sampai ke arah sana tetapi kenapa pemimpinnya itu malah mencurigai dirinya yang bukan bukan.


biarpun pangkatnya masih di bawah statusnya masih anak buah tetapi pria itu sudah menikah dan sudah mempunyai anak satu OTW yang kedua Jadi untuk apa urusan orang lain Apalagi itu pemimpinnya sendiri, jika dirinya pernah melakukan hal itu ya sama saja dengan cari nasi dan mungkin bisa dibilang tidak ada niatan lagi bekerja di bagian korps itu lebih lama lagi.


"Maafkan saya pak, tetapi saya tidak ada niatan sampai di sana ! "ujar pria itu sambil berdiri dan memberikan hormat karena Takutnya nanti bakalan mendapatkan hukuman dari Devano yang dari tadi wajahnya sudah sangat tidak bersahabat sama sekali seolah-olah ingin menerkam seseorang ketika melakukan kesalahan.


" ya makanya kalau begitu jika tidak ingin saya melakukan sesuatu hal yang sangat kamu takuti lebih baik daripada dulu dari awal, duduk dengan tenang dan biarkan istri kamu beraksi tetapi Jangan menoleh ke mana dan juga di mana istri kamu sekarang berada karena sampai hal itu terjadi maka kamu bakalan pernah hukuman dari saya sekarang juga! "perintah yang jelas-jelas saja sadar dan juga tahu kalau Anisa sekarang itu Tengah membujuk istrinya agak segera bergabung dengan mereka mungkin dengan begitu bisa membungkam mulut-mulut parah netizen yang kurang bersahabat.

__ADS_1


" Ya Tuhan masa iya menoleh ke arah istriku sendiri saja tidak boleh tanda kamu apalagi kalau menoleh ke arah istrinya pak Devano bisa panjang nanti urusan antara kami berdua dan tidak akan pernah bisa kelar? "lirih anak buah Devano itu dalam hati karena mana berani berbicara secara langsung.


Berlian akhirnya mengalah ketika keinginan bumil Anisa itu semakin membara di permukaan dan ia juga tidak tega Takutnya nanti ketika bayi itu Keluar malah ngeces karena keinginannya tidak dituruti, meskipun ia tidak pernah yang namanya mengandung tetapi setidaknya tahu bagaimana prosesnya ketika berada di rumah sakit dan juga bagaimana susahnya menghadapi semua cobaan awal-awalnya maka dari itu ia harus bisa memberikan pengertian kemudian mengikuti Keinginan mereka meskipun itu keinginan yang kuat sekalian.


" Ya sudah saya bakalan ikut apa yang kamu inginkan dan juga akan menuruti semuanya tanpa terkecuali tetapi intinya Tolong jangan yang aneh-aneh ya, karena kalau sampai anak-anak itu terjadi maka saat itu juga aku bakalan pulang dan tidak akan pernah ada di tempat ini lagi! "tegas Berlian yang memang tidak ingin dikerjain dan juga tidak ingin menjadi bahan perhatian semua orang yang ada di tempat itu yang jelas-jelas saja dari tadi tidak peduli dengan keberadaannya sama sekali karena asik dengan dunia mereka masing-masing.


"Nah kalau begini dari tadi kan malah lebih bagus tidak perlu harus kerja berat lagi untuk memaksakan diri agar maksudnya Ibu Dokter mengikuti Keinginan saya, Lagian Apa susahnya sih jaraknya hanya beberapa meter doang Tinggal langkah berapa kali pun pasti sudah bakalan sampai! " setelah mengatakan hal itu Anisa pun memilih untuk menarik tangan Berlian agar ikut dengannya dan segera bergaul.


Jika Berlian disuruhnya duduk di samping Devano maka kini dirinya duduk di samping anak buahnya depannya yang bernama Rifki itu, yang dari tadi sempat dimarah oleh Devano karena terlalu kepo tentang istrinya dan juga di mana keberadaannya di tempat itu.


" Halo semuanya maaf semuanya Jika kami mengganggu soalnya baru nongol sekarang karena dari tadi itu susah banget loh membujuk ke dokter yang pemalu ini agar bergabung dengan yang lain, nah kalian semua pasti penasaran dong kira-kira Siapa sih wanita asing tapi cantik dan juga manis serta elegan dan juga kece badai membahana ini? "tanya Anisa yang sengaja menggantung perkataannya dan Percayalah semua wanita di situ Ya jelas saja kepo lah karena bisa dibilang Berlian itu merupakan pahatan Tuhan yang paling sempurna'


"Ya Tuhan sungguh besar kuasamu sampai-sampai yang tidak mungkin pun menjadi mungkin di hadapan kami saat ini , Lihatlah ciptaanmu yang maha sempurna tanpa cacat dan jelas dan bisa dibilang dia merupakan sosok yang menjadi panutan bagi semua orang yang ada," ujar salah satu pria yang kebetulan masih jomblo dan juga terpesona awalnya ketika melihat Berlian lagi yang Anisa kan cara memperkenalkan wanita itu terlalu lelet sebab masih harus mendramatisir keadaan agar membuat orang lain penasaran.


Berlian hanya bisa meringis ketika mendengar kata-kata itu yang keluar dari seorang pria yang kebetulan jaraknya tidak jauh dari Devano, dan lihatlah pria itu yang sedang makan langsung menggantikan kegiatannya kemudian mengambil sendok garpu yang tidak jauh dari hadapannya Dan langsung menuju ke arah pria yang tidak sempat memuji dirinya itu.


"Kamu tahu tidak kalau saya lagi makan dan lagi serius sekarang jadi tidak suka mendengar kata-kata dari punggawa yang tidak jelas yang seperti kamu katakan tadi, Oh iya Satu lagi dia itu istriku Memangnya Kalian mau apa kalau melihat dia sempurna seperti itu mau mengganggunya atau nanti akan membuat hidupnya menjadi tidak tenang? "Devano tidak sadar kalau kini dirinya yang mengakui jika Berlian merupakan istrinya tetaplah pertanyaannya kemarin-kemarin ke mana saja.

__ADS_1


" sungguh? Wah ternyata pak Devano pergi cuti beberapa minggu yang lalu hanya untuk meresmikan hubungannya dengan bu dokter ya, pokoknya intinya kalian berdua merupakan pasangan yang paling terkeren kemudian terkompak serta sangat serasi dibandingkan siapapun yang ada di bumi ini! " ujar Anisa membuat semua orang tidak percaya jika wanita yang ada di hadapan mereka ini memiliki status pendidikan yang begitu tinggi.


" sungguh Dia adalah seorang dokter, ya ampun tetapi Kenapa sih harus pindah minggu depan padahal kita masih pengen lo ngobrol mencari tahu kehidupannya selama ini Dan juga mungkin bisa mencari teman daripada bosan sendirian doang! " ujar Diana yang kebetulan sebenarnya jarak rumahnya dengan Devano itu tidak terlalu jauh tetapi karena ia pun mempunyai anak kecil di rumah makanya tidak bisa pergi kemanapun jadinya selama beberapa minggu kemunculan Berlian di Kompleks itu ia pun tidak sadar dan juga tidak tahu menahun sampai-sampai hari ini benar-benar merasa terkejut dan juga tidak percaya jika kabar yang didengarnya kemarin-kemarin itu merupakan kabar yang paling benar dan kebenarannya itu bisa dipercaya.


__ADS_2